
"Vina bang, dia suka sama rehan, dia selalu ngejar ngejar rehan, tapi rehan selalu nolak, Vina gak terima kalau dimiliki sama renata, jadi vina berusaha mencelakai renata dengan cara menyiram renata pake air kotor bekas pelan dan melemparkan ember nya ke kepala nya renata sampai akhirnya rehan dateng nyelamatin renata dan ngebawa renata ke ruang UKS agar secepatnya di periksa, vina orang nya emang kayak gitu bang, siapapun yang ngusik dia pasti bakal di kasih pelajaran bang sama dia, disekolah gak ada yang berani ngelawan vina, cuman renata yang berani ngelawan dia bang, maka dari itu bang dia benci sama renata" jelas cindi pada rozi
Rozi pun lemes, ia tidak bisa berbuat apa apa, Karna ini buka sepenuhnya kesalahan rehan, rehan juga berusaha untuk menyelamatkan adek nya, sedangkan masalah perasaan vina ke rehan bukan sepenuhnya kesalahan rehan, karna memang benar perasaan orang tidak bisa di paksakan, yang patut di salahkan saat ini adalah vina, karna ke egoisan nya ia tidak bisa mengendalikan amarahnya sampai sampai iya mencelakai orang lain.
DI SMA SATU NUSA......
"Vina, sani kalian tahu kan apa yang membuat saya memanggil kalian ke ruangan saya" tanya kenapa sekolah kepada Vina dan sani
"I-iya pak tahu" jawab mereka berdua
"Kenapa kalian melakukan ini kepada renata, apa kalian sudah bosan sekolah disini, kalian tidak tahu orang tua nya renata adalah teman pemilik sekolahan ini, pemilik sekolah ini berteman akrab dengan orang tua nya renata, dan kalian tahu akibatnya kalo kalian mencari masalah kepada mereka" terang kepala sekolah
"Tapi pak, ini semua salah vina, karna ke egoisan nya ia selalu mencelakain orang lain, sering kali saya menasehati nya tapi tidak pernah di dengar oleh vina pak" bela sani untuk dirinya sendiri
"Heh lo juga ikut andil ya dalam masalah ini, Lo juga setuju kan sama rencana gue kenapa sekarang lo jadi playing victim" ujar vina yang tidak terima atas apa yang dikatakan oleh sani
"Sudah sudah, kenapa kalian jadi pada berantem disini" bentak kepala sekolah
"Mulai sekarang kalian sayan DO dari sekolah ini karna kasus kriminal terhadap siswa lain" tegas kepala sekolah
"Saya mohon pak, jangan keluarin saya dari sekolah ini, saya gak mau ngecewain orang tua saya pak" rengek sani kepada kepala sekolah
"Iya pak, saya janji gak akan membuat masalah seperti ini lagi, saya akan merubah diri saya menjadi orang yang lebih baik lagi, saya mohon jangan keluarkan saya dari sekolah ini pak saya mohon" rengek vina pada kepala sekolah
"Baik, saya akan ngasih kalian kesempatan, tapi sebelum itu saya harus saya akan merundingkan masalah ini dulu kepada pak gilang dan pak nando ayah nya renata, kalau mereka setuju akan memberikan kesempatan kepada kalian, maka kalian akan tetap sekolah disini" ujar kepala sekolah
"Terimakasih banyak pak terimakasih banyak, saya janji akan merubah sikap sayang yang lebih baik lagi" ucap vina dan sani
"Yaudah kalian boleh kembali ke kelas kalian" perintah kepala sekolah
"Baik pak" sahut mereka berdua
Dirumah sakit, saat ini orang tuanya renata kembali dari luar kota, rozi telah mengabari orang tua nya kalau adek nya saat ini di rawat di rumah sakit.
"Bang, gimana keada adek kamu sekarang" tanya reni yang saat ini khawatir terhadap kondisi putri nya
"Renata masih belum sadarkan diri mah" jawab rozi lemes
"Sebenarnya apa yang terjadi sama adek kamu" tanya gilang pada putra nya itu
"Jadi gini pa..........................begitu pah cerita nya" ucap rozi menjelaskan apa yang dialami adek nya
Saat ini mereka semua berada di ruangan tempat renata di rawat, renata pun mulai menggerakkan tangan nya tanda ia akan segera sadar.
"Guys guys liat tuh tangan nya renata bergerak" ucap roni yang melihat tangan nya renata gerak gerak
"Dek bangun dek ini abang" ucap rozi yang berusaha menyadarkan renata
__ADS_1
"Ini mama sayang ayo bangun" ucap reni
Renat pun mulai membuka matanya dengan perlahan lahan.
"Aduh sakit banget ini kepala ku" ucap renata kesakitan dibagian kepala nya
"Dokter dokter" teriak rehan yang sangat khawatir terhadap kondisi nya renata
"Seperti nya nak rehan ini sangat khawatir dengan kondisi nya renata" gumam nando sambil tersenyum
Dokter pun datang bersama suster.
"Permisi dulu ya biar saya cek dulu kondisi pasien" ucap dokter tersebut
Dokter pun memeriksa renata, saat ini keluarga dan teman teman renata termasuk rehan sang kekasih yang sedang menunggu penjelasan dokter sambil melihat pemeriksaan terhadap renata, renata pun sudah sadar sepenuhnya.
"Gimana dek, apa yang saat ini kamu rasakan" tanya dokter pada renata
"Saya dimana, kok bau nya kayak bau rumah sakit" tanya renata
"Lo emang lagi di rumah sakit dek" ucap rozi
"Kamu siapa, kalian semua siapa" tanya renata pada mereka semua
"Ini gue rozi dek abang lo dek, masa lo gak inget sama abang lo yang ganteng ini" ucap rozi
"Ini papa nak" sambung nando
"Terus kalian ber4 sodara aku ya" tunjuk renata pada rehan, roni, mamat dan juga cindi
"Kamu pasti kakak aku kau kan" tunjuk renata pada cindi
"Kamu pasti abang aku yang ke4" tunjuk renata pada roni
"Kalo kamu pasti pasti abang aku yang ke3" tunjuk renata pada mamat
"Terus kamu pasti abang aku yang ke2" tunjuk renata pada rehan
"Nah terus kamu abang aku yang ke1 iyakan, aku mah ingat" ucap renata bangga sambil menunjuk rozi
"Dan kamu pasti isti abang aku yang ke1 kan" tunjuk renata pada naya
Mereka semua saling pandang satu sama lain, seperti ingin tertawa karna lucu dan ingin menangis Karna renata tidak mengingat siapa mereka.
"Lo beneran gak inget kita siapa na" tanya cindi pada renata
"Kamu gak inget juga sama aku kamu ini pacar kamu" tanya rehan sambil menunjukan foto mereka pada saat di cafe.
__ADS_1
"Hahahahahahhaha" renata pun tertawa terbahak bahak, membuat orang orang yang berbeda di sana pun kebingungan
"Kok lo malah ketawa sih dek" tanya rozi heran dengan sikap adek nya itu
"Kalian semua lucu, hahahaha, renata cuman bercanda kok, mana mungkin renata bisa lupain kalian semua apa lagi rehan" ucap renata yang tersipu malu dengan ucapan sendiri
Mereka semua pun hanya menggeleng kepala melihat tingkah usil renata yang membuat mereka semua panik.
"Jadi gimana dok, saya bisa langsung pulang kan" tanya renata pada dokter
"Iya kamu sudah boleh pulang" jawab dokter
"Terimakasih dok" ucap nando
Mereka semua pun kembali ke sekolah untuk mengambil tas mereka, kecuali orang tuanya renata, rozi, naya
"Renata kamu langsung pulang ke rumah aja biar bisa langsung istirahat" ucap nando pada renata
"Enggak ah pah, aku mau kesekolah lagi aja, lagian di rumah membosankan pah, aku gak mau di rumah mau nya kesekolah aja" ucap renata pada papanya
"Tapi kan kamu harus istirahat dulu sayang baru aja keluar dari rumah sakit loh" ujar reni
"Iya na, kamu langsung pulang aja ya ke rumah" sambung rehan
"Tapi kan tas aku masih di sekolah rehan" rengek renata
"Nanti tas kamu biar aku aja yang ambil baru aku anterin ke rumah kamu, jadi kamu langsung pulang aja ya" ujar rehan pada renata
"Yaudah deh aku pulang" ucap renata pasrah
Rehan dan teman teman nya pun kembali ke sekolah termasuk cindi, den renata pulang ke rumah nya bersama orang tua nya, walaupun orang tuanya renata banyak pekerjaan, tapi ia rela meninggalkan pekerjaan demi anaknya, rozi dan naya pun kembali ke kantor mereka masing masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
Setelah beberapa saat, rehan dan teman teman nya beserta cindi telah sampai di sekolah mereka.
"Gue harus balas perbuatan vina dan sani" ucap rehan penuh emosi
"Gue juga mau balas dendam gue gak terima renata di perlakukan kayak gitu sama mereka, untuk aja renata gak sampai lupa ingatan, kalo sampai itu terjadi gue gak akan maafin mereka berdua" geram cindi
"Yaudah kita kerja sama aja susun strategi buat bikin mereka tunduk dan minta maaf sama renata" usul mamat
"Yaudah yok sayang" ajak roni pada cindi
"Sayang sayang mata lo peang, sembarangan aja lo manggil gue sayang sayang emang nya gue siapa lo" ucap cindi kesal pada roni
"Lo calon pacar gue" ucap roni
Cindi pun yang mendengar itu pun langsung tersipu malu, wajah nya merah pada saat roni menyebut calon pacar.
__ADS_1
BERSAMBUNG........