
Ruangan yang didominasi warna putih dan berbau khas obat-obatan ,ya disinilah Louis dan Feng berada.Ya,tadi setelah kecelakaan Louis dan Feng langsung dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan.
Karena mereka tidak mempunyai saudara maupun kerabat jadilah mereka berdua hanya dijaga oleh Bi Mona selaku kepala pelayan di mansion Louis.
Tok...tok..tok
Suara pintu diketuk dari arah luar yang entah siapa pelakunya.Bi Mona pun berdiri dari duduknya dan berjalan kearah pintu dan segera membukanya.
"Siapa ya?" tanya Bi Mona yang tidak mengenal dua wanita cantik yang datang dengan dua bodyguard dibelakangnya.
"Saya Melvi Algrazia dan ini teman saya Zara Amora" ucap Melvi dengan ramah.
"Oh ya,apakah di dalam ada Tuan Louis dan Tuan Feng?" tanya Melvi lagi."Iya,memangnya ada perlu apa?" tanya Bi Mona menatap Melvi dan Zara secara bergantian.
"Saya temannya Louis dan Feng" Bi Mona pun manggut-manggut."Kalau begitu silakan masuk" Bi Mona pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
"Saya tinggal dulu" Ucap Bi Mona setelah mengantar keduanya."Iya,terimakasih" ucap Zara.
"Dia sudah banyak berubah" ucap Melvi sambil memandang wajah tampan Louis yang terlihat tenang walaupun bagian matanya diperban.
"Iya dulu mereka tidak punya apa-apa,tapi sekarang mereka sudah berubah,padahal hanya dalam waktu 5 tahun mereka sudah sukses menjadi seorang pembisnis handal,benar-benar hebat" balas Zara kagum.
"Engh" lenguh Feng dan Louis bersamaan."Ingat bangun ternyata" ucap Zara terkekeh kecil.
"Cepat panggil dokter" Zara pun mengangguk menanggapi ucapan Melvi,diapun memencet tombol merah yang terdapat di dinding dekat brankar untuk memanggil dokter.
"Hai,masih ingat?" tanya Melvi sambil melambaikan tangannya si depan wajah Louis yang tampak kebingungan.
"Ini dimana?,kenapa gelap sekali" ucap Louis sambil meraba tempat tidurnya menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya sulit untuk digerakkan
"Kau tenanglah dulu" ucap Melvi sambil memegang lengan kiri Louis.
Apa ini Melvi?.Batin Louis.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak bisa melihat?" tanya Louis.
"Aku tidak tau" jawab Melvi yang memang belum tau hasil pemeriksaan Louis.
"Apa kau Melvi?" tanya Louis dengan ragu-ragu."Iya aku Melvi" Louis pun terdiam sesaat,dia masih belum mencerna jawaban Melvi.
"Feng" panggil Zara sambil menatap Feng yang celingukan seolah dia sedang mencari sesuatu."Hah..Za-zara!" kaget Feng setelah beberapa saat mematung di tempat.
"Kenapa?,kaget?" tanya Zara dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah cantiknya."Wah ini mimpi,ya ini pasti mimpi,mungkin aku sedang tidur" Zara pun mengerutkan keningnya bingung setelah mendengar ucapan Feng yang menurutnya 'ngawur'.
Oke,sepertinya Louis lebih waras daripada Feng.
"Terserah kau lah Feng" ucap Zara lalu menjauh dari Feng,begitu juga Melvi yang agak menjauh dari Louis,karena dokter yang,akan memeriksa sudah tiba dan akan mengecek kondisi keduanya.
"Bagaimana?" tanya Zara saat dokter tersebut telah selesai memeriksa keadaan Feng dan Louis.
"Tuan Feng hanya butuh istirahat dan melakukan terapi agar kakinya bisa kembali normal,sedangkan Tuan Louis harus menjalani operasi agar dapat melihat" ucap dokter.
"Memangnya Louis kenapa?" tanya Melvi.
"Oh,,baiklah terimakasih" ucap Melvi.
"Saya permisi dulu" ucap sang dokter lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Tidak usah khawatir,kita akan mencari pendonor mata untukmu" ucap Melvi seakan tau apa yang dipikirkan Louis.
"Iya" jawab Louis pasrah.
"Kamu gila?" tanya Zara saat Feng mencubit lengannya sendiri sambil meringis."Ini mimpi atau nyata!" tanya Feng linglung.
"Ini nyata Feng!" kini giliran Melvi yang membuka suara setelah di diam mendengarkan ocehan Feng yang semakin ngawur."jadi ini tidak mimpi?" tanya Feng sekali lagi memastikan.
"Tidak Feng ini nyata" ucap Zara sambil memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Bukannya kalian keluar negeri?" tanya Feng yang masih terkejut."Kami sudah kembali satu minggu yang lalu dan kami mendapat kabar kalau kalian kecelakaan,jadi kami langsung ke sini" jelas Zara.
"Apa kau tidak rindu denganku?" tanya Zara sambil menaik turunkan alisnya."Gak" Zara pun menatap Feng datar dan seketika wajahnya berubah menjadi kusut setelah mendengar jawaban singkat dari Feng.
"Suatu saat nanti pasti kau akan mengatakan bahwa kau rindu denganku" ucap Zara dengan percaya diri.
"Serasa dunia milik mereka berdua" ucap Melvi terkekeh kecil."Yang lain ngontrak" tambah Louis yang sepertinya mulai percaya dengan ucapan Melvi.
"Bener kalian cuma ngontrak dan sekarang waktunya bayar kontrakan,ya gak Ra" ucap Feng yang memang mata duitan.
"Berapa harga sewa kontraknya?" tanya Louis dengan sombongnya.
"Satu milyar per bulan" jawab Feng.
"Kau mau membuat bos-mu ini bangkrut?" tanya Louis sewot.
"Sudah-sudah,kenapa kalian malah bahas kontrak dunia?" ucap Melvi sambil memijit pangkal hidungnya.Dia pikir kelakuan Louis dan Feng sudah berubah,ternyata masih sama ketika masih sekolah.Sama-sama masih bobrok.
"Oh ya bagaimana kalian bisa kecelakaan?" tanya Zara mengalihkan pembicaraan yang mulai ngawur dan gak jelas.
"Seingatku tadi kami selesai meeting dan ketika kami akan kembali ke hotel kami tertabrak oleh mobil yang ugal-ugalan" jawab Louis."Apa kalian sudah menyelidiki kasus kecelakaan ini?" tanya Zara.
"Belum lah,kami kan baru saja sadar" ucap Feng."Oh iya" Zara pun menepuk keningnya ketika menyadari pertanyaan bodohnya.
"Louis apa kau lupa tidak menghubungiku?" tanya Melvi mengalihkan pembicaraan."Aku sudah menghubungimu tapi tidak bisa,mungkin kau sudah berganti nomor atau berganti handphone" jawab Louis.
Melvi pun diam sejenak,dia tampak mengingat sesuatu dan diapun menjentikkan jari ketika sudah ingat.
"Waktu itu aku berlibur ke pantai dan handphone ku hilang,jadi aku beli handphone yang baru" ucap Melvi.
"Jadi,siapa yang salah?" tanya Louis."Melvi" ucap Feng dan Zara sambil menunjuk Melvi yang sedang tersenyum bodoh.
.
__ADS_1
.
.