
“Assalamualaikum ma, Risa pulangg” ucap Risa sambil mengetuk pintu. Sembari menunggu mama membukakan pintu, ternyata Pandu juga ikut turun dari mobil untuk menyapa mama Risa.
“Eh udah pulang, Makasi ya nak Pandu dah nganter Risa pulang, masuk dulu..” ajak mama pada Pandu untuk masuk ke ruang tamu.
“Maaf tantee, saya mau pulang dulu, kebetulan kerjaan saya juga banyak.” Balas Pandu sopan sambil menyalami tangan mama.
“Oh gitu.. yaudah titip salam buat Om Dipta sama Tante Sena yaa..” Jawab mama kemudian dibalas Pandu dengan anggukan tak lupa juga anggukan.
Saat ingin berbalik badan, Pandu sempat memberi senyuman pada Risa. Risa yang melihat itu langsung membalas senyuman. Mobil Pandu melesat pergi meninggalkan rumah Risa dan perlahan menghilang dari pandangan mama dan Risa. Risa cemberut merasa kesal dan mama melihat ekspresi anak semata wayangnya itu.
“Kenapa cemberut begitu? Dianter calon suami kok cemberut sayang?” tanya mama tak lupa sambil menggoda Risa..
“Mama apaan sih Risa kesel banget sama ayah, kenapa ayah ngabarin mendadak gitu, Risa kan juga bisa pesen ojol mana tadi harus diem diem naik mobil biar ga ketahuan…” keluh Risa sambil memanyunkan bibirnya. Mama membalas dengan tertawa kecil.
“Ih mama sama ayah ga ada bedanyaa..” ucap Risa kemudian langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Keesokan harinya Risa berangkat kuliah. Ia segera berpamitan pada mama dan ayah.
“Nak, masih cemberut dari kemaren? Maafin ayah yaa hehehe kemaren ayah masih ngajar” permintaan maaf dari Ayah pada putri kesayangannya itu.
“Iya yah gapapa Risa maafin” jawab Risa dengan ekspresi agak cemberut masih terukir di wajahnya.
__ADS_1
“Kok masih cemberut gitu, senyum dongg” jawab ayah sambil memperagakan senyum manis pada Risa.
“Ih ayah udah, Risa mau berangkat dulu” jawab Risa tertawa melihat tingkah ayahnya itu.
Risa menaiki motor melesat pergi dan tak lama kemudian sampai di kampus. Saat berjalan memasuki ruang kelas, ia bertemu dengan Fira.
“Risaa, naik motor nih hari ini?” tanya Fira basa basi terlebih dulu sebelum menanyakan mengenai hal yang ia lihat kemarin.
“Ah iya kemarin motorku mogok, terus udah bisa jadinya pake motor deh hari ini.” Balas Risa pada teman sekelasnya itu.
Mereka berdua berjalan menuju kelas, sebelum Risa membuka pintu, Fira melontarkan pertanyaannya.
“Eh Ris aku liat kemarin kamu masuk ke mobilnya Pak Pandu ya? Pulang bareng?” Pertanyaan Fira membuat Risa yang hendak membuka pintu kelas tiba tiba berhenti.
“Oh kamu sama beliau tetangga ya makannya kemaren pulang bareng.. “ jawaban Fira membuat Risa lega. Akhirnya dia percaya, batin Risa.
Tak lama Pandu berjalan melewati mereka berdua. Ternyata Pandu sejak tadi berada di samping kelas yang akan ditempati Risa. Risa dan Fira sama sama terkejut, yang diomongin nongol juga, panjang umur deh. Risa lebih terkejut ia takut percakapannya dengan Fira terdengar oleh Pandu. Waduh dia marah ga ya sama yang kubilang tadi. Batin Risa.
Kelas perkuliahan di mulai. Seperti biasa, Yasmin duduk di sebelah Risa. Ia melihat Risa melamun seperti tidak memperhatikan dosen yang menyampaikan materi. Karena mereka berdua duduk berada di belakang, jadi aman-aman saja untuk mengobrol atau melakukan hal lain selain memperhatikan dosen menyampaikan materi.
“Ris, hei melamun ya?” Yasmin menyenggol siku Risa yang membuatnya tersadar dari lamunan sejak tadi.
__ADS_1
“Ah nggak, capek aja Min.” jawab Risa malas.
“Masa sihh? Ngelamun apa? Ngelamun calon suami mu nanti siapa ya?” Goda Yasmin
“Kok bisa sampe situ sih min, gajelas banget” balas Risa sambil memberikan jempol terbalik pada teman dekatnya itu. Respon Risa membuat Yasmin tertawa, ada ada saja temannya itu tiba tiba ga ada angin ga ada hujan melamun, batin Yasmin.
Kelas telah selesai, Yasmin dan Risa berada di depan gedung menunggu pesanan ojol Yasmin. Risa hari ini ada kegiatan organisasi jadi ia pulang agak sore. Saat menunggu sambil mereka berdua mengobrol tiba tiba Pak Pandu melewati mereka berdua menuju mobilnya.
“Mari pak.” Sapa Yasmin pada Pak Pandu. Risa sendiri hanya memberi anggukan.
Pandu membalas senyum pada sapaan Yasmin kemudian melihat Risa dengan wajah datar. Yasmin mengetahuinya langsung melihat Risa. Setelah Pandu memasuki mobil dan melaju pergi dengan mobil yang dikendarainya, Yasmin menatap Risa.
“Ris kamu tadi ga ikut nyapa makanya Pak Pandu ngeliat datar gitu ke kamu, ngeri juga ya kaya dosen killer uhh aku jadi kamu langsung takut Ris, tiba tiba kamu ditandain dibuat ga lulus cuma gara gara ga nyapa, liatin doang kaya kamu tadi.” Celoteh Yasmin
“Astaga Min, aku aja tadi ngangguk nyapa loh, aku aja bingung kenapa beliau gitu.” Jawab Risa pura pura tidak mengerti arti ekspresi Pandu yang diberikan Risa tadi. Kayaknya dia marah deh, jangan jangan dia denger kalo aku cuma anggep dia tetangga. Tak lama pesanan ojol Yasmin datang.
“Risaa aku pulang dulu bye bye mwah..” pamit Yasmin melambaikan tangannya pada Risa kemudian dibalas juga dengan lambaian tangan oleh Risa.
Setelah Yasmin hilang dari pandangan Risa. Risa kembali melamun memikirkann hal yang barusan terjadi. Lamunannya tersadar ketika bunyi notifikasi ponselnya berbunyi. Langit mengirim pesan pada Risa menanyakan keberadaan Risa di mana karena sebentar lagi kegiatan rutin organisasi segera dimulai. Risa bergegas mengambil motornya dan memasukkan hpnya ke tasnya.
“Loh kok wadah makanan kucing yang selalu aku bawa ga ada ya?” tanya Risa pada dirinya sendiri. Ia mengingat bahwa wadah makanan kucing ketinggalan di mobil Pandu.
__ADS_1
Saat selesai memberi makan kucing kemaren posisi Risa masih terkejut karena perlakuan Pandu yang tiba-tiba mengelus kepala Risa. Ia kembali ke mobil sambil menggendong tas dan wadah makanan kucing di tangannya. Ia tidak kepikiran untuk memasukan kembali ke tas karena masih merasa terkejut. Risa kemudian memutuskan untuk mengirim pesan ke Pandu saat ia telah berada di tempat kumpul organisasinya. Saat telah sampai, ia langsung mengecek ponselnya dan mengirim pesan ke Pandu menanyakan apakah wadah makanan kucingnya ketinggalan di mobilnya. Sembari menunggu balasan, Risa mengikuti kegiatan organisasinya. Setelah selesai, ia langsung pulang mengendarai motornya. Ia merasa capek dan ingin cepat sampai rumah. Risa membersihkan dirinya, dan lanjut untuk shalat asar. Setelah itu, ia rebahan di kasurnya sambil bermain ponsel. Ia mengecek pesan yang dikirim Pandu tadi dan ternyata hanya dibaca oleh Pandu dan tidak dibalas. Aduh dia beneran marah kali ya sampai pesanku cuma dibaca doang, batin Risa. Risa merasa khawatir ia juga takut kalau Pandu marah padanya.