City Swordsman

City Swordsman
Episode 8


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya Louis dan Feng dirawat di rumah sakit,dan selama itu pula Melvi dan Zara sering bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk menemani Louis dan Feng.


Kini keduanya sudah dipindahkan ke ruangan masing-masing,dan letaknya pun bersebelahan.


Kondisi mereka berdua pun juga sudah lebih baik dari sebelumnya.Feng yang sudah bisa berjalan walaupun hanya satu atau dua langkah.Sedangkan Louis sudah tidak memakai perban di bagian matanya.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka dari luar namun tak membuat lamunan Louis buyar.Diambang pintu sudah terlihat Melvi yang sedang berdiri dengan membawa kotak makanan dan satu paper bag di tangan kanannya.


"Hai Louis" sapa Melvi sambil berjalan mendekati Louis yang sedang duduk bersandar di atas brankar."Ini jam berapa?,kenapa kau sudah datang?" tanya Louis dengan pandangan lurus ke depan.


"Ini jam 07:30" jawab Melvi sambil melihat jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangannya."Oh" jawab Louis singkat sambil menganggukkan Kepala.


"Apa kau sudah makan?" tanya Melvi sambil membuka tutup kotak makan."Belum" jawab Louis singkat.


"Kalau begitu kau makanlah dulu" ucap Melvi sambil menyodorkan satu sendok makanan.


"Makanan apa itu?" tanya Louis yang tidak bisa melihat makanan di depannya,dia hanya bisa mencium bau makanan yang sangat wangi dan sepertinya enak.


"Ini bubur yang tadi aku bawa dari rumah" jawab Melvi."Kau makanlah,ini rasanya sangat enak" lanjutnya lagi.


"Baiklah" Louis pun mulai membuka mulutnya menerima suapan dari Melvi."Rasanya enak kan?" tanya Melvi."Iya,sangat enak" jawab Louis dengan mulut yang masih mengunyah makanan.Hingga tak berselang lama makanan pun habis tak tersisa.


"Apa kau tidak ke kantor?" tanya Louis.


"Tidak,untuk sekarang urusan kantor aku serahkan pada kakakku" jawab Melvi sembari merapikan tempat makan tadi.

__ADS_1


"Oh ya,aku ada kabar baik!" ucap Melvi dengan semangat."Kabar apa?" tanya Louis dengan nada malasnya.


"Aku sudah mendapatkan pendonor mata untukmu" jawab Melvi sambil melompat kecil.


"Benarkah?" ucap Louis kaget sekaligus senang."Iya,dan besok mau akan menjalani operasi " ucap Melvi.


"Operasi?,apa kau sudah bicara dengan dokter?" tanya Louis setelah rasa kagetnya hilang."Aku tadi sudah berbicara dengan dokter,dan kata dokter kau sudah bisa melakukan operasi" jawab Melvi.


"Oh~,kalau operasi itu berhasil aku akan sangat berterimakasih pada orang yang telah mendonorkan matanya untukku" ucap Louis penuh keyakinan.


"Iya setelah kau selesai operasi aku akan mengantarkan-mu ke tempat terakhirnya" ucap Melvi sambil mengelus lengan Louis dengan lembut.


"Oh ya,siapa nama orang yang mendonorkan matanya untukku?" tanya Louis dengan serius."Namanya Lin Zou,dia seorang laki-laki yang berumur dua puluh lima tahun" jawab Melvi.


Dia memang sudah mencari tau tentang asal-usul Lin Zou setelah mendapat kabar bahwa Lin Zou akan mendonorkan matanya untuk Louis.


"Lalu kenapa dia bisa meninggal dan kenapa dia mau mendonorkan matanya untukku?" tanya Louis yang sudah diliputi rasa penasaran.


sejak semalam aku sudah mencari informasi tentang Lin Zou dan semuanya lengkap tetapi ada satu informasi yang tidak diungkapkan yaitu tentang kematian Lin Zou,semalam aku juga sempat menanyakan tentang kematian Lin Zou pada keluarganya tetapi keluarganya juga tidak mau menjawab,mereka bilang ini sebuah privasi keluarga " jelas Melvi panjang lebar.


"Kenapa dia mau mendonorkan matanya untukku?" tanya Louis mengulang pertanyaannya yang belum sempat di jawab oleh Melvi."Kalau soal itu,menurutku sangat aneh" ucap Melvi.


"Aneh bagaimana?" tanya Louis semakin penasaran."Semalam aku datang ke rumah keluarganya dan mereka bilang bahwa Lin Zou memang sengaja mendonorkan matanya untukmu,entah apa tujuannya aku pun juga tidak tau" ucap Melvi dengan kejanggalan di hatinya.


"Dia mendonorkan matanya untukku?,dan kenapa kasus kematiannya di rahasiakan?" ucap Louis sambil meletakkan tangannya di dagu,seolah dia sedang berpikir keras.


"Sudahlah lupakan,yang terpenting sekarang kamu bisa melihat lagi" ucap Melvi."Iya" jawab Louis singkat,walaupun masih ada hal yang mengganjal di hatinya.

__ADS_1


Aku harus cari tau tentang misteri ini.Batin Louis


Ceklek.


Suara pintu terbuka yang menampilkan Feng yang sedang duduk di kursi roda dengan Zara yang mendorong kursi roda yang diduduki Feng.


"Hai Feng datang" ucap Feng dengan girang.


"Kenapa kau terlihat senang?" tanya Louis.


"Emm...aku juga tidak tau" jawab Feng asal.


"Dia senang karena besok bisa keluar dari rumah sakit" ucap Zara mewakili Feng yang tidak mau jujur."Oh baguslah kalau besok kau sudah boleh pulang,besok Louis juga akan melakukan operasi " balas Melvi dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah cantiknya.


"Menangnya kau sudah mendapatkan pendonor mata untuk Louis?" tanya Zara.


"Sudah,semalam aku sudah menemukan pendonor mata untuk Louis" jawab Melvi.


"Baguslah kalau begitu" ujar Zara.


"Emm..Louis,apa kau tau pekerjaan di kantor sangat menumpuk,bahkan semalam aku lembur karena pekerjaan sialan itu" ucap Feng dengan perasaan kesal.


"Aku sudah menduga hal itu,untuk sementara kau saja yang mengurus pekerjaanku" ucap Louis dengan tenang.


"Ya ya sebagai sekretaris pribadi yang baik hati sekaligus tampan,aku akan menyelesaikan pekerjaanmu,tetapi itu juga tidak gratis" ucap Feng.


"Kau bisa mengambil uang di bank sebanyak uang kau mau" ucap Louis final.

__ADS_1


Tidak apa-apa bekerja lembur,yang penting ada imbalannya.Batin Feng sambil membayangkan setumpuk uang yang akan dia dapatkan dalam waktu dekat.


"Dia gila" ucap Zara ketika melihat Feng tersenyum sambil mengadakan tangannya ke atas seolah dia sedang menangkap uang yang berjatuhan dari langit.


__ADS_2