Cowok Badboy Dan Cewek Barbar

Cowok Badboy Dan Cewek Barbar
SIVA


__ADS_3

Saat itu tidak ada satupun orang yang berada di toilet, rebata pun dengan leluasa mengeluarkan ampas nya yang sudah ia tahan sedari tadi


Beberapa menit kemudian, renata baru selesai dengan kegiatannya di dalam toilet, ia pun keluar dan bertemu cindi


"Heh, lo ngapain lama banget di toilet bikin gue khawatir lo na" cepas cindi pada renata


"Hehehe, maafin gue lah cindi, tadi gue bantuin pak rudo dulu trus gue langsung ke toilet mules banget soalnya" ucap renata cengar cengir


"Bantuin pak rudo ngapain" tanya cindi pada renata


"Cuman nganterin buki buku doanv ke perpustakaan, sekalian gue mau liat keadaan perpustakaan sekolah ini" jelas renata


"Huh....lain kali setiap lobke toilet gue ikut, gue gak mau lo knapa knapa" tegas cindi pada renata


"Yaelah kayak anak kecil aja deh gue segala di kawal ke toilet doang" dengus renata yang agak heran dengan sikap cindi


"Biarin kan sekarang lo temen gue na" ujar cindi


"Iya deh iya, makasih banyak lo sebegitu nya lo sama gue" ucap renata sambil memeluk cindi


"Ke kelas yuk" ajak renata pada cindi


"Hhaayyuukk" jawab cindi


Mereka pun masuk ke kelas, dan kebetulan saat itu guru yang mengisi mata pelajaran selanjutnya udah ada di dalam kelas


"Ehhh ada bu risa" ucap cindi


"Cindi, renata, kalian dari mana saja? Kenapa saat jam pelajaran kalian berdua di luar?" tanya bu risa pada cindi dan renata


"Kita abis dari toilet bu, saya mules terus berak dulu deh makanya lama" jawab renata dengan polos nya


Seisi kelas pun menahan tawa akibat ucapkan renata yang menyebutkan berak


"Kalian gak bohong kan" ucap bu risa memastikan bahwa murid nya itu tidak berbohong


"Ya ampun bu ngapain kita boong, kan dosa" sahut cindi


"Yaudah silahkan kalian duduk di tempat duduk kalian masing masing" perintah bu risa pada mereka berdua

__ADS_1


Mereka semua pun mengikuti pelajaran yang du ajarkan oleh bu risa


Tinggg.......tinggg.......tinggg.......


Bel pulang sekolah pun telah berbunyi, seperti biasa siswa siswi pun bergegas pulang ke rumah nya masing masing masing


"Na lo pulang sama siapa? Mau bareng sama gue gak" tawar cindi pada renata


"Hmm maaf ya cin lain kali aja bareng lo nya, soalnya hari ini gue di jemput sama abang gue" ucap renata pada cindi


"Ohhh yaudah dwh gapapa kok, kalo gitu gue deluan ya na" pamit cindi


"Okedeh, hati hati" ucap renata sambil melambaikan tangan nya


Renata pun berdiri di depan gerbang sekolah sambil menunggu abang nya untuk menjemput nya, saat renata sedang asik memainkan ponselnya, tiba tiba ada sebuah pengendara motor yang berhenti di depan renata, kala itu suasana di sekolah sudah mulai sepi hanya beberapa orang saja yang masih tersisa


"Renata" sapa seseorang yang berhenti di depan renata tadi


"Iya" sahut renata dan melihat wajah orang yang menyapanya tadi


"Lo? Ngapain lo disini, pergi gue gak mau liat muka lo lagi" marah renata pada orang tersebut dan renata pun jalan pergi meninggalkan nya


"Lepasin gue" berontak renata


"Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu dengerin penjelasan aku dulu" ucap lelaki itu


"Gue bilang lepasin vito, gue gak mau ngomong sama lo lagi" berontak renata kepada vito yang tak lain adalah mantan kekasih nya renata


"Gak, aku gak akan lepasin kamu, plis dengerin dulu penjelasan aku na, aku masih cinta sama kamu" ucap vito yang berusaha menahan renata


"Masih cinta lo bilang? Kalo lo masih cinta sama gue gak mungkin lo ngelakuin hal bodoh itu di belakang gue ba****t" murka renata pada vito


"Tapi aku ngelakuin itu karna aku khilaf renata, jujur aku gak bisa jauh jauh dari kamu mau jadi aku mencari kebahagiaan ke cewek lain, itupun karna aku gak mikir panjang, gak mikir akiinya gimana dan saat itu aku lagi bener bener galau karna pertengkaran kita na, makanya aku jalan sama dia karna aku sangat frustasi dengan keadaan saat itu, plis pahamin aku renata, akutuh masih sayang banget sama kamu" jelas vito pada renata


"Vito, setiap hubungan pasti ada pertengkaran dan pertengkaran itu ibarat bumbu dalam hubungan itu sendiri, fungsi nya pertengkaran dalam hubungan itu melatih kedewasaan kita vito, untuk ngenguji seberapa dalam rasa cinta kita masing masing, dan kita bertengkar di saat kita berjauhan itupun ujian seberapa setia kita kepada pasangan kita, seberapa bisa kita menjaga hati menjaga mata menjaga perasaan dan menjaga segala nya untuk pasangan kita" ucap renata yang sudah meneteskan air mata


"Setiap kita komunikasi lo selalu nyalahin gue tentang jarak hubungan ini, tapi lo juga gak pernah usaha buat nyamperin gue, lo malah selalu nuduh gue yang enggak enggak padahal gue selalu memberi bukti dan gue selalu berusaha menyakinkan lo karna emang gue gak pernah berhubungan dengam cowok lain selain lo, lo selalu bilang sama gue bahwa kita harus menjaga kesetiaan hubungan kita satu sama lain, tapi apa? Lo sendiri yang menghianati janji lo vito, selama gue jauh, gue selalu dapat kabar lo tentang yang buruk, tapi gue gak percaya sama semua itu karena gue yakin sama lo pasti lo setia sama gue, tapi saat anniversary hubungan kita, gue izin sama ortu gue buat balik ke Jakarta untuk nemuin lo buat ngerayain anniversary kita yang ke 1 tahun, taoi nyatanya apa, ternyata apa yang di bilang orang orang itu bener kalau selama ini lo tuh ngehianatin gue dengan selalu main ke hotel sama cewek murahan itu" ucap renata panjang lebar meluapkan semua emosi nya kepada vito


"Stop, jangan pernah bilang bilang rida cewek murahan" bentak vito pada renata

__ADS_1


"Emang dia murahan kan mau aja di bawa sama cowok baji***n kayak lo dan di bawa ke club malam dengan pakaian seksi nya itu, kalo bukan murahan apa dong, pelacur?" Ucap renata yanga sangat marah dan air matanya yang sudah banyak keluar membasahi pipi chubby nya.


Vito pun tiba tiba ingin menampar renata akan tetapi tangan vito di tahan oleh seseorang dan tidak jadi mengenai pipinya renata


"Jangan kasar sama cewek" ucap rehan yang tiba tiba datang menahan tangan vito


"Siapa lo, lo gak usah ikut campur" marah vito pada rehan


"Siapa yang minum es campur? lagian gue harus ikut campur kalau lo kasar sama perempuan" tegas rehan dengan tatapan tajam


Vito pun hendak melayangkan pukulan nya kepada rehan, akan tetapi.....


Bugh.....


Pukulan vito pun mengenai renata karna renata berusaha melindungi rehan


"Renata" ucap vito yang melihat renata terkapar tak sadarkan diri akibat pukulan vito yang lumayan kecang


Rehan yang melihat renata tak sadarkan diri langsung marah kepada vito dan menatap vito dengan tatapan setajam tajamnya seolah ingin menerkam mangsa


"Renata bangun, maafin aku" cemas vito kepada renata


"Pergi Lo dari sini gak usah sentuh renata" bentar rehan pada vito


"Gue pacarnya, lo gak usah ikut campur lo bukan siapa siapa nya kan" ucap vito


Rehan pun tidak memperdulikan ucapan vito dan rehan terus berusaha menepis vito agar tidak menyentuh renata dan rehan berusaha menggendong renata untuk segera di obati karna di sudut bibirnya renata berdarah akibat pukulan vito


Tiba tiba rozi pun datang dan melihat ada keributan, rozi pun langsung menghampiri keributan antara rehan dan vito, dari kejauhan rozi melihat rehan menggendong renata dan vito berusaha ingin merebut renata dari pangkuan rehan


"Itukan vito" gumam rozi di dalam mobil


"Terus laki laki itu siapa, dan perempuan yang di gendong itu.......RENATA" ucap rozi dari dalam mobil yang panik melihat keadaan adik kesayangan nya itu


"Renata" teriak rozi sambil berlari


"Bang rozi, waduh bisa abis gue, mending gue cabut" ucap vito yang bergegas pergi meninggalkan rehan dan renata kala melihat rozi abang nya renata datang


"Renata, kenapa renata siapa yang bikin adek gue kayak gini" ucap rozi yang penuh amarah

__ADS_1


__ADS_2