Cowok Badboy Dan Cewek Barbar

Cowok Badboy Dan Cewek Barbar
KOTAK LOVE


__ADS_3

Saat ini Vina dan sani sedang berada di kelas mereka, berita tentang penganiayaan vina terhadap renata sudah tersebar luas di SMA satu nusa, seluruh siswa siswi merasa kasihan kepada renata akibat ulah vina.


Andra yang baru saja mengetahui hal tersebut pun marah kepada vina, walaupun andra telah mengetahui kalau renata telah resmi jadi pacar nya rehan, tapi ia tidak terima kalo ada orang yang mencelakai renata.


"Heh, vina apa maksud lo kayak gitu sama renata" tanya andra marah pada vina


"Iya kenapa sih lo selalu kayak gitu selalu nyiksa orang hanya karna ke egoisan lo sendiri" sambung jordi


Brakk......


Tiba tiba rehan datang dan menendang meja yang ada di kelas nya vina, semua orang yang ada di kelas itu langsung kaget.


Ternyata rehan tidak sendirian, ia datang bersama roni, mamat, cindi dan siswa siswi lainnya yang mendukung renata, mereka semua datang dan membawa karton yang bertulisan.


"VINA DAN SANI PSIKOPAT"



"VINA DAN SANI HARUS DI KELUARKAN DARI SEKOLAH INI"


"Ada apaan ini" tanya andra heran melihat banyak siswa siswi datang ke kelas itu


"Vina dan sani harus di keluarkan dari sekolah ini sebelum dia menyakiti siswa lainnya" ucap seorang siswi yang sudah lama kesal dan benci dengan vina dan sani karna sikap mereka


"Iya vina dan sani harus di DO dari sekolah ini" sambung siswa lain nya


DO.....


DO.....


DO.....


Teriak seluruh siswa yang di kumpulkan oleh rehan untuk mengusir vina dan sani, mereka berdua pun saat ini hanya terisak dengan tangisan, karna mereka sadar atas kesalah mereka kali ini, terlebih lagi vina saat ini begitu merasa bersalah dan merasa sangat malu atas perbuatan nya, akan tetapi nasi telah menjadi bubur, semua yang telah ia lakukan ia harus menerima akibatnya.


"Heh vina, puas lo sekarang udah buet sahabat gue menderita hah, gak nyangka gue lo senekat ini mau bunuh anak orang hanya karna cinta lo itu ke rehan bertepuk sebelah tangan, pantesan aja rehan gak suka sama lo, orang lo aja modelan psikopat gini, bisa bisa nanti rehan jadi daging cincang kalau sama lo" marah cindi yang meluapkan semua emosi nya


"Untung lo cewek kalo cowok udah habis lo gue bikin" ucap rehan dengan tatapan yang sangat tajam dan dingin


"KELUAR KAN VINA DAN SANI DARI SEKOLAH INI" teriak seluruh siswa yang saat ini ada di situ


"DO MEREKA BERDUA"


"DO MEREKA BERDUA"


Teriak siswi lain nya.


"Rehan gue mohon jangan keluarin gue dari sekolah ini, gue janji gak akan ngelakuin apa apa lagi asalkan gue tetep sekolah disini" rengek sani pada rehan sambil sujut di kakinya rehan tanda memohon, begitu juga dengan vina


"Rehan, gue mohon maafin gue, jangan keluarin gue dari sekolah ini, gue akan minta maaf sama ke renata bahkan gue akan ngelakuin apapun itu untuk lo sama renata asalkan izinin gue sekolah disini jangan keluarin gue yaa rehan, gue mohon" rengek vina pada rehan


"Gak ada kok yang ngeluarin lo dari sekolah ini" ucap renata yang tiba tiba datang


"Loh renata, kok kamu disini kan tadi aku udah bilang kamu pulang aja" ucap rehan yang langsung menghampiri renata dan langsung memegang tangan nya

__ADS_1


"Tadi aku merengek sama papah dan mamah agar aku di anterin ke sekolah, karna aku bakal bosan di rumah gak bisa ketemu kamu lagi" ucap renata memelas pada rehan


"Renata, plis maafin gue jangan keluarin gue dari sekolah ini, gue gak mau ngecewain orang tua gue karna mereka udah bangga banget sama gue bisa masuk ke sekolah ini, gue akan ngelakuin apa aja buat lo gue janji" rengek sani sambil sujut di kaki nya renata


"Iya na, gue juga janji akan ngelakuin apa aja, disini gue benar benar salah besar sama lo na, gara gara cinta gue gak bisa berfikir jernih karna gue sangat mencintai rehan gue gak rela cewek lain ngedeketin dia, makanya gue selalu benci sama orang yang ngedeketin rehan, tapi kalo ini gue sadar, cinta emang gak bisa di paksakan, jadi gue iklas kalo cinta gue ke rehan gak terbalaskan, gue janji aka. ngelakuin apa aja buat lo untuk nebus semua kesalahan gue, gue emang jahat na, gue mohon maafin gu, izinin gue nebus kesalahan gue" rengek vina pada renata sambil menangis atas kesalahannya


"Kalian apa apaan sih gue bukan mamak kalian berdua segala cium cium kaki gue segala" ucap renata sambil membangunkan vina dan sani


"Tapi na, mereka berdua udah bikin lo masuk rumah sakit dan nyaris lupa ingatan, masa lo mau maafin mereka gitu aja sih na" ucap cindi yang tidak terima dengan keputusan renata


"Kita itu harus saling memaafkan, walaupun orang itu berbuat jahat tapi kita gak boleh membalas nya dengan kejahatan" ujar renata dengan bijak


"Tapi dia udah keterlaluan sama lo na, masa lo gitu aja memaafkan mereka, setidaknya Lo ngasih pelajaran gitu ke mereka" sambung andra


Rehan pun menatap sinis andra entah kenapa ia tidak suka kalo andra mendukung kekasih hati nya itu, mungkin karna rehan cemburu sebab andra juga menyukai renata.


"Iya mending keluarin aja vina dan sani dari sekolah ini dari pada banyak korban lagi karna ulah nya" sambung mamat yang setuju dengan andra dan cindi


"Udah ya, gue kan udah gak kenapa kenapa jadi gak masalah kalau kita kasih vina dan sani kesempatan kedua, kalau dia berulah lagi baru gue sendiri yang akan nyeret dia keluar dari sekolah ini" tegas renata, dan baru kali ini renata terlihat sangat serius dari mimik wajah nya


"Yaudah deh kalo gitu aku setuju sama kamu" pasrah rehan yang sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi karna dia menghargai kehidupan sang kekasih


"Bubarkan mereka" ujar rehan pada roni dan mamat


Rehan pun pergi dari kelas itu bersama renata, andra pun yang melihat itu tersenyum kecut karna melihat renata sama bahagia saat dekat dengan rehan.


"Yaelah dia malah asik bucin padahal ini dia yang ngumpulin manusia manusia siluman" ujar mamat


"Komen aja lo ahh udah sono bubar" sambung roni


"BUBAR BUBAR CEPAT" perintah mamat


"Huuuuuuuuu" sorak siswa siswi tersebut


Seluruh siswa siswi tersebut pun kembali ke habitat mereka masing masing termasuk andra dan kedua teman nya, ada yang pergi ke kelas, ada juga yang pergi ke kantin, ada juga yang perke toilet sambil membawa komik.


"Loh cindi, lo ngapain masih disini, lo pasti nungguin babang tamvan lo ini ya" ucap roni yang melihat cindi masih berdiri di tempat


"Dih pede banget lo" ucap cindi yang langsung pergi dari tempat tersebut


"Eneng geulis tungguin babang tamvan mu ini dong" teriak roni yang membuat cindi jadi tersenyum senyum sendiri


"Ada ada aja nih tuh anak bikin gue jatuh cinta aja tu anak" gumam cindi dalam hati


Di tempat lain pada rozi dan naya saat ini sedang berada di restoran bintang 5 milik nando ayah nya rozi, setelah dari rumah sakit melihat kondisi renata, rozi dan naya ingin balik ke kantor, akan tetapi mereka berdua sama sama lapar, maka dari itu mereka mampi ke salah satu restoran milik nando.


"Selamat siang tuan rozi, apa ada yang bisa saya bantu" tanya salah satu pelayan yang bekerja di restoran tersebut


"Mana edo, tadi saya sudah siapkan tempat untuk makan siang ini" ujar rozi pada pelayan tersebut


"Eh tuan muda sudah datang" ucap edo yang juga bekerja di restoran tersebut tapi jabatan nya adalah sebagai asisten manajer


"Tuan muda mata lo peang, udah gak usah gitu ah kayak sama siapa aja lo ah" proses rozi pada edo

__ADS_1


Edo adalah teman sekolah dan kuliah nya rozi, kemana mana rozi selalu bersama edo dari jaman sekolah sampai kuliah, hingga saat ini rozi menjadi seorang bos muda di perusahaan papah nya, dan edo sebagai asisten manajer di restoran milik papah nya rozi, karena edo bukan lah orang yang berada tadi karna rozi sekarang edo bisa membangun kehidupan lebih nyaman lagi bersama keluarga, jauh dari masa ia sekolah dan kuliah dulu, itupun kalo edo tidak bisa bayar uang semester rozi lah yang membantunya.


Edo selalu menolak nya karena tidak mau berhutang banyak pada pada teman nya itu, Akat terapi rozi sudah menganggap edo seperti sodara nya sendiri maka dari itu rozi tadi pernah meminta uang nya yang di pakai ongkos kuliah nya edo di kembalikan, karna rozi ikhlas untuk membantu teman nya itu.


Edo pun berusaha mencari pekerjaan serabutan untuk mengembalikan uang nya rozi, sudah beberapa kali rozi menolak tetap saja edo untuk mengembalikan uang tersebut, sehingga akhirnya rehan mempunyai ide untuk merubah kehidupan teman nya itu, rozi mengatakan kalau edo ingin membayar pada rozi maka edo harus bekerja di restoran milik papah nya rozi, edo pun menerima tawaran rozi, maka dari itu sampai sekarang edo bekerja di restoran tersebut dari pelayan sampai naik jabatan menjadi asisten manajer.


"Sama bos lah ya sama siapa lagi" sahut edo pada rozi


"Kan gue udah bilang, kita itu temen, gak ada namanya bos dan karyawan atau bawahan, lo itu sampai kapanpun tetap menjadi teman gue, jadi panggil aja gue rozi jadi sama seperti saat kita sekolah dan kuliah dulu" pinta rozi pada edo


"Iya deh iya serah lo" pasrah edo


"Nah gitu dong kan enak" jawab rozi


"Terus dimana tempat yang udah lo siapin buat gue" tanya rozi pada edo


" Sini ayok gue anter" ajak edo pada rozi


Edo bersama rozi dan naya pun melangkah pergi menuju tempat tersebut.


"Widih mantep juga lo nyiapin nya sebagus dan secepat ini, mantep lo mah tau aja selera gue kayak gimana" puji rozi saat melihat tempat yang disiapkan kan edo begitu bagus


"Bagus banget zi" puji naya kagum dengan tempat tersebut


"Oh iya, kenalin ini calon gue" ucap rozi memperkenalkan naya pada edo


"Calon mulu dari kemaren kemaren, di nikahin kagak" gumam naya dalam hati kesal karna rozi selalu menyebutnya calon tadi tidak di beri kepastian


"Edo" ujar edo berkenalan


"Naya" sahut naya berkenalan


"Awas Lo ambil calon gue" ancam rozi bercanda


"Yaelah gimana sih lo, masa ia gue embat punya teman sendiri aneh aneh aja lo mah" protes edo


"Hehehe, canda gue mah" sahut rozi


"Yaudah lo nikmatin aja dinner siang lo berdua, gue mau lanjut kerja dulu, karna kerjaan gue masih banyak, gue permisi dulu ya" pamit edo pada rozi dan naya


Kini hanya tinggal rozi dan naya, rencana nya rozi akan mau ngelamar naya, iya sudah menyiapkan cincin dari jauh jauh hari untuk melamar naya tanpa sepengetahuan naya.


"Naya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap rozi dengan mimik wajah yang tidak seperti biasanya, karna saat ini rozi sedang serius


"Ngomong aja, biasa kan juga tinggal ngomong aja gak pake ijin segala" sahut naya yang memperhatikan rozi


Rozi pun mengeluarkan sebuah kotak love berwarna merah yang dimana isinya adalah sebuah cincin yang akan di berikan rozi untuk naya.


BERSAMBUNG.......


Kira kira lamaran rozi diterima gak ya sama naya.


Jangan sampai ketinggal cerita nya ya tetap terus baca ceritanya Soalnya ada beberapa bab yang akan bikin penasaran.

__ADS_1


__ADS_2