City Swordsman

City Swordsman
Episode 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan bagi Louis,hari ini hari dimana dia ditinggal pergi oleh sang kakek untuk selamanya.


"Kenapa kakek meninggalkan Louis sendirian?,rasanya aku tidak ingin berpisah dengan kakek" ucap Louis sambil menatap kosong ke arah depan.


"Sudahlah Louis,kau jangan terus-terusan terpuruk seperti ini,kau harus bangkit kembali" ucap Feng yang merupakan teman terdekat Louis.


"Iya aku harus bangkit" ucap Louis kembali semangat.


"Itu baru teman ku" ucap Feng sambil menepuk bahu Louis.


"Oh ya,bagaimana rencana mu berikutnya?" tanya Feng.


"Mungkin aku akan pergi ke kota" jawab Louis.


"Hmm,apa aku boleh ikut denganmu?" tanya Feng ragu.


"Boleh saja" jawab Louis.


"Lalu kapan kita akan pergi ke kota?" tanya Feng.


"Besok" ucap Louis singkat.


"Kenapa harus besok?,apakah itu tidak terlalu cepat?" tanya Feng heran.


"Lebih cepat lebih baik" ucap Louis enteng.


"Baiklah kita akan berangkat besok" ucap Feng.


"Emm,apa kau ada uang untuk perjalanan ke kota?" tanya Feng ragu.


"Ada" jawab Louis.


"Apa kau sudah menyiapkan barang-barang mu?" tanya Feng.


"Belum" jawab Louis enteng.


"Apa kau sudah menyiapkan bekal untuk perjalanan ke kota?" tanya Feng.


"Belum" jawab Louis.


"Kita akan berangkat jam berapa?" tanya Feng.


"Tidak tau" jawab Louis malas,


"Apa kita akan--" perkataan Feng terpotong karena Louis terlebih dulu menyahut perkataan Feng.


"Huh,ayolah Feng kau jangan terus bertanya" ucap Louis kesal


"Hehe maaf" ucap Feng cengengesan.


"ya ya,aku masuk dulu" ucap Louis lalu turun dari kursi.


"Apa aku boleh menginap di rumah mu?" tanya Feng.


"Silahkan saja" jawab Louis lalu segera masuk ke dalam rumah diikuti Feng dibelakangnya.


"Aku akan memecah celengan ayam ku" ucap Louis sambil berjalan


"Celengan ayam?" tanya Feng memastikan.

__ADS_1


"Iya,kau ikutlah" ucap Louis lalu masuk kedalam kamar.


"Ambilkan aku kursi" ucap Louis.


"Baiklah" ucap Feng lalu berlalu dari kamar.


"Ini kursi yang kau minta" ucap Feng yang baru saja datang dengan menyeret kursi kayu.


"Peganglah kursi nya" ucap Louis lalu memanjat kursi dan mengambil celengan ayam yang berada di atas almari.


"Selamat tinggal celengan ayam" ucap Louis sambil menatap sendu celengan ayam yang berada ditangannya.


"Relakan saja" ucap Feng santai.


"Huft..,baiklah akan aku relakan" ucap Louis sambil mengelus celengan ayamnya.


"Sudahlah pecah saja" ucap Feng.


"Baiklah" ucap Louis lalu bersiap untuk memecah celengan.Dan...


1


2


3


Prang!!.


Celengan pun pecah.


"Selamat tinggal ayam" ucap Louis lalu segera memunguti uang yang berceceran di atas lantai.


"Ya ya ya" ucap Louis sambil menghitung jumlah uang.


"Sejak kapan kau mengumpulkan uang?" tanya Feng.


"Sejak umur 7 tahunan mungkin" ucap Louis sambil mengingat.


"Wow itu sangat lama" ucap Feng.


"Ya ya" ucap Louis.


"Berapa jumlah uangnya?" tanya Feng ketika melihat Louis sudah selesai menghitung uang.


"Banyak" jawab Louis enteng.


"Apa itu cukup untuk perjalanan ke kota?" tanya Feng.


"Cukup dan mungkin akan tersisa" jawab Louis lalu menyimpan uangnya di almari.


"Aku mau istirahat" ucap Louis lalu membaringkan tubuhnya ke kasur yang sudah bolong dan lapuk.


"Ya,aku juga ingin tidur dan istirahat" ucap Feng lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Louis.


***


Keesokan harinya~


"Apa kau sudah siap?" tanya Louis.

__ADS_1


"Sudah" jawab Feng.


"Ya sudah kalau sudah siap kita berangkat sekarang saja" ucap Louis.


"Ya" ucap Feng.


"Apa ada barang yang tertinggal?" tanya Louis.


"Sebentar aku cek dulu" ucap Feng lalu membuka tas yang berisi pakaian.


"Baju sudah,celana sudah,celana dalam pun juga sudah" ucap Feng sambil mengecek isi tas.


"Hmm,sepertinya sudah semua" ucap Feng lalu kembali menutup tas.


"Baiklah kalau sudah semua,kita berangkat sekarang" ucap Louis.


"Okay" ucap Feng.


Mereka berdua pun keluar dari rumah kecil tersebut.


"Selamat tinggal" ucap Louis sambil mengelus pintu.


"Sudahlah jangan sedih lagi" ucap Feng sambil menepuk bahu Louis pelan.


"Ya" ucap Louis.


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap Feng dan hanya diangguki kepala oleh Louis.


Mereka berdua pun melangkah meninggalkan gubuk reot tersebut.


"Eh Louis,Feng kalian mau kemana?" tanya seorang lelaki tua dengan membawa cangkul ditangannya.


"Kita mau ke kota paman" jawab Louis.


"Kenapa pergi ke kota?,bukankah kehidupan di desa lebih enak daripada di kota" ucap lelaki tersebut.


"Iya juga sih paman,tapi aku ingin mencari kehidupan yang layak di kota" ucap Louis.


"Baiklah kalau kau mau pergi ke kota,hati-hati di jalan dan jangan lupa berkunjung ke desa" ucap lelaki tersebut.


"Iya paman,Louis dan Feng berangkat dulu" ucap Louis lalu pergi meninggalkan lelaki tersebut.


"Bagaimana kita akan ke kota?" tanya Feng.


"Kita numpang kendaraan orang saja" ucap Louis


"Numpang?" tanya Feng memastikan.


"Iya Feng,kita terlebih dulu pergi ke pasar untuk mencari tumpangan" ucap Louis.


"Mencari tumpangan kok di pasar" ucap Feng.


"Memang di mana lagi kalau bukan di pasar?" ucap Louis.


"Emm,entahlah aku juga tidak tau" ucap Feng.


"Sudahlah jangan dilanjutkan" ucap Louis yang sudah jengah mendengar perkataan Feng.


Dan akhirnya mereka pergi ke pasar untuk mencari tumpangan,beruntungnya mereka mendapat tumpangan gratis untuk pergi ke kota.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2