Clarisa (Percaya Kembali?)

Clarisa (Percaya Kembali?)
Chapter 7


__ADS_3

“Dadah Risa sayanggg aku maoo pulang duluu mwahhh” pamit Yasmin pada Risa sambil lari menuju ojek online yang telah ia pesan. Lambaian tangan Yasmin dibalas dengan lambaian tangan Risa.


Risa hari ini ada rapat organisasi, sebenarnya ia ingin izin tidak mengikuti rapat karena ia sangat sedih tetapi mengingat kejadian perjodohan yang dilakukan ayah dan mama membuat ia enggan pulang ke rumah. Ia akhirnya menunggu jam rapat di teras gedung fakultas sambil bermain sosial media. Suara laki-laki yang sangat ia kenali terdengar di kedua telinga Risa. Seperti suara Radit, batin Risa sambil tetap bermain sosial medianya. Tak lama, Radit berjalan keluar dari gedung fakultas menuju teras depan gedung. Radit hanya melihat Risa dengan ekspresi datar, seperti tak acuh terhadap keberadaan Risa. Radit mengambil motor di tempat parkir fakultas dan melesat meninggalkan gedung itu. Risa yang hanya duduk merasa bingung dengan sikap Radit yang cuek padanya.


Perasaan Radit sikapnya friendly deh. Kenapa aku merasa ia menjadi asing? Pertanyaan Risa muncul terlintas di kepalanya. Entah mengapa Risa merasakan hal yang dibilang sakit sih tidak, hilang. Ia merasa ada yang hilang. Jatuh cinta? Risa pun meragukan itu. Risa yang sebelumnya sibuk memainkan ponselnya, tiba tiba terdiam. Ia melamun cukup lama lalu melihat jam pada layar ponselnya. Risa mengambil motor kesayangannya dan langsung menuju tempat rapat organisasi yang ia ikuti. Selama rapat, Risa sangat serius dan menyibukkan dirinya agar tidak kepikiran pada perjodohan dan apa yang telah terjadi baru saja pada Radit.


Dalam kumpul organisasi itu, terdapat sesi istirahat. Teman-teman yang lain ada yang membeli makanan di luar dan ada yang berdikusi lebih lanjut. Risa memilih beristirahat kembali dengan bermain sosial media. Risa duduk di kursi dimana sampingnya adalah tembok. Tempat rapat organisasi yang dilakukan berada di sebuah gedung khusus untuk berbagai organisasi kampus. Langit beristirahat dengan sibuk mengerjakan laporan praktikum mengingat ia merupakan mahasiswa teknik yang tak bisa lepas dari praktek dan laporan. Diam-diam Langit sesekali melirik Risa yang duduk tak jauh darinya. Tak lama, Langit melihat Risa, terlihat air mata Risa mengalir di pipinya. Langit melihat dengan terkejut karna sebelumnya Risa terlihat baik baik saja sejak awal bertemu sesi rapat tadi. Langit menghampiri Risa dan menepuk pundak Risa.


“Riss kamu kenapa nangiss?” Tanya Langit dengan ekspresi panik terlihat di wajahnya.


Risa sendiri terkejut Langit sudah berada di sampingnya. Risa kemudian menutup ponselnya dan mengusap air mata di pipinya.


“Ah ngga kok gapapa Langit, ini tadi liat drama sedih jadinya nangiss hehehe..” jawab Risa berbohong. Risa melihat apa yang tidak seharusnya ia lihat di layar ponselnya. Entah mengapa perasaan Risa tiba-tiba sakit.

__ADS_1


“Oh aku kira ada apa Ris tiba tiba kamu nangis gitu, ternyata abis liat drama yang sedih sedih tohh…” Senyuman Langit terukir manis di bibirnya. Ia merasa tenang kembali saat mengetahui alasan Risa tiba-tiba menangis. Kemudian ia kembali duduk untuk melanjutkan laporan praktikumnya tersebut.


Saat mengendarai motor dalam perjalanan pulang pun, Risa masih tidak percaya apa yang telah dilihatnya di layar hp tadi. Begitu melihatnya, air mata Risa tak terbendung lagi, ia menangis. Rasa sakit terasa sesak di dadanya. Radit memposting foto dirinya dengan seorang perempuan di sosial media pribadi milik Radit. Kenapa melihatnya begitu sakit? Aku bukan siapa siapanya kan? Kenapa aku merasa sakit dan seperti ditinggalkan? Risa menangis di perjalanan pulangnya. Sampai rumah, ia memasukan motor ke garasi dan langsung pergi ke kamar. Ayah sama mama yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga melihat tingkah laku putri kesayangan mereka nampak binngung.


“Risa pulang pulang cemberut sedih gitu kenapa maa?” Tanya Ayah pada istrinya itu.


“Loh Yah, kan mama dari tadi di sini toh sama Ayah.. mama mana tau” Jawab Mama keheranan dengan pertanyaan yang terlontar dari Ayah. Ayah tertawa pada pertanyaannya sendiri yang cukup terbilang konyol. Mama mengetuk pintu kamar Risa dan masuk menghampiri anaknya ittu. Risa duduk di kasurnya sambil menunduk. Ia menangis sampai tidak menyadari mama sudah masuk di kamar.


“Sayang.. kenapa nangis? Ada masalah apa? Cerita ke mama sayang…” ucap mama sembari duduk di samping putrinya itu.


“Mah, Risa seburuk itu ya sampai ditinggal sama semua orang?” tanya Risa tiba tiba.


“Loh Nak, siapa yang ninggalin kamu, ayah mama sayang kamu ga bakal ninggalin..” tanya Mama sambil mengangkat wajah putrinya itu.

__ADS_1


“Teman Risa mah.. Risa merasa sakit dan ada yang hilang…” jawab Risa dengan nada yang pelan.


“Siapa? Teman cowokmu itu? Yang nganterin kamu pulang waktu itu” Mama menebak jawaban dari pertanyaan anaknya itu.


“Loh mama kok tau? Mama peramal ya?” Tanya Risa terkejut, padahal ia belum menyebutkan siapa orang yang dimaksudnya. Mama yang hanya asal menebak saja tambah terkejut kalau jawabannya benar.


“Kan… Mama gamau liat kamu terus terusan disakiti sayang… emang kamu diapain? Dighosting?” Tanya mama pada Risa.


“Loh mama tau emangnya arti ghosting tuh apa?” Risa kaget mamanya tau beberapa bahasa gaul sekarang apalagi kata kata gaul di percintaan.


“Yeee kamu ngejek mama ya, gini gini mama gaul nih” ucap mama tersenyum sombong. Mama ingin menghibur anaknya itu. Tawa Risa keluar dari mulutnya. Mama melihat Risa tertawa juga ikut tertawa. Setelah tertawa mereka selesai, sempat hening sejenak.


“Risaa.. kamu sudah menyukai teman cowokmu itu, sejujurnya mama bangga sama kamu, karna kamu sudah berani membuka perasaanmu kembali.. tapi apa Risa.. kamu merasa sedih, mama juga ikut sedih. Laki-laki yang tidak berani memberi kepastian dan hanya memberi banyak harapan akan meninggalkan luka dalam di hatimu. Laki laki itu hanya menggantung perasaanmu. Sakit kan? Pasti sakit sayang.. apa yang dilakukan ayah sama mama mengenai perjodohan kemarin bisa kamu jalani saja dulu ya nak, ayah mama tau mana yang terbaik buat kamu… tau bobot, bibit, dan bebetnya sayang.. kamu bisa pertimbangkan sekali lagi ya. Ayah sama mama benar benar gamau kamu ngerasain jatuh cinta karena laki-laki yang salah seperti yang terjadi padamu sekarang sayang.” Ucap mama lembut sambil mengelus kepala Risa.

__ADS_1


Mama ingin anaknya menjalin hubungan dengan laki-laki yang tepat dan tidak mau anaknya terus-terusan merasa takut membangun kepercayaan pada suatu hubungan baru dengan seorang laki-laki. Risa mendengar mama menenangkan dirinya kemudian langsung membahas perjodohan kemarin langsung terdiam, menunduk. Ia tidak merespon ucapan dari sang mama.


“Ma, Risa ingin sendiri dulu ya.” Pinta Risa sambil tersenyum pada mama. Mama mengangguk mengerti dan meninggalkan Risa di kamarnya.


__ADS_2