
Naya oun masuk ke kantor tersebut bersama rozi, banyak karyawan yang melihat mereka berdua, para karyawan pun mengira bahwa naya adalah kekasih nya rozi.
"Wah, bos kayak nya udah punya pacar" ujar salah satu karyawan
"Yah bos muda kita udah punya pacar guys"
"Sakit hati adek, bos muda bersama cewek lain"
"Bagus dong jadi bos gak jomblo lagi, soalnya selama gue kerja disini, baru kali ini gue ngeliat bos bawa cewek"
"Seharusnya gue yang ada di posisi cewek itu"
Karyawan pun bergosip tentang rozi dan naya, ada yang senang ada yang kesal karna bos muda yang mereka idolakan sudah memiliki kekasih hati.
"Selamat pagi bos muda" sapa resepsionis yang ada di kantor tersebut yang bernama nela
"Hah bos muda" gumam naya yang mendengar resepsionis tersebut memanggil rozi
Rozi pun melihat naya bingung pun tersenyum
"Lo pasti bingung ya" ucap rozi pada naya
"Selamat pagi dan selamat datang di perusahaan Adipati group" ucap rozi yang mengulurkan tangan nya tanda ingin berjabat tangan denagan naya.
"Se-selamat pagi" ucap naya terbata bata sambil menjabat tangan rozi
"Perkenalkan nama saya rozi adipati CEO di perusahaan adipati group" ucap rozi yang memperkenalkan namanya dengan lengkap dan menyebutkan jabatan nya di perusahaan tersebut.
"Ja-jadi lo CEO di perusahaan ini" ucap naya kaget
"Lo? gak sopan deh kamu ngomong sama CEO dengan sebutan lo gue" ucap rozi yang berlagak tegas
"Ehhh, maksud saya pak rozi seorang CEO di perusahaan ini" tanya naya yang masih saja tak percaya
__ADS_1
"Nela tolong jelaskan siapa saya di perusahaan ini" perintah rozi pada resepsionis itu
"Iya mbak, beliau adalah CEO di perusahaan ini, kami semua memanggil nya bos muda karna beliau tidak mau di panggil bapak" jelas nela pada naya
Naya oun percaya bahwa laki laki yang menolong nya tadi yang tingkah nya konyol itu adalah CEO yang ini iya temui untuk meeting.
"Selamat pagi bos muda" sapa sekertaris rozi yang baru bernama nana
"Pagi nana, gimana apakah ruang meeting nya sudah siap?" tanya rozi pada sekertaris nya itu
"Sudah bos muda, tapi klien kita belum datang" ucap nana pada rozi
"Dia sudah datang kok, ini orang nya" ucap rozi sambil menunjuk naya
"Yaudah kalo gitu mari kita keruang meeting sekarang, silahkan bos muda" titah nana yang rozi dan naya terlebih dahulu
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN............
"Bang cepetan habisin makanan nya, nanti keburu telat gue masuk sekolah nya" ucap renata pada rozi
"Ya elah sabar dek, baru juga jam enam" ucap rozi yang senyum senyum sendiri sambil menghabiskan makanan nya
"Lo kenapa sih bang, gue perhatiin lo akhir akhir ini lo kayak nya bahagia banget dan sekarang kek nya lo jarang nongkrong sama temen lo, tumben banget lo bang" ucap renata yang meresa kalau abang nya itu agak lain sekarang.
Setelah pertemuan rozi dan naya, sampai sekarang rozi sudah sangat dekat dengan naya hanya saja status mereka masih berteman, karna rozi masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan mya pada naya
"Bang cepetan dong ah lama banget" desak renata pada abang nya
"Iya iya bawel banget" dengus rozi kesel
Saat ini rozi sedang mengantar renata ke sekolah nya, setelah beberapa menit mereka sampai di SMA satu nusa yaitu sekolah nya renata
"Hati hati bang, jamgan senyum senyum mulu takut di sangka orang gila lo" canda renata pada abang nya
__ADS_1
"Rese lo" dengus rozi
Saat ini renata berjalan santai menyelusuri koridor untuk menuju kelas nya sambil bernyanyi nyanyi, macam macam lagu yang di nyanyikan renata di sepanjang koridor.
"Hay renata" sapa andra yang baru saja datang dan menghampiri renata
"Hay andra" balas renata
"Mau ke kelas kan, gue anter ya" ucap andra pada renata
"Gak usah gue bisa sendiri kok, biasa nya juga gue sendiri" tolak renata
"Gapapa gue mau antar aja boleh kan" tanya andra
"Yaudah deh kalo lo maksa" jawab renata
Dari kejauhan seorang laki laki memperhatikan gerak gerik andra dan renata, hati nya terasa terbakar api cemburu, ia sudah menyadari bahwa dirinya menyukai renata, akat tetapi iya belum siap mengungkapkan nya, laki laki itu adalah rehan.
"Ngapain sih tuh andra deketin renata segala kayak gak ada cewek lain aja renata mulubyang di deketin" gerutu rehan pelan
"Woy bro, ngapain lo mukanya di tekuk kayak gitu kayak kanebo kering" ucap mamat yang baru saja datang bersama roni
"Ohhhh gue tau, lo cemburu kan liat renata sama andra" tebak roni
"Gak" sahut rehan datar
"Yaelah ni anak masih aja gengsi sama perasaan nya, ya gak ron" ucap mamat yang minta persetujuan roni.
"Enggak" jawab roni santai
"Rese lo" gerak mamat pada roni
Mereka bertiga pun telah sampai di kelas dan melihat renata sedang membaca buku di tempat duduk nya.
__ADS_1