Clarisa (Percaya Kembali?)

Clarisa (Percaya Kembali?)
Chapter 8


__ADS_3

“Nih motor gamau nyala deh, masa mogok sih?” ucap Risa saat menyalakan motornya ketika ingin berangkat ke kampus. Ia terus coba menghidupkan motornya tetapi tidak hidup padahal bensin juga penuh.


“Mamaaaa… Risa naik ojek online ya hari ini, motor Risa gabisa nyalaa.” Panggil Risa pada mamanya yang berada di dalam rumah.


“Kok bisa mogok sayangg? Kamu berangkat pake ojek online aja ya, nanti bisa pulang bareng Ayah.. Motor kamu nanti mama urus ke bengkell..” jawab Mama pada Risa. Lantas Risa memesan ojek online dan menunggu beberapa menit saja. Akhirnya ojek online pesanan Risa telah datang, ia berpamitan pada mama.


Pekan ujian tengah semester telah selesai, Risa menjalani perkuliahan seperti biasa. Jadwal hari ini hanya ada satu mata kuliah dengan jam perkuliahan dimulai agak siang. Mata kuliah hari ini adalah bahasa inggris. Risa sendiri cukup bisa dalam bidang bahasa inggris meskipun belum bisa dibilang menguasai sepenuhnya. Risa meletakan tangan dan kepalanya di meja dan ia ingin tidur sebentar. Sementara Yasmin bermain hp di sebelah Risa.


“Gaiisss aku mau umumin sesuatu nih, kemarin Bu Dina ngasih tau sama aku kalau dosen pengampu bahasa inggris setelah UTS bukan beliau lagi ya, ada dosen pengganti baru yang akan ngajar kita sampai ujian akhir semesteran nanti.” Ucap Lilia selaku penanggung jawab mata kuliah bahasa inggris kelas.


“Ris, kira kira killer ga ya, padahal sama Bu Dina enak loh ngajarnya, takut ntar penggantinya killer.” Tanya Yasmin pada Risa dengan menyenggol tangan teman dekatnya itu.


“Gatau lah Min, mau tidur bentar..” jawab Risa dengan malas.


“Yee tumben lemes gitu, baru galau ya say?” canda Yasmin sambil ia tertawa kecil pada Risa.


“Apasih…” Risa mengangkat wajahnya dan menoleh ke Yasmin. Yasmin dan Risa memilih tempat duduk agak belakang karena merupakan tempat favorit mereka berdua. Mereka bisa curi curi untuk mengobrol atau bermain hp. Suasana kelas yang tadinya ramai ketika mendengar suara pintu kelas terbuka dan terlihat seorang laki-laki yang penampilannya seperti dosen membuat suasana kelas hening. Risa yang masih sibuk mengeluarkan buku catatannya mendengar Yasmin berbisik di telinga Risa.


“Ris liat ris cakep betul dosennya..” Bisik Yasmin sambil menyenggol badan Risa untuk segera melihat siapa dosen pengganti itu. Kemudian Risa melihat dosen itu, seorang laki-laki.


Deg.

__ADS_1


Pandu? Anak Om Dipta? Aku ga salah liat kan? Batin Risa sambil memelototkan matanya meyakinkan penglihatannya tidak salah. Mata Pandu dan Risa bertemu. Pandu memakai kemeja formal dengan lengan baju yang tergulung memperlihatkan tangan dan arloji yang terpasang di pergelangan tangannya. Tak lupa rambut rapi menampakan dahi dan juga kacamata yang ada di mata tajamnya. Risa membuang muka saat tatapan mereka berdua bertemu, ia menunduk merasa gugup.


“Ris liat anak anak kelas pada klepek klepek tuh…” Yasmin mengatakan hal yang membuat Risa melihat sekeliling teman kelasnya yang pandangan mereka tak lepas dari seorang laki laki perawakan tinggi dengan badan ideal yang merupakan calon suami Risa. Iya, calon suami Risa.


“Selamat siang teman teman, saya Pandu Anggara, dari Fakultas Ilmu Budaya, bisa dipanggil Pandu, saya akan mengajar kalian mulai setelah UTS ini sampai UAS nanti..” sapaan dari Pandu dengan suara rendahnya memecah keheningan kelas itu.


“Apa ada pertanyaan sebelumnya?” tanya Pandu pada mahasiswa yang ada di kelas itu. Sebagian besar mahasiswi tidak dapat melepas pandangan dari dosen muda, dosen pengganti baru mereka.


“Bapak sudah punya pasangan belumm?” tanya seorang anak kelas yang berani menanyakan hal yang termasuk pertanyaan ranah pribadi. Suasana kelas pecah dengan penuh gelak tawa mendengar pertanyaan spontan salah satu anak kelas itu. Risa yang mendengarnya itu lantas melihat Pandu yang belum menjawab pertanyaan tersebut.


“Pasangan yaa?” jawab Pandu belum memberikan jawaban pasti. Ia kemudian menatap Risa dengan tatapan tajam lalu senyuman terukir di bibirnya.


Dia kenapa lihat aku? Mana pake senyum senyum gitu? Risa membatin dan bergidik ngeri dengan tatapan dan senyuman Pandu itu. Risa lalu mengalihkan pandangannya ke ponsel berpura pura bermain sosial medianya padahal nyatanya ia hanya membuka galeri agar terlihat sibuk.


Hah? Maksudnya apa dia jawab begitu terus natap aku? Risa hanya bisa membatin.


“Buset dah punya Ris, beruntung banget ya perempuan pasangan Pak Pandu itu” ucap Yasmin berbisik pada Risa yang masih terdiam karena jawaban dari calon suaminya itu.


“YAHH PAK PANDU TERNYATA SUDAH PUNYA PASANGAN GAISS..” teriak salah satu anak kelas yang tadi menanyakan pertanyaan sebelumnya dengan nada kecewa. Semua mahasiswi yang ada di kelas itu menunjukkan ekspresi sedih dan kecewa secara bersamaan. Yang terjadi sekarang ini menurut Risa merupakan momen yang lucu, ia tidak sengaja tertawa kecil.


Eh? Ngapain aku ketawa? Tawa Risa kemudian tiba tiba berhenti. Pandu ternyata melihat tawa kecil Risa tadi.

__ADS_1


Perkuliahan berjalan seperti biasa, hari ini karena Pak Pandu sebagai dosen pengganti, perkuliahan hanya perkenalan dan mengenai kontrak perkuliahan saja. Jadi perkuliahan yang seharusnya selesai dalam waktu 100 menit, ternyata selesai dalam waktu sekitar 30 menit saja.


“Risa sayangg aku pulang dulu ya nanti mau dating sama mas pacarrr, dadaaa Risa sayangkuuu…” pamit Yasmin pada Risa sambil berlari ke ojek yang telah ia pesan saat sebelum penutupan jam kelas oleh Pak Pandu.


“Hati hati Yasminn…” balas Risa sambil melambaikan tangan ke teman dekatnya itu.


Saat Risa ingin menelpon Ayahnya ia tak sengaja berpapasan dengan Radit. Risa spontan menyapa Radit.


“Eh Radittt mau kemana? Cie cie habis jadian yaa… punya pacar baru…” sapa Risa spontan mengejek Radit, padahal dalam hati Risa terasa cukup sakit mengatakannya.


“Eh Risaa, a-aku ada kelas nih, duluan yaa..” pamit Radit terasa canggung seperti menghindar dari Risa. Ekspresi Risa berubah dari sapaan penuh senyuman seketika hilang dari wajah Risa. Terlihat rasa sedih terukir di wajah Risa. Tiba tiba ponselnya berbunyi, ia mendapat telepon dari ayah.


“Nak, ayah mengajar sampai sore, kamu pulang sama Mas Pandu ya, tadi ayah udah bilang sama Mas Pandu buat anter pulang kamu..” ucap ayah dalam telepon dengan Risa.


“Hah Yah gimana? Sama Mas Pandu??” jawab Risa terkejut kemudian memelankan suaranya saat menyebut nama laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti.


“Iya Risa, ayah tutup telepon dulu ya ini masih ngajar. Bye sayangkuu” Ayah lantas menutup telepon tanpa mendengar telebih dulu jawaban dari anaknya itu.


Risa kesal, ia merasa kalau bisa naik ojek online dan kenapa harus pulang bareng dia?


Nomor tak dikenal menelpon Risa. Lantas Risa mengangkat telepon itu.

__ADS_1


“Haloo?” jawab Risa pada telepon itu.


__ADS_2