
Renata saat ini sedang ditangani oleh dokter naira.
"gimana dok keadaan renata" tanya rehan cemas
"tenang aja renata baik baik aja kok, dia cuman kecapean aja, apakah renata abis menangis?" tanya dokter
"iya dok tadi dia abis menangis" jawab rehan
"pantas saja, yaudah saya akan kasih obat penenang dulu, agar renata istirahat sebentar dan menenangkan pikirannya" ucap dokter naira
perlahan renata pun membuka matanya.
"rehan, rehan, aku sayang kamu' rehan" ngigau renata yang masih belum sadar sepenuhnya
"iya sayang iya, aku disini sayang" sahut rehan
cindi dan yang lain nya pun memasuki ruang UKS tersebut untuk melihat keadaan renata
"gimana keadaan renata han" tanya cindi pada rehan
"Dia cuman kecapean doang gara gara nangis tadi" jawab rehan
"Yaampun na, maafin gue ya na, gue bener bener gak bermaksud kok buat ngatain lo kayak tadi, gue cuman kebawa emosi aja kok na, maafin gue ya, huhuhu" tangis cindi pun pecah di pelukan renata
"Udah udah, gue maafin kok, gue juga minta maaf ya" balas renata pada cindi
"Gak perlu na, disini gue kok yang salah bukan lo" ucap cindi menyesal
"Permisi" ucap dokter naira yang baru saja datang membawa obat dan air mineral
"Nih obat nya di minum dulu ya, biar kamu jauh lebih tenang dari pada sekarang" pinta dokter tersebut agar renata meminum obat
"Sini dok biar saya aja yang bantuin renata meminum nya" pintar rehan pada dokter naira
Dokter pun memberikan obat dan air mineral itu kepada rehan.
"Minum obat nya dulu ya" titah rehan pada renata
Cindi pun membantu rehan. Yang sedang membangunkan renata dan cindi yang memegang air mineral tersebut. Rehan menyodorkan obat tersebut ke mulut renata dan memberikan renata minum. Renata pun mengikuti arahan rehan menelan obat tersebut.
__ADS_1
"Renata pun di baringkan lagi di bad UKS. Seketika renata kembali memejamkan matanya. Karna mungkin obat tersebut mulai bekerja.
"Kita biarkan saja dulu renata istirahat, jadi kalian bisa kembali ke kelas, biar saya yang akan menjaga renata disini" perintah dokter tersebut
"Enggak dok, saya gak mau masuk ke kelas, saya mau nungguin pacar saya disini" bantah rehan
Karena rehan anak pemilik sekolah ini, dokter naira pun tidak bisa membantah keinginan nya rehan.
"Yaudah kalo gitu saya permisi dulu" pamit dokter tersebut
"Mending kalian masuk ke kelas aja, biar gue yang jaga renata disini" pinta rehan pada cindi dan juga kedua teman nya
"Kenapa gak sama sama aja kita jagain renata nya" usul cindi
"Nanti kalo kebanyak gak masuk kelas gak enak sama guru yang ngajar, apa lagi ini pelajar bu meli yang baik hati" ucap mamat. Bukan berarti mamat tidak ingin ikut menjaga renata, hanya saja ia paham kalau saat ini rehan ingin berduan sama renata
"Yaudah deh kita masuk ke kelas aja, tapi kalau ada apa apa segera kabarin gue ya han" pinta cindi pada rehan
"Siap" sahut rehan
Cindi, roni dan mamat pun kembali ke kelas. Sedangkan rehan sedang duduk di sofa yang ada di ruangan UKS tersebut.
Bel sekolah pun berbunyi.
Renata mulai membuka matanya perlahan. Ia melihat di sekitarnya. Dan matanya tertuju pada sosok laki laki yang saat ini sedang tertidur di sofa. Siapa lagi kalo bukan rehan kekasih hatinya.
"Yaampun, sweet banget sih rehan sampai bela belain nungguin gue segala" gumam renata
Cindi, roni dan mamat pun memasuki UKS tersebut.
"Ehh na, lo udah bangun" ucap cindi dan langsung menghampiri renata
"Gimana keadaan lo sekarang" tanya roni
"Udah mending kok" sahut renata
"Terus rehan nya mana, bukan nya nungguin lo ya" ucap mamat yang mencari keberadaan rehan
"Tuh" tunjuk renata pada rehan yang sedang tertidur
__ADS_1
"Yaelah ini anak malah ngorok disini, woy bangun woy bangun udah subuh" teriak mamat di telinga rehan
Rehan pun reflek menutup kedua telinga nya.
"Heh, apa apaan sih lo teriak di telinga gue" marah rehan
"Hehehe sorry" ucap mamat cengengesan
Renata, cindi dan roni pun hanya menggeleng kan kepala mereka melihat tingkah teman nya itu.
Rehan yang melihat renata sudah sadar pun. Segera menghampiri sang kekasih.
"Gimana keadaan kamu" tanya rehan
"Aku baik baik aja kok, kamu gak perlu khawatir" jawab renata dengan senyuman
"Yaudah kita pulang yok" ajak rehan pada renata
Mereka berlima pun pulang ke rumah masing masing. Saat ini rehan mengantar renata pulang ke rumah nya. Karena seperti biasa mereka berangkat dan pulang bersama.
Setelah beberapa menit rehan pun telah sampai di rumah nya renata.
"Bisa turun gak, mau aku turunin gak" tanya rehan
"Bisa kok sayang" jawab renata pada rehan
"Yaudah aku pamit pulang dulu ya, kamu banyakin istirahat aja dulu, besok usah sekolah dulu ya" pinta rehan pada renata
"Ihh, tapi aku gak mau di rumah terus aku mau sekolah rehan" rengek renata
"Yaudah gimana besok aku nemenin kamu di rumah jadi aku gak usah sekolah juga deh" usel rehan
"Beneran" ucap renata senang
"Iya sayang" jawab rehan sambil mengacungkan rambut renata
"Okedeh kalau gitu, yaudah kamu hati hati ya, kalo udah sampai rumah kabarin aku" pinta renata pada rehan
"Siap tuan putri" sahut rehan dan melajukan motornya
__ADS_1