
Happy reading!
***
Keseharian Cishi sudah menjadi seperti keseharian Casha. Gadis itu mengubah dirinya agar lebih berani dan tidak kaku. Cishi menatap pantulan dirinya di cermin. Gadis itu akan menghadiri perjamuan yang di adakan oleh kakek Dirga.
Katanya untuk mengakrabkan antara kedua bela pihak.
Semakin kesini, Cishi juga sudah mulai merasa dirinya tertarik pada sosok Dirga yang dewasa. Bahkan beberapa bulan yang lalu, mereka menghabiskan waktu berdua. Meski Dirga lebih banyak diam dan bermain ponsel.
Cishi juga yang awalnya pendiam, kini menjadi lebih cerewet. Gadis itu juga sudah bisa beradaptasi dengan sekolah Casha, dan teman-teman Casha. Meski ada sedikit pertanyaan di benak mereka, tentang Casha yang sekarang lebih menyukai berteman dengan sesama jenisnya di banding lawan jenis.
Gadis itu, menuruni anak tangga. Sandra tersenyum menatap Cishi yang begitu cantik dengan dress hitam yang ia gunakan. Tampak sedikit, elegan. Sandra merangkul putrinya lalu berjalan menuju mobil yang akan mereka kendarai.
Sebenarnya, hari ini adalah perayaan perusahaan milik Dilgan. Pria tua itu juga, sekalian memperkenalkan tunangan cucunya. Tanpa sepengetahuan Vano pastinya.
Di sisi lain, Casha gadis itu juga ikut berpakaian. Meski agak risih dengan dress yang Vanya berikan padanya, namun gadis itu tetap memakainya. Gadis itu memakai, dress putih selutut.
Tentu saja, gadis itu ikut. Papinya bahkan orang paling penting dalam acara itu. Meski Casha tidak menyukai acara, namun ia tidak mau mengecewakan kedua orangtuanya.
"Papi, ini acaranya gak lama kan?" tanya Casha. Adrian tersenyum, sedangkan Vanya tertawa.
"Masa kamu gak pernah datang ke pesta sih, sayang?" tanya Vanya. Dengan tatapan polos, Casha mengangguk. Vanya menggeleng.
"Terlalu banyak bergaul sama cowok sih," celutuk Adrian. Bibir Casha sedikit maju, membuat Vanya dan Adrian gemas.
Beberapa menit, menempuh perjalanan. Casha dan keluarga tiba di lokasi. Casha menatap sekelilingnya. Terlihat ramai, membuat gadis itu berdecak. Namun saat melihat sosok pria yang menjadi kesayangan gadis itu, membuat Casha bersorak senang.
"OM!?" panggil Casha. Dirga, yang mendengar teriakan yang begitu familiar di telinganya berbalik. Mendapati sang kekasih, yang melambaikan tangannya padanya. Dirga tersenyum, kemudian menghampiri gadisnya.
Vanya dan Adrian pamit, masuk lebih dulu. Casha mengangguk membiarkan. Casha memeluk pria kesayangannya, Dirga balas memeluk gadisnya.
"Cantik banget sih," ucap Dirga menyentil hidung Casha. Casha tersenyum malu.
"Om, juga ganteng. Kesayangannya Casha selalu ganteng," ucap Casha. Gadis itu menatap Dirga yang menatapnya juga.
"Udah jadi kesayangan nih?" Goda Dirga. Casha memalingkan wajahnya malu. Gadis itu berlari menyusul kedua orangtuanya tanpa pamit. Dirga terkekeh melihat tingkah gadisnya.
Dirga berbalik, saat namanya di panggil. Disana, Ada kakeknya yang sedang berdiri menatap dirinya. Dirga menghampiri Dilgan. Mereka berdua berjalan beriringan, dan naik ke atas panggung.
__ADS_1
Bunyi nyaring dari Mic yang Dilgan pegang terdengar nyaring. Pria tua itu menatap seluruh rekan-rekan kerjanya yang hadir pada perayaan pestanya. Sedangkan Dirga menatap Casha, bahkan menggoda. Tidak sadar bahwa di depan Casha, ada Cisha yang kegeeran, merasa dirinya yang di goda oleh Dirga.
"Selamat malam semuanya. Terimakasih banyak sudah datang di perayaan ulang tahun perusahaan saya. Saya Dilgan Andromeda Edlyn, mengucapkan selamat bersenang-senang." ucap Dilgan. Pria paruh baya itu masih berdiri di sana.
"Selain kata penyambutan itu, saya juga ingin mengumumkan sesuatu. Perkenalkan Cucu saya, Adirga Cahya Edlyn dan tunangannya, Cashandra Laluna. Untuk yang bersangkutan silahkan naik ke panggung," ucap Dilgan tanpa dosa. Vano menatap pria tua itu geram.
Sedangkan Casha, terkejut. Itu namanya, namun Gadia itu dilema. Saat akan maju, sosok gadis Dress hitam berjalan di hadapannya. Gadis itu memiliki wajah yang sama dengan Casha, diam-diam Casha mengepalkan tangannya. Adrian pun mengepalkan tangannya tatkala melihat kekasih putri kesayangannya sedang bersama seseorang yang tak lain putrinya, yang lain.
"You oke?" tanya Vanya. Casha mengangguk Ragu, Vanya yang melihat itu langsung memeluk putrinya. Tepuk tangan yang meriah kini terdengar. banyak orang yang mengagumi kecantikan seorang Cishi.
Dirga yang ada di sana terus menatap mata Casha, mata gadisnya itu sekarang sedang menyiratkan sebuah kekecewaan. Dirga merasa bersalah.
Saat akan memutuskan untuk kembali, Adrian di pertemukan dengan sahabat lamanya. Dia Lucas. Adrian memeluk Lucas.
"Lama tidak bertemu, Yan." ucap Lucas, terkekeh.
"Ya. Dari mana saja kau?" tanya Adrian. Sedangkan Casha menatap kedua orang itu tanpa minat, moodnya sedang tidak baik-baik saja.
"Aku tinggal di Inggris." Kata Lucas. Adrian mengangguk, Lucas menatap Vanya dan seorang gadis yang sedang menekuk wajahnya. "Apa dia putrimu?" tanya Lucas. Adrian mengangguk.
"Ya. Cashandra Amuella." jawab Adrian singkat. "Kau kesini dengan siapa?" tanya Adrian lagi. Lucas menunjuk seorang wanita dan pria yang berjalan kearah mereka.
"Putra dan istriku," jawab Lucas. Adrian mengangguk.
"Putrimu juga cantik, Yan," ucap Lucas. "Sayang kenalkan ini teman lama ku, namanya Adrian, itu istrinya dan Putrinya," ucap Lucas memperkenalkan keluarga kecil sahabatnya.
Istri Lucas mengangguk, kemudian menjabat tangan Vanya bergantian dengan Casha. Saat giliran putra, Lucas berkenalan Dengan Casha, mata pria itu terus menatap Casha.
"Axelo Inddea Sallucas," ucap Xelo. pria itu menjulurkan tangannya, yang dibalas hanya anggukan malas dari Casha. Adria tersenyum memaklumi.
"Dia sedang tidak baik-baik saja, maklumi," ucap Adrian. Xelo memasukkan tangannya kembali di saku sweater nya.
Cukup lama berbincang, hingga Casha tertidur. Akhirnya Adrian pulang. Casha masih tidur, bahkan saat Adrian mengangkat tubuh Casha.
***
Dilain tempat, Dirga mengacak-acak rambutnya. Kejutan tak terduga dari kakeknya membuat dirinya dan Casha merenggang. Gadis itu sama sekali tidak membalas pesannya.
Berulangkali, pria itu menghubungi Casha namun tidak di angkat. Wajah Dirga bahkan sudah memerah menahan amarah, Pria itu kesal karena Casha tak kunjung membalas pesannya.
__ADS_1
"Angkat, Casha." Ucap Dirga, sedikit memohon. Dering berikutnya Casha mengangkat panggilan darinya. Pria itu menghela nafas lega.
"Halo, sayang?" ucap Dirga. pria itu berusaha mendengar suara dari Casha, namun yang terdengar hanya isak tangis.
"Sayang? kamu kenapa? kenapa menangis?" tanya Dirga lagi. Tidak ada jawaban, Casha masih menangis.
"Sayang, aku ke rumah kamu ya?" tanya Dirga. Di seberang sana, Casha menggeleng.
"J-jangan Hiks, nanti Papi pukulin kamu hiks," ucap Casha. Dirga menghela nafas.
"Terus kamu kenapa?" tanya Dirga.
"Sakit banget, om. hiks,"
"Maaf. Saya tidak tahu, kalau kakek merencanakan itu semua," ucap Dirga, suaranya terdengar lirih.
"Hiks. Casha gak suka, om di gandeng sama cewek lain hiks. Dada Casha tadi sesak,"
"Maaf..Maaf..Maaf," ucap Dirga. berulangkali mengatakan maaf, namun tak kunjung mendengar balasan dari Casha.
"Kamu marah?" tanya Dirga lagi. Tanpa sepengetahuan Dirga, gadis itu menggeleng.
"Kenapa tidak menjawab?" dengan sabar Dirga kembali bertanya.
"Kamu mau apa?" tanya Dirga berharap kali ini pertanyaannya di jawab. Dan benar, Suara gadis itu terdengar.
"Casha mau ciki yang banyak," Dirga tertawa mendengar suara Casha yang terdengar lucu di telinganya.
"Jangan ketawa om,"
"Iya. Saya gak ketawa. Saya beliin ciki dulu ya, kamu jangan nangis. Jangan buat saya, khawatir," ucap Dirga.
"Siap bos," Setelah mengatakan hal itu, Casha mematikan sambungan telepon mereka. Mood Casha kembali berubah. Gadis itu berguling-guling di kasurnya sembari menggigit selimut miliknya.
***
**Bersambung....
Hai guys.... skrng jarang update, karena ujian😆
__ADS_1
tapi aku usahain, karena kemarin sapat pemberitahuan katanya udah 3 hari aku ga up. makanya aku up hahahaha
btw selamat membaca. see u di capt selanjutnya 🐎**