Couples Swapped

Couples Swapped
part 2


__ADS_3

Seorang pemuda menatap galak pada Casha. sedangkan Casha hanya meringis. Pemuda itu terus mengoceh dihadapan Casha.


"Kamu tahu? susahnya saya membeli mobil ini? saya menolak mentah-mentah uang dari kakek saya demi membeli mobi-


"Akh...om berisik. Casha minta maaf udah rusakin mobil om, gak usah ceramahin Casha, cukup kakek aja." ucap Casha. gadis itu memotong ucapan pemuda itu.


"Heh! saya tidak setua itu untuk kamu panggil om," desis pemuda itu.


"Pantes lah om. umur Casha itu 17 tahun, pasti om udah 30-an. jadi wajar aja," ucap Casha. pemuda itu menggeram kesal, ini anak siapa sih, batin pemuda itu.


"Dengan ya anak kecil, nama saya Dirga, lebih lengkapnya Adirga Cahya Edlyn. umur saya masih 23 tahun bukan 30-an, jadi berhenti memanggil saya om. karena saya bukan om kamu," ucap Dirga. setelah mengatakan itu, ia pergi dari hadapan Casha.


"TAPI KAN SAMA AJA OM," Teriak Casha. Dirga tidak memperdulikan teriakan itu. ia memilih pergi dari sana dari pada harus berurusan dengan Casha.


Casha melihat jam di tangannya, Gadis itu menepuk keningnya saat tahu ia sudah terlambat. namun sedetik kemudian senyumnya kembali.


"Pulang ah. kan ada kakek di rumah," ucap Casha. gadis iru terkikik, membayangkan betapa enaknya rebahan di kasurnya.


Di perjalanan, Casha sama sekali tidak terganggu. saat sampai di rumah, telinganya di jewer oleh ayahnya. Vano.


"Nakal sekali anak ini," ucap Vano. Casha meringis.


"Akh...sakit ayah," ucap Casha manja. Vano merotasi matanya malas.


"Siapa yang nyuruh kamu bolos Hah?" tanya Vano, Casha cengengesan.


"Ayah, Casha udah terlambat tadi. dari pada ke sekolah lagi mending pulang," ucap Casha. Vano menggelengkan kepalanya, Rumit jika sudah berdebat dengan Casha.


"Sudahlah, Casha masuk ke kamar kamu. bersih-bersih, habis itu turun yah. ada orang yang mau ketemu sama kamu," ucap Sandra menengahi. Casha tersenyum dalam kebingungan, lalu naik ke kamarnya.


"Anak itu," ucap Vano saat melihat Casha berlari naik ke kamarnya.


Malam telah tiba, Dan benar ada banyak orang dibawah sana. Casha tidak tahu siapa mereka. Chasa tersentak kaget, saat ada yang menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Siapa?"


"Bunda sayang," ucap Sandra. Casha bangkit dari kasurnya lalu membukakan pintu untuk Sandra.

__ADS_1


"Kenapa belum siap-siap?" tanya Sandra. Casha menepuk dahinya.


"Casha mandi dulu, bun. suruh menunggu kalau mereka mau ketemu sama Casha." ucap Casha, Sandra mengangguk.


"Jangan lama ya sayang," ucap Sandra kemudian keluar dari kamar putrinya.


Beberapa jam kemudian, Casha baru turun dari kamarnya. gadis itu dengan seenaknya berjalan menuju dapur. Vano dan Sandra melotot melihat kelakuan Casha.


"Heh! jangan makan dulu," ucap Vano, menepis sedikit kasar tangan putrinya. Casha meringis.


"Ih.. tangan Casha sakit Ayah," ucap Casha. sedikit meringis. Vano menatap nyalang putrinya.


"Kenapa baru keluar sekarang Casha? semua orang menunggu kamu," ucap Vano. Seketika mata Casha membulat, menatap sekelilingnya yang di penuhi dengan tamu.


Casha meringis, "Casha ketiduran hehe," Casha cengengesan. Vano merotasi matanya, malas dengan tingkah Casha yang sangat jauh dari kata gadis Feminim.


Vano menarik tangan Casha, Casha menurut dan mengikut saja. Casha duduk di samping seorang pria, matanya membulat sempurna saat ia tahu siapa pria itu.


"Om?!" pekik Casha. matanya melotot, sedangkan pria disampingnya menutup telinganya. Vano meringis lagi, anak ini, gak bisa kalem apa, batin Vano resah.


"Casha," peringat Vano. Casha cengengesan. Gadis itu berbalik menatap pria disampingnya.


"Saya sudah bilang, nama saya Dirga. Dan saya tidak setua itu untuk kamu panggil, Om. Calon istri," ucap Dirga. Casha melotot saat mendengar Dirga mengucapkan Calon istri di akhir kalimatnya. Gadis itu menatap Vano, lalu kakeknya.


"Dia Dirga, Anak dari sahabat kakek sayang. Dia calon suamimu, eh calon tunangan kamu," ucap Vino. menatap cucunya yang wajahnya sudah memerah menahan kesal.


"Kenapa gak bilang, kalau tamunya mereka kakek," ucap Casha setengah merengek.


"Kakek sudah bilang, kalau kita bakal kedatangan tamu penting. Kamu saja yang tidak dengar," ucap Vino cuek. Casha berdecak kesal.


"Tapi kakek kan gak bilang siapa tamu pentingnya,"


"Harus banget ya?" ucap Vino. Casha mendelik.


"Ih kakek," rengek Casha. mereka semua terkekeh melihat tingkah Casha, kecuali Dirga. Pria itu hanya tersenyum tipis.


...****************...

__ADS_1


Malam yang begitu panjang, setelah keluarga besar Dirga pulang. Casha tidak dapat tidur. Gadis itu memikirkan ucapan kakeknya dan kakek Dirga.


"Secepatnya kalian akan tunangan, karena saya tidak mau ada wanita lain yang mengaku-ngaku telah hamil anak dari cucuku," ucap Darto, kakek Dirga malam itu.


Sedikit tercengang, saat tahu bahwa Dirga se-famous itu. namun itu tak mengurangi rasa benci Casha pada Dirga. Casha masih dendam pada Dirga. padahal tempo hari, dia yang salah.


"Ihh. kenapa harus dia sih, nyebelin banget. gak ada gitu yang lebih muda dan ganteng," gerutu Casha. gadis itu berguling-guling di kasurnya.


"Ah, gue gak mau nikah ama dia. om-om nyebelin! apa kata temen gue saat liat dia," ucap Casha.


"Tapi kalau di pikir-pikir dia ganteng sih, kakeknya kaya. wah bisa gue porotin nih," ucap Casha melantur. Dengan mata berbinar gadis itu menarik selimutnya untuk tidur. Tidak sabar dengan hari esok.


Sedangkan di kamar lain. Kamar milik Dirga, pria itu sedang berkutat. mencari informasi tentang Cashandra Laluna. Namun sampai pukul 02 pagi, pria itu tidak menemukan apapun.


Identitas Casha benar-benar tertutup rapat. Pria itu menghela nafas berat, kemudian menyimpan laptopnya. Ia membaringkan tubuhnya, sudah waktunya ia istirahat.


"Kamu itu siapa, muka kamu gak asing di pikiran ku," ucap Dirga sebelum memejamkan matanya.


Pukul 02.00 pagi, Dirga terbangun. Pria itu, bermimpi buruk. mimpi yang selalu ia ingin hindari. Pria itu berdecak kesal dan meminum air putihnya.


"Kapan mimpi itu, berhenti menggangguku," ucap Dirga.


"Aku mau tidur nyenyak, semalam saja," mohon Dirga. Pria itu sudah memejamkan matanya. namun mimpi itu masih terus membayangi nya.


"Akh...nakal sekali mimpi ini, aku tidak suka." ucap Dirga. Pria itu memilih melanjutkan pekerjaannya, daripada ia hanya melamun.


Tiba-tiba, Dirga mengingat gadis itu. Gadis yang membuat hidupnya tidak tenang akhir-akhir ini, Casha. namanya terus terngiang-ngiang.


"Akh...kenapa aku mengingat gadis nakal itu," ucap Dirga. Bibirnya melengkung, ia tersenyum tipis.


"Dia cantik, bahkan sangat cantik. Aku menyukainya. Menyukai setiap perdebatan diantara aku dan dia," ucap Dirga lagi. pria itu tidak henti-hentinya melengkungkan bibirnya.


......................


Bersambung...


**sampai disini dulu ya guys, kapan-kapan aku bakal lanjutin kalau ada mood. karena belum ada pembacanya sih salah satu alasan aku belum update hahaha.

__ADS_1


Thank u, see you another day🤗**


__ADS_2