
"Nanti gue jelasin, mending bawa renata ke rumah sakit dulu kesehatan nya lebih penting" ucap rehan yang juga merasa khawatir pada renata
"Bawa masuk dalam mobil" pintar rozi pada rehan yang sudah membuka pintu mobil.
"Lobikut sama gue ya jagain renata di belakang biar gue yang nyetir" pinta rozi pada rehan
Rehan pun tidak bisa menolak karna saat ini juga dia khawatir keadaan renata, motor rehan pun di tinggalkan di parkiran sekolah karna saat melihat kejadian itu rehan hanya berjalan mendekati vito dan renata, di sekolah milik papa nya itu pun ada satpam yang berjaga, maka dari itu dia yakin motor kesayangan nya aman di sana, nanti bisa ia menghubungi satpam sekolah untuk menjaga motor kesayangan nya.
"Ya ampun dek bertahan dulu ya sebentar lagi kita nyampe di rumah sakit" ucap rozi yang sangat cemas dengan keadaan adik nya itu
"Kalau lo sampe kenapa kenapa dek, gue gak akan biarin orang yang buat lo kayak gini tenang" gumam rozi dalam hati yang sudah sangat emosi
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya rozi pun sampai di rumah sakit terdekat, dan rozi segera menggendong adik nya untuk segera di bawa ke UGD
"Suster dokter tolongin adik saya" teriak rozi yang menggema di koridor rumah sakit.
Rozi pun masuk ke UGD dan meletakkan renata di atas bed pasien.
"Tolong tangani adik saya sebaik mungkin" ucap rozi dengan tegas kepada suster tersebut
"Iya mas, tapi mas tunggu di luar dulu" ucap sister tersebut kepada rozi
Rozi pun melihat rehan yang sedang berdiri di depan pintu, ia langsung menghampiri rehan dan menanyakan kronologi yang membuat renata sampai seperti itu.
"Jelasin sama gue sebenernya apa yang terjadi sama adik gue" pinta rozi pada rehan
"Gue liat renata sedang adu mulut sama cowok tadi, laki laki itu berusaha menahan renata pergi, seperti yang gue liat, kayak nya renata sangat membenci laki laki itu sampai akhirnya renata marah marah dan nyebut nyebut tentang wanita murahan dan pelacur, gue gak terlalu menyimak karna gue ngerasa gue gak perlu kepo dan ikut campur sama masalah mereka, akan tetapi laki laki itu membentak renata dan hampir menampar renata, dan yang gue denger renata manggil dia dengan sebutan vito" jelas rehan pada rozi, rehan yang notabene nya bicara singkat padan dan jelas, kali ini ia bicara panjang lebar karna rozi berhak tau kronologi nya agar tidak ada kesalahan pahaman
"Vito mantan nya renata, pantes aja tadi setelah gue dateng trus dia liat gue dia buru buru pergi" ingat rozi
"Setelah itu gue menahan tangan Vito eh dia malah marah marah" rehan pun mulai menceritakan kronologi sampai dimana renata terkena pukulan vito sampai tidak sadarkan diri
"Maafin gue bang, mungkin gara gara ngelindungin gue renata jadi seperti ini" ucap rehan yang merasa bersalah
"Udalah, ini bukan salah lo kok, mungkin renata kayak gitu Karna gak mau orang lain yang terkena imbas dari masalah nya dengan vino, ini dalah nya si vino sialan itu, berani beraninya dia memperlakukan adik gue seperti itu" ucao rozi yang mulai kembali emosi
"Permisi, apakah disini ada keluarganya pasien yang bernama renata" tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD
"Saya dok, saya abang nya, gimana keadaan asik saya dok" tanya rozi yang sangat khawatir dengan keadaan adik nya itu
"Ohhh Alhamdulillah renata tidak memiliki luka serius, dia hanya syok dengan apa yang dia dapatkan maka dari itu dia pingsan, jadi kamu tidak usah terlalu khawatir, saat ini renata dan luka di sudut bibirnya sudah saya obati, jadi renata boleh pulang dan istirahat di rumah untuk menetralkan rasa syok nya" jelas dokter yang menangani renata
__ADS_1
"Syukur lah kalo begitu, apakah saya saya boleh melihat adik saya dok?" Tanya rozi pada dokter
"Silahkan" jawab dokter
"Terimakasih dokter" ucap rozi dan di angguki oleh dokter tersebut
Rozi pun langsung masuk ke ruang UGD tersebut untuk melihat keberadaan adik nya, dan rehan dan rehan hanya menunggu di luar karena ia tidak merasa enak untuk masuk
"Dek, gimana keadaan sekarang, apa yang sakit?" tanya rozi yang begitu khawatir dengan adik kesayangannya itu
"Yaelah bang lebay banget sih, gue gapapa gue juga baik baik aja bang, sehat gue mah" ucap renata santai
Pletuk...
Rozi menjitak jidat adik nya itu sampai.....
Bugh....
Renata pun pingsan lagi dsn langsung terbaring di bed pasien yang di tempatin nya tadi
"Loh dek, dek, dek bangun dek, lo knapa dek kok pingsan lagi" ucap rozi yang sambil menepuk nepuk pipi chubby nya renata
"Dek maafin abang, abang gak bermaksud jitak jidat adek sampai pingsan lagi, huhuhu" ucap rozi yang menangis karna merasa ia penyebab adek nya pingsan lagi
Rehan yang mendengar suara teriakan dari dalam pun langsung masuk kedalam ingin mengetahui apa yang terjadi
"Kenapa bang" tanya rehan yang baru masuk
"Tolong panggilin dokter renata pingsan lagi" pinta rozi pada rehan
Tiba.....tiba......
"Hahahahaa, gelak tawa renata yang puas karna berhasil mengerjain abang nya yang lebay itu
"Renata" ucap rozi yang kaget dan langsung memasang wajah datar nya
"Jadi lo ngerjain abang lo ini hah" gemas rozi pada renata
"Hehehe, iseng dikit boleh lah bang" ucsp renata cengengesan melihat wajah abang nya itu sudah mulai berubah
"Permisi, maaf ini rumah sakit mohon jangan ribut karna banyak orang yang sakit" ucap suster yang tiba tiba datang masuk ke ruangan tersebut
__ADS_1
"Ya iya lah sus namanya juga rumah sakit pasti banyak yang sakit lah, kalo pasar baru banyak yang belanja, kan gak mungkin rumah sakit banyak yang belanja kan aneh" ucap renata dengan polos nya
"Huh adek gue mulai berubah nih" gumam rozi palan dan rehan mendengar nya sekilas
"Kenapa bang" tanya rehan pada rozi
"Ehh....gapapa kok" jawab rozi
"Yaudah ayok kita pulang bang" ajak renata pada abang nya itu
"Loh rehan kok lo ada disini juga, lo sakit juga, atau lo tadi kena pukulan juga dari vito" tebak renata yang baru saja menyadari kalo ada rehan disitu, entah dimana renata meletakkan matanya sampai sampai rehan baru saja terlihat oleh nya
"Gak, gue gapapa" sahut rehan
"Ohhhh, jadi nama lo rehan, kenalin gue rozi abang nya renata yang paling ganteng" ucap rozi yang mengenalkan dirinya pada rehan
"Rehan" ucap rehan
"Yaudah yok kita pulang, gue laper nih" ajak renata yang sudah merasa di demo oleh cacing cacing
"Yok han" ajak renata pada rehan
"Gak usah gue naik taksi aja" sahut rehan
"Gak, lo harus ikut sama gue biar gue anterin lo pulang" ucap rozi
"Gak usah bang gue mau ngambil motor dulu ke sekolah" tolak rehan
"Gak ada penolakan ya, gue disini yang paling tua dan paling ganteng jadi lo harus nurutin perintah gue kalau gak mau kualat sama yang lebih tua sedikit kan gapapa" tegas rozi pada rehan
Renata hanya mendengar itupun hanya memutar bola matanya saja
"Yaudah deh" jawab rehan pasrah
Mereka pun berjalan menelusuri koridor rumah sakit tersebut untuk untuk menuju ke parkiran, sesampainya di kobil rozi, renata langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang, sedangkan rehan duduk di depan di samping rozi dan rozi sendiri yang menyetir mobil nya
"Btw, motor lo dimana han" tanya renata membuka membicaraan
"Disekolah" jawab rehan singkat
"Jadi tadi rehan ngegendong lo dek saat lo pingsan terus dia gue suruh jagain lo di belakang dan ikut ke rumah sakit" sambung rozi
__ADS_1
"Ohhhh gitu, makasih ya han, kalau gak ada lo mungkin ni muka gue udah bonyok sama tu cowok brengsek" ucap renata yang mulai emosi mengingat kejadian tadi bersama Vito
BERSAMBUNG.......