
Rehan pun langsung menggendong renata dan membawa nya ke UKS dan di ikuti oleh roni, mamat dan cindi
"Akan gue balas kalian" ucap rehan saat melewati vina dan sani
Vina dan sani pun keringat dingin saat rehan mengatakan hal itu dengan tatapan yang sangat menyeramkan.
"Ini semua gara gara lo vin, coba aja lo gak cemburu buta sama renata pasti kejadian nya gak bakal kayak gini, dan gara gara lo gue juga jadi ikut ikutan di marahin sama rehan cuman karna cinta lo itu bertepuk sebelah tangan, seharusnya lo terima kenyataan vin, kalo rehan itu gak pernah suka sama lo, kalo nanti gue di keluarin dari sekolah ini gimana, gua bisa masuk ke sekolah ini aja udah beruntung banget, dan lo nge hancurin semua nya gara gara cinta lo itu yang gak di balas sama rehan, wajar sih rehan gak cinta sama lo, orang lo nya aja kayak gini selalu melakukan kekerasan terhadap orang lain dan selalu egois gak pernah mikirin perasaan orang lain, lo jahat vin jahat"emosi sani pada vina yang selama ini sudah ia pendam
Sini asli mya adalah orang yang baik, hanya saja dia salah bergaul, ia malah berteman dengan vina, maka daei itu sani terpengaruh oleh vina
Setelah mendengar ucapan sani, vina pun tak bisa berkata kata lagi, iya merasa salit hati saat sahabat nya sendiri menyalahkan dirinya atas kejadian ini.
Sini pun pergi meninggalkan vina sendirian di toilet, vina menangis sejadi jadinya di toilet, pada saat itu siswa lain telah masuk ke kelas mereka masing masing untuk mengikuti pelajaran.
"Dokter dokter" teriak rehan yang baru saja sampai di UKS dan langsung merebahkan renata.
"Han, lo sabar dulu biar gue panggil dokter nya dulu" ucap mamat
"Cepetan" ucap rehan dengan nada tinggi
"Baru kali ini gue liat rehan semarah ini dan se khawatir ini sama cewek" ujar roni pada cindi
"Sama gue juga" sahut cindi
"Kalian ngapain bisik bisik, cepat cariin renata baju ganti" bentar rehan pada roni dan cindi sampe mereka terkejut karna bentakan rehan
"I-iya han" sahut cindi terbata bata karna merasa takut
Roni dan cindi pun mencar baju ganti untuk renata, sedangkan saat ini rehan sedang menemani renata yang masih tak sadarkan diri.
"Kamu bertahan ya, kamu gak boleh kenapa kenapa, nanti abang kamu marah sama aku, karna abang rozi sekarang mempercayakan kamu sama aku, jadi kamu harus bertahan ya sayang" ucap rehan sambil menatap wajah renata yang pucat
Mamat pun datang bersama dokter yang ada di UKS sekolah tersebut.
__ADS_1
"Doket ceoat tolongin renata" pintar rehan pada dokter sekolah
Dokter pun mulai memeriksa renata, setelah beberapa menit roni dan cindi pun kembali ke ruangan UKS dengan membawa baju ganti untuk renata.
"Lo bertiga mending keluar dulu, gue sama dokter naira mau gantiin bajunya renata" pinta cindi
"Tapi gue masih mau ada di samping renata" sahut rehan
"Gila lo ya, masa lo mau liat renata tanda pakaian" ucap cind
Rehan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yaudah gue keluar tapi jagain renata obatin sampai dia kembali sadar" ucal rehan yang begitu khawatir terhadap kekasihnya itu
"Iya iya cepetan keluar sana" pinta cindi
Saat ini renata sudah di gantikan bajunya oleh cindi dan dokter naira, akan tetapi renata belo juga sadarkan diri, karna mungkin benturan yang terjadi di kepala cukup keras akibat lemparan ember yang di lakukan oleh vina.
"Kenapa teman saya belom sadar juga dok" tanya cindi pada dokter naira
Cindi pun shok dengan apa yang di ucapkan dokter naira, ia pun segera mengabari rehan dan dokter pun menyiapkan ambulance sekolah untuk membawa renata ke rumah sakit.
"Rehan rehan rehan" panggil cindi dengan perasaan cemas
"Kenapa, renata kenapa, renata baik baik aja kan" tanya rehan cemas
"Jadi gini han.....................gitu han" cindi pun menceritakan pada yang tadi di ceritakan oleh dokter naira
Rehan pun langsung menghampiri renata, ambulance sekolah pun sudah datang, dan ingin membawa renata ke rumah sakit, suasana sekolah pun langsung menjadi rame murid murid langsung pada keluar kala mendengar suara ambulance yang akan membawa renata ke rumah sakit.
"Renata bangun sayang, kan kita baru jadian masa kamu gak mau ngerayain kebahagiaan hubungan kita ini, kamu gak boleh lupain aku ya kan kita udah jandi untuk sama sama memperjuangkan cinta kita ini" ucap rehan yang saat ini menahan air matanya agar tidak keluar
Baru kali ini rehan merasakan ke khawatiran besar terhadap perempuan, roni dan mamat pun menyadari kalo rehan sangat benar benar tulus mencintai renata.
__ADS_1
"Cepat bawa ke ambulance biar bisa cepat di tangani" ucap dokter naira
Rehan pun langsung menggendong renata ke dalam mobil ambulance, saat ini teman teman rehan pun ikut mengantarkan renata ke rumah sakit, takut nya keluarga renata akan salah paham terhadap rehan.
Sebelumnya roni, mamat dan juga cindi sudah menjelaskan kronologi yang menimpa renata pada kepala sekolah, kepala sekolah pun akan memanggil vina dan sani.
Setelah beberapa saat mereka telah sampai di rumah sakit, renata pun segera di gawa ke ruang UGD, setelah itu rehan menghubungi sepupunya naya untuk meminta naya mengabari rozi bawah saat ini adek nya sedang di rawat di rumah sakit.
"Arghhh, semua ini gara gara vina, kalau sampai terjadi apa apa sama renata gue akan ngasih hukuman yang setimpal ke mereka berdua" gumam rehan yang benar benar emosi
Doker yang sedang menangani renata pun keluar.
"Gimana kondisi renata dokter" tanya rehan pada dokter
"Saat ini kondisi pasien sudah stabil, hanya saja saya tidak bisa memastikan ingatan nya masih normal atau tidak" terang dokter tersebut
"Renata, dimana renata" tanya rozi yang baru saja tiba bersama naya
"Tenang dulu" ucap naya
Dokter pun kembali menjelaskan dengan kondisi remata saat ini.
"Baik kalo gitu saya permisi dulu" pamit dokter
Dokter pun pamit meninggalkan mereka semua yang ada disana.
"Jelasin semuanya sama gue kenapa adek gue bisa kayak gini" ucap rozi yang saat ini sedang serius tidak seperti biasanya rozi yang suka bercanda dan tidak pernah serius.
"Dan lo rehan, bukannya lo udah janji kalau lo akan jagain renata, baru tadi pagi lobjanji sama gue bakal jagain adek gue, tapi kenapa dia sekarang malah kayak gini" ujar rozi pada rehan
"Maafin gue bang, tadi pagi renata emang selalu di samping gue, tapi dia ijin ke toilet katanya mau pipis, terus gue bilang biar gue anter aja ke toilet nya tapi dia nya gak mau malah nyuruh gue ke kelas duluan, padahal gue gak bakal ngintip juga, dia tetap aja maksa gue buat ke kelas duluan, jadi yaudah gue nurut aja sama dia" jelas rehan pada rozi
"Terus siapa yang ngelakuin ini sama adek gue" tanya rozi yang sangat marah
__ADS_1
BERSAMBUNG........