City Swordsman

City Swordsman
Episode 6


__ADS_3

Kini Louis dan Feng tengah berada di perjalanan untuk mengadakan meeting bersama klien.Kali ini mereka berangkat tanpa supir,dan pastinya Feng yang mengemudikan mobilnya.


"Feng,berkasnya sudah siap?" tanya Louis."Sudah,kau ini kenapa selalu bertanya tentang berkas?,apa kau kurang kerjaan?" tanya Feng geram,pasalnya ini bukan pertama kalinya Louis bertanya.


"Aku hanya mengusir keheningan saja" ucap Louis membela diri."Kalau begitu carilah pertanyaan lain,jangan pertanyaan 'itu' terus"ucap Feng kesal.


"Oh ya bagaimana dengan Melvin?" tanya Feng."Entahlah aku tidak tau" jawab Louis.


"Sudah lima tahun kita tidak bertemu" ucap Louis kembali mengingat pertemuan terakhirnya dengan Melvin."Apa kau tidak berbuat menghubunginya?" tanya Feng sesekali melihat ke arah Louis.


"Aku sudah menghubunginya,tapi tidak bisa,mungkin dia sudah berganti nomor" ucap Louis.


"Kenapa kau tidak mencari identitasnya saja?" saran Feng."Kalau soal itu aku belum sempat,em..bagaimana kalau kamu yang mencari identitasnya" Louis lalu berbalik menghadap Feng sambil menjentikkan jari tangannya.


"Sudah kuduga" ucap Feng dengan wajah datar.


"Kau ini memang sekretaris ku yang paling baik Feng,aku bangga padamu" ucap Louis sambil memegang dadanya dengan dramatis.


"Dasar bos sialan" umpat Feng dengan pelan agar tidak di dengar oleh Louis,namun sepertinya keberuntungan tidak memihak pada dirinya,Louis sudah mendengar umpatan Feng walaupun samar-samar.


"Kau mengumpat ku Feng?" tanya Louis penuh selidik."Ti...tidak,aku hanya bilang kau tampan,ya kau tampan " ucap Feng gelagapan.


"Baguslah kalau kau mengakui kalau aku tampan" ucap Louis dengan muka songongnya."Iya tuan,tapi sepertinya aku lebih tampan" ucap Feng sambil mengaca di kaca kecil yang terletak di bagian depan mobil.


"Terserah kau saja Feng,aku lelah berdebat dengan monyet sepertimu" ucap Louis tanpa melihat wajah Feng yang kembali datar.

__ADS_1


Orang tampan gini dibilang monyet,batin Feng.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di perusahaan yang bangunannya menjulang tinggi.Mereka pun segera turun setelah Feng memikirkan mobilnya di tempat yang semestinya.


Mereka berdua berjalan beriringan dengan penuh wibawa.Wajah yang tegas dan tatapan mata yang tajam,sungguh berbeda sekali ketika mereka sedang berdua.


"Apakah anda Tuan Louis dan Tuan Feng? tanya seorang resepsionis ketika Louis dan Feng sudah berdiri tepat di depan meja resepsionis."Iya" jawab Feng singkat.


"Kalau begitu mari saya antar ke ruang rapat,karena anda sudah ditunggu di sana" ucap resepsionis tersebut lalu berjalan mendahului Louis dan Feng.


"Silakan masuk Tuan" ucap sang resepsionis ketika sudah berada di depan ruangan meeting."Terimakasih" ucap Feng datar.


Mereka berdua pun segera masuk ke dalam ruangan meeting,dan mereka dapat melihat semua kursi yang sudah penuh dan hanya ada 2 yang kosong."Ekhem..maaf kami terlambat" ucap Feng lalu menarik kursi yang akan dia duduki begitupun dengan Louis.


"Tidak apa-apa tuan,saya memaklumi perjalanan anda yang tidak dekat" ucap tuan Dani selaku pimpinan perusahaan.


*


2 jam kemudian mereka semua sudah selesai meeting."Senang bisa bekerjasama dengan anda Tuan" ucap Tuan Dani sambil menjabat tangan Louis dan Feng bergantian."Kami juga senang bisa bekerjasama dengan anda Tuan Dani" ucap Feng.


"Kalau begitu kami pamit,masih banyak hal yang harus kami kerjakan" ucap Feng lagi.


"Iya Tuan,hati-hati diperjalanan" jawab Tuan Dani."Kami permisi" ucap Feng lalu beranjak dari ruang meeting bersama dengan Louis.


"Setelah ini ada jadwal apalagi?" tanya Louis di sela-sela perjalanan menuju parkiran."Pukul 7 malam nanti anda memiliki janji dengan klien untuk makan malam serta melakukan pembahasan tentang pembangunan hotel di kota C" jelas Feng dengan bahasa formal karena dia sedang berada di lingkungan kantor.Louis tidak menjawab lagi,dia terus melanjutkan langkahnya menuju tempat parkiran.

__ADS_1


*


Saat ini mereka berdua tengah berada di perjalanan menuju hotel tempat mereka menginap.Di sepanjang perjalanan suasana mobil sangat hening dan itu membuat Louis tidak nyaman,dari dulu dia memang tidak suka keheningan.


"Feng" panggil Louis sambil menoel lengan Feng."Ada apa?,jangan ganggu konsentrasi ku aku,sedang mengemudi" ucap Feng yang fokus mengemudi.


"Ayolah Feng,jangan mengabaikan bos mu yang tampan ini" ucap Louis."Kau jangan mengganggu konsentrasi ku kalau kau masih ingin hidup" peringat Feng.


"Biasanya kau banyak bicara,kenapa sekarang mendadak diam" ucap Louis keheranan.


"Aku sedang tidak enak badan,jadi kau jangan mengganggu konsentrasi ku" ucap Louis.


"Baiklah aku akan diam" ucap Louis patuh pada peringatan Feng.


"Feng awas!" teriak Louis saat ada mobil yang ugal-ugalan dari arah berlawanan."Feng cepat tepikan mobilnya " ucap Louis cepat karena dia sudah sangat panik melihat mobil didepannya yang kian mendekat.


"Tidak sempat Louis" ucap Feng dan..


BRUAK!


Mobil mereka saling bertabrakan satu sama lain.Mobil yang ditumpangi Louis dan Feng pun berguling tak menentu hingga membuat orang yang didalamnya merasa berputar.


"Ada kecelakaan,cepat bantu korbannya" ucap salah satu pengendara dan hanya diangguki oleh pengendara yang lainnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2