Couples Swapped

Couples Swapped
Part 3


__ADS_3

happy reading!🐎


****


Pagi harinya, Casha bangun pagi sekali. Baik Sandra maupun Vano menganga tidak percaya. Karena Casha itu anaknya pemalas, susah di bangunkan dan bodo amat dengan waktu. Itulah mengapa Vano dan Sandra terkejut.


"Mimpi apa aku semalam, melihat putri nakal ku bangun sepagi ini," Celutuk Vano. Casha mendengus, Gadis itu mengambil piringnya tidak memperdulikan ucapan Vano.


"Heh! Ayah bicara padamu," ucap Vano kesal saat dirinya di acuhkan oleh Casha. Casha mendelik, suka sekali memukul tanganku, batin Casha.


"Kan ayah yang mimpi, bukan Casha. jadi Casha gak tahu ayah mimpi apa," ucap Casha. Vano mendelik, Sandra tertawa. Casha sarapan dengan tenang, meski mulut Vano sesekali mengoceh tidak jelas.


"Berisik deh ayah." Tegur Casha, Vano mendelik lagi.


Beberapa menit sarapan, akhirnya Vano dan Casha selesai. Saat hendak mengantar Casha kesekolah, Casha menolak. Vano heran lagi. sedangkan Casha sudah cengengesan.


"Hehe. Tadi Casha udah minta jemput sama Om Dirga," ucap Casha. Gadis itu menunjukkan deretan giginya yang tervaris Rapi. Vano mendesah, hal ia benci. Saat putrinya sudah mengenal yang namanya jatuh cinta.


"Yaudah kamu hati-hati, pulangnya kalau gak di jemput sama Dirga, telepon ayah," ucap Vano. Casha mengangguk setelah itu Vano pergi.


Casha masih menunggu, gadis itu dengan riangnya bersenandung. Lupa jika ada orang di depannya. Dia, Dirga. Pria itu sudah sampai namun Casha belum menyadari kehadirannya. Dirga berdehem, Casha tersentak kemudian nyengir tidak jelas.


"Ayo, om kita berangkat," ucap Casha. Dirga mendelik, sampai kapan anak ini memanggilku om, batin Dirga frustasi.


"Merepotkan sekali, apa ayah mu tidak mau mengantarmu kesekolah?" tanya Dirga, Casha menggeleng. Alis Dirga mengkerut. "Lalu?" tanya Dirga lagi.


"Kata Kakek, kita harus saling kenal. Jadi wajar aja kalau Casha minta di anter sama om," ucap Casha. Dirga mengangguk. Males banget saya kalau jemput kamu tiap hari, batin Dirga.


"Om, mobilnya bagus,"


"Wah, pemandangannya cantik sekali,"


"Mmm...mobil om harum,"


"Em...mantan om ada berapa?"


"Om, pas mau di jodohin sama Casha, om ounya pacar gak?"


Di atas adalah ocehan Casha selama Perjalanan, Dirga tidak menanggapi. Ia hanya mendengarkan, Suara cempreng Casha melebihi Radio yang menyala saat ini.


"Kenapa pertanyaan Casha, om gak jawab sama sekali?" tanya Casha. matanya memerah menahan tangis. Dirga yang melihat itu hanya menghela nafas berat.

__ADS_1


"Saya jawab tadi,"


"Gak! Casha gak denger suara om pas jawab pertanyaan Casha," ucap Casha. Gadis itu sudah mulai terisak.


"Saya jawabnya di dalam hati," Casha mendelik, mendengar ucapan Dirga. Bisa-bisanya Dia melawak, batin Casha.


"Ha Ha Ha." Casha tertawa dengan paksa, kemudian menatap tajam Dirga. "Gak lucu tau, om." ucap Casha.


"Siapa juga yang melucu Casha," ucap Dirga singkat.


"Ah cape tahu bicara sama om," ucap Casha. Dirga tersenyum tipis.


"Makanya diem,"


"Gak bisa diem om. Kan Casha punya mulut," Kali ini muka Dirga yang memerah.


"Diam Casha! kalau kamu gak diem, saya turunin kamu di sini," Suara Dirga sedikit meninggi. Casha menunduk takut, jujur pertama kalinya ia mendengar suara meninggi seperti itu.


Dirga yang melihat itu, berniat ingin meminta maaf. Namun sayang, Casha sudah lebih dulu turun. Gadis itu memanfaatkan situasi saat Dirga membentaknya.


Dirga berdecak kesal. Ia kehilangan jejak Casha, Pria itu sudah mencari disekolah Casha namun, Casha tidak ada di sana.


"Kamu dimana Casha, jangan buat saya khawatir," ucap Dirga. pria itu menatap langit. matanya terpejam merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya


"Dari mana saja kamu, Casha? saya mencari kamu," ucap Dirga. ia memberanikan dirinya untuk mengatakan hal seperti itu, berharap di jawab dengan kata-kata judes milik Casha, namun Dirga hanya mendengar suara lembut Casha.


"Nama, Aku Cishi kak," ucap Cishi lembut. Yah, gadis itu adalah Cishi, kembaran Casha.


"Tidak usah sok ganti nama Casha, saya bisa kenali kamu." ucap Dirga, pria itu berdiri lalu menggenggam tangan Casha."Sudah ayo pulang, Gadis nakal," ucap Dirga.


Cishi kebingungan. Bagaimana ia menjelaskan bahwa ia bukan Casha. ingin memberontak tapi tidak punya nyali, Akhirnya Cishi memilih diam.


 ****


Casha berlari menjauh dari mobil Dirga, Saat pria itu membentaknya. Seharian penuh ia berjalan tanpa adanya istirahat. Hingga tiba-tiba sepasang suami istri datang menghampiri dirinya.


"Ya tuhan, Cishi. kamu dari mana saja sayang? Papi sama mami khawatir sama kamu," ucap Vanya, orang tua kandung Cishi. Dada Casha bergetar hebat, saat Vanya memeluknya.


"Saya bukan Cishi," ucap Casha. namun kedua pasangan itu menggeleng.


"Kamu Cishi, bagaimana bisa kami tidak mengenali putri kami?" ucap Adrian. Casha mengangguk setuju tidak mungkin orang tua tidak mengenali anaknya sendiri, "tapi kenapa penampilan kamu urakan begini sayang?" ucap Adrian. membersihkan Gaun milik Casha.

__ADS_1


Casha mengikuti mereka berdua, Adrian dan Vanya mengantarkan Cishi palsu, pada kamar nya. Casha tertegun melihat figura gadis cantik yang mirip dengannya.


Segala pertanyaan ada di kepala Casha, siapa gadis itu dan kenapa ia begitu mirip. Sejenak Casha tertidur di kasur itu. Keluarga ini lengkap, tapi ia masih bisa merasakan ada aura gelap.


"serem banget sih ini kamar," Casha mengeluh.


"Percuma rumah gede, kalau kamarnya kayak gudang," ucap Casha. Casha menatap sekelilingnya, banyak figura foto yang tertempel di dinding bewarna putih itu. Matanya berpusat pada satu foto yang sangat mirip dengannya.


"Sumpah ini siapa? mirip banget ama gua," ucap Casha. Gadis itu melompati kasurnya lalu berjalan mengambil figura itu. Matanya terus meneliti foto itu.


"Feminim banget beda jauh ama gua," ucap Casha ketika menatap Figura itu.


"Apa gue punya kembaran? terus kenapa bisa kita ke pisah? trus lag-


"Ketabrak dong," ucapan Casha terpotong saat Vanya masuk ke kamarnya. Wanita itu tersenyum menatap Casha.


"Kamu kan tahu, kamu punya kembaran. Kenapa masih menerka-nerka hm?" tanya Vanya. Casha mengedikkan bahunya acuh. Vanya menghela nafas. Ada perubahan pada Putrinya itu.


"Penampilan kamu berubah, jadi tomboy dan em..urakan," ucap Vanya, Casha terkekeh.


"Emang kenapa? toh ini penampilan gue," ucap Casha. Vanya terkejut. Matanya berkaca-kaca.


"Cishi, k-kenapa ngomong gitu ke mami?" ucap Vanya. Wanita itu sudah menangis, Casha merotasi matanya. Cengeng sekali, padahal udah tua. batin Casha.


"E-eh maaf Mi, itu t-tadi Cas..eh..Cishi tadi latihan Drama, mami tiba-tiba masuk, jadi nya kebawa-bawa," ucap Casha. Vanya terdiam, lalu tersenyum. Wanita itu menghapus air matanya lalu mengecup kening Casha.


"Maafin mami juga yang terlalu cengeng. Kangen sama kakak kamu soalnya," ucap Vanya.


"Kamu tidur ya, jangan begadang. besok kan kamu sekolah," lanjut Vanya. Casha mengangguk.


"Gila, gue beneran punya kembaran. Dan apa ini? sampai kapan gue disini?" tanya Casha. Gadis itu mulai tidak terima dengan kejadian ini.


"Sial gue harus nemuin tuh cewe. siapa namanya, Ah Cishi. Uw, namanya manis sekali," ucap Casha. Gadis itu terkikik.


"Gue harus balik ke rumah gue. Gue gak suka disini," ucap Casha. Gadis itu beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju toilet.


Besok pagi, sepulang sekolah. Ia sudah berencana untuk pulang kerumahnya. Ia tidak mau tinggal disini, Rasanya berbeda.


****


**Bersambung....

__ADS_1


sampai disini dulu ya guyss,, hehehe aku mau lanjut karena aku ikut** event **doain biar menang hahahaha.


See you, tomorrow🐎**


__ADS_2