Couples Swapped

Couples Swapped
Part 1.


__ADS_3

Happy reading!🐎


****


"DIMANA BAYIKU?" Teriakan histeris dari seorang wanita paruh baya. Wanita itu baru saja tiba di ruangan milik anaknya, apa yang ia dapati? putrinya menghilang. Wanita itu menangis tersedu-sedu.


"MAS..." Wanita itu berlari menuju suaminya, lalu memeluknya. Pria paruh baya yang mendapat serangan secara tiba-tiba tersentak. Pria itu menatap istrinya lekat.


"Ada apa Vanya? kenapa kamu menangis?" ucap pria itu, Vanya. nama wanita paruh baya itu menatap Adrian, suaminya.


"Mas, putri kita. Casha hiks," ucap Vanya. Adrian semakin bingung di buatnya.


"Ada apa Vanya, kenapa dengan Casha?" tanya Adrian, Vanya semakin menangis.


"Casha hilang Mas. di kamar mereka hanya ada Cisha, mas tolong cari Casha hiks," ucap Vanya, adrian menegang. pria paruh baya itu langsung berlari kencang menuju kamar putri-putrinya. Dan benar saja, hanya ada satu bayi di sana, hanya Ada Cisha.


...----------------...


Cashandra Amuella nama bayi pertama dari pasangan Vanya dan Adrian


Cishandra Amiella nama bayi kedua dari pasangan Vanya dan Adrian, sekaligus kembaran Casha.


Tapi karena kejadian hari itu, kini mereka berdua berpisah. bertemu tanpa menyadari bahwa mereka memiliki ikatan batin.


17 tahun berlalu, Vanya masih memikirkan Casha, begitupun dengan Adrian. Saat ini keluarga mereka, sedang ada di meja makan. Mereka menyantap sarapan dengan keheningan, Kebiasaan baru bagi keluarga Adrian.


"Mami, apa kak Casha mirip dengan Cishi?" untuk pertama kalinya, Cishi menanyakan pertanyaan itu pada Vanya.


Vanya menatap putrinya, "sangat mirip, bahkan kalian sangat susah di bedakan," ucap Vanya. wanita itu tersenyum, begitupun Cishi.


"Berarti, gampang dong buat nemuin Kak Casha," ucap Cishi riang. gadis itu menyelesaikan makanannya, lalu berpamitan pada Adrian dan Vanya.


Vanya menatap Adrian dengan tatapan sendu, Adrian pun tak kalah sendu. 17 tahun berlalu, mereka berdua masih saja belum menemukan keberadaan Putri sulung mereka.


Di SMA high school atau yang kerap di sapa SHS. kini terlihat ramai, kenapa tidak? seorang pemuda yang menjadi pusat perhatian mereka saat ini. Cishi saja yang melihat itu tidak berkedip.


"Ganteng banget," gumam Cishi, gadis itu menatap pemuda itu dengan tatapan memuja.


Dan yang dilakukan oleh pria itu, hanya bisa mengangkat kepalanya Angkuh. Pemuda itu berjalan tanpa melirik sama sekali, Dia tetap berjalan cool menuju ruang kepala sekolah.

__ADS_1


sedangkan di sisi lain, Seorang gadis tomboy dengan penampilan urakan itu masuk di kelasnya. Setelah mendaratkan bokongnya di kursinya, Gadis itu langsung tertidur.


Sudah menjadi, kebiasaan bagi Cashandra amuella.


"CASHANDRA LALUNA," teriakan dengan suara yang melengking, membuat Casha tersentak. kemudian gadis itu menatap Guru yang sedang marah kepadanya.


"Kenapa bu? ribut sekali ibu ini," ucap Casha ketus. gadis itu memilih melanjutkan tidurnya daripada meladeni guru gila itu.


"KELUAR DARI KELAS SAYA CASHA," teriak guru itu. Casha berdecak, lalu berdiri meninggalkan kelasnya.


Gadis itu melangkahkan kakinya, menuju rooftop sekolah. Tempat ternyaman bagi seorang Cashandra Amuella.


Berbicara tentang Casha, gadis itu mengganti namanya. Ralat bukan dia, tapi orang tua angkat Casha.


Saat akan memejamkan matanya, Seseorang datang dan dengan seenaknya mengecup pipi Casha. Casha mendelik, Tidurnua di ganggu lagi.


"ARES!?" teriakan kesal Casha membuat, pemuda bernama Ares menatap Casha dengan tatapan jahilnya.


"Biarin gue tidur, atau lo gue bunuh," ancam Casha. Ares mendelik, tentu saja pemuda itu takut. karena Ancaman seorang Cashandra laluna, tidak pernah hanya sebuah ancaman.


"Sensi banget sih lo," ucap Ares. Casha menatap Ares hanya sekedar, lalu menatap langit.


Ares terkekeh, "Nyesel banget ya?" tanya Ares. seperti biasa, Ares adalah salah satu teman Casha yang paling jahil.


"Sialan lo! pergi dari sini, gue males banget ketemu sama lo," ucap Casha, gadis itu merotasi matanya.


"Gak gue restuin lo ama Aris." Goda Ares. Casha mendelik.


"Siapa juga yang naksir ama Aris. iww gak banget deh," ucap Casha. ia memperagakan seakan-akan ia akan mengeluarkan isi perutnya.


"Awas loh, kemakan omongan sendiri," Ares cekikikan, kemudian berlari pergi sebelum sepatu yang Casha gunakan mendarat tepat di wajahnya.


"ARES LAKNAT!" teriak Casha. gadis itu kembaki merebahkan dirinya dan menutup matanya.


...----------------...


Casha memasuki kamarnya, Gadis itu memilih menghabiskan waktunya untuk tidur daripada harus melihat kakek tua itu. katakan Casha kurang ajar, tapi itu kenyataannya. kakek itu sudah tua.


"Casha, buka pintu nya sayang. Ada kakek tuh di bawah, masa kamu gak mau nemuin," bujuk Sandra, ibu angkat Casha.

__ADS_1


"Gak mau Bun. Casha capek, Bunda sama Ayah aja yang nemuin kakek," ucap Casha dari luar kamarnya.


Casha tahu kedatangan kakeknya kemari, itu di karenakan kakeknya yang begitu antusias menjodohkannya.


"Ayah tolong, Casha tidak mau di jodohkan kenapa Ayah terus memaksanya," suara berat dari luar sana dapat Casha dengar. Itu suara ayahnya, Devano.


"Ayah lakukan ini demi kebaikan Casha, Vano." Ucap Vino, Ayah Vano. Kakek Casha.


Casha muak ketika kakeknya mengatakan bahwa perjodohan itu di lakukan untuk kebaikan dirinya, nyatanya itu untuk keuntungan sang kakek. Casha turun menghentikan pertengkaran ayahnya dan Kakeknya.?


"Tidak. kakek lakukan itu hanya demi keuntungan kakek," ucap Casha. Gadis itu turun, ia muak mendengar suara kakeknya. Vino menatap Casha jengkel, gadis itu bisa-bisanya turun di saat dirinya hampir mempengaruhi Vano.


"Apa maksud kamu, sayang?" suara Vino melembut, Casha merotasi matanya.


"Jangan kira, Casha tidak tahu rencana kakek. Casha tahu, Setelah Casha berhasil menikah dengan orang yang ingin kakek jodohkan dengan Casha, kakek mendapatkan saham itu kan? Casha cucu kakek, kenapa kakek menjual Casha?" ucap Casha. gadis itu tidak menangis, tapi matanya tidak pernah bisa berbohong.


"Kakek tidak menjual kamu Casha,"


"Kakek menjual, Casha. Bukannya itu sama saja Kek?" tanya Casha. suaranya terdengar tenang, namun begitu tegas.


"Jadi kamu udah gak percaya sama Kakek?" ucap Vino. Casha memalingkan wajahnya, gadis itu terlalu lemah jika sudah berhadapan dengan Vino.


"Apa Casha harus mengorbankan pendidikan Casha hanya untuk keinginan kakek?" Tanya Casha. Vino menggeleng.


"Casha mau sekolah kakek. Casha mau kuliah di universitas yang Casha inginkan sejak dulu, Casha mau jadi dokter. Apa impian Casha harus Casha kubur hanya karena permintaan Kakek?" ucap Casha. Vano yang mendengar itu menggeleng. ia juga punya impian, melihat Putrinya memakai Jas putih.


"Casha bisa bertunangan dulu dengannya," ucap Vino. yang masih Keukeh menjodohkan Casha. Mata Casha memerah. kenapa Kakeknya begitu mau melihat Casha berumah tangga.


"FINE, CASHA IKUTI MAU KAKEK. CASHA MAU DI JODOHKAN," ucap Casha akhirnya. Gadis itu berlari, matanya berkaca-kaca. Sandra dan Vano mengejar putrinya. berbeda dengan Vino, pria yang sudah lanjut usia itu tersenyum senang.


Vino meraih ponselnya, lalu menghubungi seseorang. Ia berucap bahagia, begitupun seseorang yang ia telpon itu.


"Casha sudah menerima perjodohan ini, kita akan menjadi besan," ucap Vino. kesenangannya melupakan bahwa cucunya menderita karena perjodohan ini. Casha masih mengurung dirinya, tidak mau keluar bahkan makan saja ia selalu makan di kamarnya.


*****


Bersambung...


Terimakasih sudah membaca. katakan jika ada Typo. aku baru menulis disini. senang bertemu dengan kalian.🤗

__ADS_1


__ADS_2