
Setelah perjalanan yang membutuhkan waktu yang lumayan lama akhirnya Louis dan Feng sampai di kota.
Mereka pun diturunkan di depan sebuah cafe,karena sang sopir juga akan mengantarkan kayu di sebuah pabrik pengolahan kayu,dan kebetulan tempat pabrik kayu tidak jauh dari cafe tersebut.
"Feng bangun kita sudah sampai" ucap Louis sambil menggoyangkan badan Feng. "Ah,sudah sampai ya?" tanya Feng dengan setengah kesadarannya."Iya,ayo kita turun" ucap Louis."Ya ya" ucap Feng lalu segera turun dari kendaraan.
"Terimakasih banyak atas tumpangannya pak" ucap Louis."Ya tidak masalah" ucap sang sopir,lalu melakukan kembali kendaraannya.
"Kita akan tinggal dimana?" tanya Feng dengan suara khas orang bangun tidur."Aku juga tidak tau" jawab Louis.
"Sebaiknya kita cari tempat tinggal saja" ucap Louis."Benar juga....tapi kemana kita akan mencari tempat tinggal?"tanya Feng.
"Setahuku di kota banyak tempat kontrakan"ucap Louis." Tempat kontrakan?"tanya Feng yang belum tau kontrakan."Kontrakan itu rumah yang kita tinggali tetapi kita juga harus membayar biaya sewa rumah itu" ucap Louis menjelaskan. "Maksudmu rumah sewa?" tanya Feng memastikan."Ya semacam itu" ucap Louis.
"Baiklah-baiklah kita cari sekarang" ucap Feng."Tapi dimana Feng" ucap Louis dengan kesalnya."Ya di kota lah" ucap Feng dengan santainya."Feng" ucap Louis geram."Apa?"ucap Feng dengan wajah bodohnya."Sudahlah jangan di bahas lagi"ucap Louis lalu berjalan mendahului Feng.
'Dasar Feng bodoh huh*' batin Louis menggerutu."Hei kawan kau ini selalu saja meninggalkan ku" ucap Feng sambil merangkul pundak Louis."Apa kau marah?" tanya Feng."Tidak,aku hanya sedikit kesal dengan kebodohanmu" jawab Louis."Ya ya maafkan aku" ucap Feng.'Kenapa aku yang salah?,aku pun tidak tau dimana letak kesalahan ku*' lanjutnya dalam hati.
"Hey bukankah kita akan mencari rumah kontrakan?kenapa kita berjalan tak tau arah?" ucap Feng yang sudah lelah berjalan."Kita ini juga sedang mencari rumah kontrakan Feng" ucap Louis dengan lesu."Kau ini,seperti orang bodoh saja"ucap Feng."Hah terserah apa katamu saja lah" ucap Louis.
"Lebih baik kau bertanya kepada orang sekitar,dimana rumah kontrakan terdekat" ucap Feng yang tiba-tiba pintar.'Iya juga ya,kenapa aku harus berjalan tak tau arah begini,hah melelahkan' batin Louis.
"Baiklah" ucap Louis lalu berjalan menghampiri sebuah toko kecil yang terletak di pinggir jalan.
"Permisi" ucap Louis."Iya ada apa?"tanya sang penjaga toko yang terlihat sudah berumur."Saya mau numpang tanya,dimana rumah kontrakan terdekat?" tanya Louis."Oh kau mau cari rumah kontrakan?"tanya sang penjaga toko tersebut."Iya paman,aku mau mencari rumah kontrakan yang murah dan sederhana saja" ucap Louis."Oh,kalau kau mau cari rumah kontrakan,kau tinggal berjalan lurus dan nanti ada pertigaan kamu belok kiri setelah itu kau tinggal masuk gang dan disitu ada rumah kontrakan,apa kau paham?" ucap orang tersebut sambil menunjuk pertigaan."Oh aku paham,terimakasih paman" ucap Louis sambil tersenyum."Ya sana-sama"ucap sang penjaga toko.
__ADS_1
"Ayo Feng kita cari rumah kontrakan itu" ucap Louis pada Feng yang kini tengah duduk di kursi sambil melihat kendaraan yang lalu lalang."Ya,baiklah" ucap Feng lalu berdiri dari duduknya dan segera menyusul langkah Louis.
"Hm pertigaan belok kiri" ucap Louis mengingat-ingat."Apanya yang pertigaan? apanya yang belok kiri?" ucap Feng kembali bodoh "Alamat rumah kontrakan" jawab Louis singkat."Ohhh" ucap Feng sambil mengangguk-anggukkan kepala.
***
Rumah kontrakan~
Louis dan Feng pun sampai di rumah kontrakan yang bercat hijau dan terdapat beberapa tanaman hias di depan rumah.Di dalam rumah tersebut terdapat dua kamar tidur yang terletak bersebelahan dan di depan kamar tidur tersebut ada ruang tamu,dan di bagian belakang terdapat kamar mandi dan dapur yang menjadi satu.
"Akhirnya bisa istirahat juga" ucap Feng sambil membaringkan badannya di sofa.
Sedangkan Louis kini sedang berkeliling rumah,dia mengamati satu persatu ruangan dan barang-barang yang sudah ada. "Lumayanlah" gumam Louis.
"Feng kau memilih kamar yang sebelah mana?" tanya Louis sambil mendudukkan dirinya di sofa."Aku kamar yang kedua saja" jawab Feng."Baiklah" ucap Louis lalu masuk ke kamarnya.
***
Pagi ini Louis berniat mencari pekerjaan. Walaupun umurnya masih 15 tahun,tetapi Louis memiliki tenaga seperti orang dewasa.
"Feng aku akan pergi mencari pekerjaan" ucap Louis.Saat ini Louis dan Feng sedang berada di ruang tamu sembari menikmati sarapan pagi.
"Kemana?" tanya Feng."Aku juga tidak tahu" jawab Louis."Aku akan ikut" ucap Feng."Ya,terserah saja" ucap Louis.
"Oh ya,kemarin aku melihat ada lowongan pekerjaan di cafe yang kemarin kita lewati" ucap Feng."Cafe yang mana?" tanya Louis.
__ADS_1
"Cafe tempat kita turun kemarin" jawab Feng.
"Oh" jawab Louis.
"Hey kawan kenapa jawabanmu tidak mengenakkan?" ucap Feng."Ya aku harus menjawab bagaimana?" tanya Louis.
"Kau kan bisa menjawab 'Oh ya benarkah?' atau 'Kita ke sana saja' atau bisa juga 'Benarkah? Feng kau memang teman yang sangat baik,aku bangga punya teman sepertimu Feng' begitu pun juga boleh"
"Hah terserah saja lah" ucap Louis malas.Hanya karena Louis menjawab 'Oh' Feng menjadi protes di pagi hari?,hah itu sangat melelahkan bagi Louis.
"Oke jadi bagaimana apa kau mau bekerja di cafe itu?" tanya Feng."Ya aku akan melamar kerja di sana" ucap Louis."Kalau begitu aku akan ikut kau bekerja di sana" ucap Feng."Kau ini selalu saja ikut-ikut" protes Louis."Aku itu memang suka ikut-ikutan teman" ucap Feng santai."Ya ya ya" ucap Louis.
***
Satu bulan kemudian.
Sudah satu bulan lamanya Feng dan Louis tinggal di kota,dan sudah satu bulan lamanya mereka bekerja di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.
Hari ini seperti biasa Louis dan Feng sudah siap untuk pergi bekerja.Mereka berdua berangkat ke cafe pada pukul delapan pagi dan pulang pada pukul delapan malam.
"Apa kau sudah siap?" tanya Louis."Sudah" jawab Feng singkat."Kita berangkat sekarang" ucap Louis.
Mereka berdua pun keluar dari rumah dan tak lupa mengunci pintu rumah.
"Feng" panggil Louis sambil terus berjalan.
__ADS_1
"Apa?" tanya Feng."Apa kau setuju kalau kita bersekolah?" ucap Louis."Apa kita ada uang untuk bersekolah?" tanya Feng. "Emm...mungkin ada" jawab Louis."Kurasa gaji kita di cafe cukup untuk biaya sekolah" ucap Louis lagi."Kalau begitu kita daftar sekolah saja" ucap Feng."Baiklah,besok kita daftar sekolah" ucap Louis.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°