
“Ya ampun nggak Fahh, aku cuma tanya doangg, cepet jawab alasannya apa kok cowo nglakuin begitu?” Tanya Risa sekali lagi pada sahabatnya, Afifah.
“Yaa itu mungkin pdkt kalii, masa tiba tiba nanyain udah punya pacar belum terus tiba tiba juga elus kepala cewe?” jelas Afifah sambil makan cemilan yang terlihat di video call. Risa mengangguk mengerti, hendak menanggapi penjelasan Fifah tersebut, Afifah menanyakan hal pada Risa.
“Eh tapi nih tapi, dia memang friendly? Cowo friendly mah menurutku biasa sih kalo ngelakuin itu paling dianggep temen aja.” Tambah Fifah setelah memberi penjelasan sebelumnya.
“Oh gitu…” jawaban singkat keluar dari mulut Risa. Risa mengerti penjelasan dari Fifah ada benarnya. Radit memang sosok yang friendly dan ramah pada semua orang tanpa membedakan jenis kelamin.
“Kamu baper ya Ris?” tanya Fifah sambil memasukan cemilan ke mulutnya dengan santai.
“Ih ya nggak lah, gitu aja baper. Omong-omong gimana koas mu? Lancar kan?” Tanya Risa menyudahi topik mengenai Radit dan mengalihkan pembicaraannya mengenai perkuliahan sahabatnya itu. Mereka berdua mengobrol sampai berjam jam. Afifah dan Risa bersahabat sejak SMP dan sampai sekarang, setiap hari pun mereka tetap berkomunikasi meskipun hanya lewat chat, telepon, ataupun video call seperti saat ini.
“Risaa, makan malam dulu ayo sama ayah mamah.” Panggil mama yang tau bahwa Risa sedang berada di kamar. Lantas Risa langsung pamit pada sahabatnya dan menutup video call lalu bergegas menuju meja makan. Di sana sudah ada ayah yang duduk dan mama yang mengambilkan nasi untuk ayah. Risa kemudian mengambil nasi beserta lauk tempe goreng dan sayur asem yang merupakan menu favorit Risa. Makanan yang sederhana, penting kenyang, dan penting kumpul bersama ayah mama inilah merupakan salah satu momen bahagia bagi Risa.
“Gimana kuliahnya Risa? Lancar atau ada kendala?” Tanya Ayah pada Risa saat mereka bertiga menikmati makanan di piring mereka masing masing.
“Alhamdulillah sejauh ini lancar Yah.. tapi kayaknya nanti banyak tugas projectnya deh bentar lagi juga ujian tengah semester.” Jelas Risa pada Ayahnya kemudian menyuapkan satu sendok nasi kemulutnya.
__ADS_1
Keluarga sederhana, terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak tunggal perempuan menikmati makan malam yang sederhana pula tidak membuat suatu momen kebahagiaan tertunda. Bahagia tidak melulu soal kemewahan dengan harga yang mahal dan mengeluarkan uang banyak. Setelah makan malam dan Risa membantu mama untuk membereskan, ia kemudian masuk ke kamarnya untuk mengerjakan tugas kuliah. Kebiasaan Risa saat mengerjakan tugas adalah harus mendengarkan musik. Menurutnya, musik membuatnya lebih santai dan rileks saat mengerjakan tugas. Saat keadaan rileks, Risa merasa ia cepat menemukan ide-ide di kepalanya sehingga tugas cepat selesai dengan sempurna. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, tugas Risa sudah selesai dan sebelum tidur ia menyempatkan untuk bermain hp sebagai salah satu refreshing versi Risa setelah menjalani perkuliahan. Notifikasi muncul dari hpnya, Risa agak terkejut melihat nama dari notifikasi itu. Radit. Ya, Radit saat ini mengirim sebuah foto pada Risa. Risa sendiri juga ingin tahu apa foto yang dikirim Radit itu. Ternyata Radit mengirimkan foto ia sedang menonton series drama sejenis yang ditonton saat di kampus tadi di mana ia menunggu waktu rapat organisasi ditemani oleh Radit. Risa agak bingung dengan Radit. Mengapa ia mengirimkan foto ini? Mengapa tiba-tiba? Mengingat Radit merupakan sosok yang friendly dan memang ramah pada semua orang, Risa membalas pesan itu. Risa memutuskan untuk tidur karena ia sudah menguap beberapa kali, hari ini memang cukup melelahkan bagi Risa.
Kuliah pagi hari ini Risa berangkat sendiri menggunakan motor kesayangannya. Saat memakirkan motornya itu, ia melihat Yasmin sahabatnya sedang turun dari tumpangan ojek online dan menyapa Risa.
“Risaaa morning!!!” ucapan selamat pagi selalu diterima Risa dari temannya itu. Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ruang kuliah. Seseorang menepuk pundak Risa dari belakang yang membuat Risa terkejut dan menoleh ke belakang. Senyuman manis terpancar dari bibir seorang laki-laki dengan suara yang sangat lembut bagi seorang laki-laki.
“Hai Risaa eh Yasmin juga haii” sapaan dari Radit untuk Risa dan Yasmin yang membuat mereka berdua sempat terkejut dan bingung.
“Eh tau ngga tadi malem aku kirim pap kalo aku nonton drama yang sejenis drama yang kamu tonton kapan lalu Ris, seru banget tonton gih cepet aku rekomendasiin.” Radit sangat antusias menceritakan drama yang ia tonton tadi malam ke Risa. Yasmin sekilas melihat Risa dan merasa ada sesuatu di antara mereka berdua.
Sampainya di ruang kuliah, Yasmin masih mengamati Risa dengan selidik. Tingkah laku Yasmin terbaca Risa sedari mereka berdua mengobrol dengan Radit tadi.
“Sejak kapan kamu deket sama cowok? Radit anak kelas sebelah itu? Kalian PDKT ya Ris?” Tanya Yasmin bertubi tubi dengan antuasias ingin tahu apa yang terjadi dengan teman kesayangannya itu. Risa yang mendapat pertanyaan dari Yasmin langsung menghela nafas sebelum menjawabnya.
“Deket apa sih Min, temen aja kaya biasanya lah. Orang dia kan sekelompok sama kita ospek dulu” Jelas Risa sambil ia mengeluarkan laptop dari tasnya.
“Tapi sampai kirim pap pap begitu, emang bahas apa kalo chat sama dia?” Yasmin sangat ingin tahu apakah Risa ini sedang memulai hubungan baru dengan Radit, anak kelas sebelah.
__ADS_1
“Ya biasalah, kadang dia bahas tentang drama series lainnya, kadang pap kalo lagi nonton ini, lagi ngapain, kan kamu tau sendiri kalo dia tuh memang ramah sama semua orang dan itu kan biasa kan?” Risa menceritakan obrolan apa yang sering dibahas dengan Radit melalui chatnya itu.
“Risaaa!! Keknya kalo emang cowo friendly ga sampe segitunya deh.. itu kaya dia deketin kamu loh..” tanggapan Yasmin mendengar cerita dari Risa. Risa terdiam dan berpikir mungkin benar yang dikatakan oleh Yasmin.
“Kamu tuh udah agak lama menjomblo, pernah pacaran lama ama mantan kamu gitu aja ga tau sama ga peka sih Ris.” Perkataan Yasmin pada Risa yang dinilai mungkin agak buat tersinggung. Tangan Risa mengetik mengerjakan laporan organisasi di laptop tiba tiba berhenti dan ia menoleh ke Yasmin.
“Ngomong apa tadi? Ulangi cepet ulangi ga dengerr!!” ucap Risa sambil menatap tajam wajah Yasmin.
“Nggak hehehe lupa Ris, ampun ndoro.” Jawab Yasmin sambil memohon ampun dengan gerakan tangan seperti memohon ampun pada baginda raja. Risa yang melihat tingkah temannya itu langsung tertawa kecil. Tak lama dosen yang mengajar mata kuliah jam pertama masuk. Di sela sela pergantian jam mata kuliah sekitar lima menit, Risa tetap melanjutkan mengetik laporan dan Yasmin sendiri sibuk bermain hp yang ada ditangannya. Mata kuliah jam kedua dimulai dan diisi dengan presentasi kelompok. Setelah perkuliahan selesai, Yasmin menatap Risa yang masih sibuk membereskan buku dan laptopnya.
“Kantin gass?” ucap Yasmin pada Risa yang masih sibuk membereskan. Risa hanya mengacungkan jempol saja tepat di depan wajah Yasmin yang menandakan setuju. Mereka pun bergegas menuju kantin, membeli makanan, dan memilih tempat duduk. Saat mereka berdua menikmati makanan sambil mengobrol, tiba-tiba Radit datang membawa makanan.
“Halo gais boleh join ga?” Tanya Radit berdiri sambil membawa makanan dan minuman di kedua tangannya.
“Boleh join aja Dit” Jawab Yasmin tanpa melihat Risa dulu. Risa yang mendengarnya tetap cuek dan menikmati makanan dengan lahap. Mereka bertiga menikmati makanan masing masing dan mengobrol dengan berbagai topik. Yasmin kemudian memesan ojek online dan pamit pulang. Risa sendiri menghampiri motornya di parkiran dan bersiap siap pulang. Radit muncul di sebelah Risa saat sudah berada di atas motor.
“Nggak pulang Dit?” tanya Risa basa basi karena Radit tiba tiba muncul di sebelahnya meskipun tadi Risa dan Yasmin pamit duluan meninggalkan Radit.
__ADS_1
“Ada kelas aku, kamu pulangnya hati-hati ya Risa.” Ucap Radit meninggalkan Risa dengan lambaian tangan dan senyuman.
Aneh, batin Risa. Risa merasa aneh dengan Radit akhir-akhir ini meskipun ia sudah mengenal sejak awal ospek perkuliahan. Tak lama, ia menghidupkan motornya dan melesat meninggalkan gedung fakultas di mana ia kuliah.