
Cindi memang sudah lama menyukai roni. Akan tetapi ia tidak menunjukkan itu semua Karna ia takut cinta nya bertepuk sebelah tangan. Padahal sebenarnya roni juga menyukai cindi, akan tetapi roni takut kalo itu menyatakan cinta nya cindi akan menolak nya.
Mereka berdua telah di kuasa rasa khawatir akan tidak bisa memiliki. maka dari itu saat ini mereka sedang terjebak dengan perasaan mereka masing masing. Itulah cinta, terkadang juga bisa bercanda membuat teka teki untuk orang yang merasakan nya.
Saat ini roni sedang berada di rooftop sekolah. ia sedang berbaring di kursi yang ada di tempat tersebut.
"Huh, apa gue harus ngelupain cinta gue ke cindi ya, gue gak mau aja kalau di simpen terlalu lama di hati ntar basi lagi" gumam roni sambil menatap langit.
"Eh kok basi, emang nya makanan apa ya aneh aneh aja gue" sambung roni berbicara sendiri
Apa mamat juga suka ya sama cindi, tapi kok dia gak bilang sama gue, kan biasa nya kalo mamat suka sama cewek pasti dia selalu curhat sama rehan dan gue kayak waktu dia suka sama siva"
"Ahh, bodo amat ribet emang kalau berurusan sama yang namanya cinta, siapa sih yang nyiptain cinta ribet amat kayak gini. Kenapa gak kayak jaman nya nabi adam sama siti hawa aja yang simpel gitu cinta nya setia gak bertepuk sebelah tangan" ucap roni yang mulai mumet mikirin perasaan sendiri
Saat ini sudah memasuki jam siang. rehan dan mamat sedang mencar cari roni.
"Woy, ngapain lo disini sendirian gak ngajak ngajak kita ya han" ucap mamat yang tiba tiba datang bersama rehan
"Gak ngapa ngapain" sahut rehan yang agak cuek karna ia masih badmod dengan kejadian tadi di kelas
"Lo kenapasih, keliatan bete gitu mukanya" tanya rehan pada roni
"Gapapa" jawab roni bohong
"Lo gak usah bohongin gue, gue gak suka di bohongin, kalau ada apa apa itu bilang aja gak usah sok di pendam gitu, kita bertiga sahabat udah lama, jadi gak perlu ada yang di tutup tutupin" jelas rehan yang merasa ada sesuatu terhadap roni
"Oke, sekarang gue mau tanya sama lo" tunjuk roni pada mamat
"Gue" tanya mamat sambil menunjuk diri nya
"Lo suka sama cindi?" tanya roni pada mamat tanpa basa basi lagi karna saat ini roni sedang mode serius ia sedamg tidak mood bercanda
"Dih apaan sih lo, mana ada gue suka sama cindi, tipe gue bukan cindi tapi tipe gue seperti janda pirang yang body nya kayak gitar spanyol" jawab mamat asal asalan
"Jadi lo beneran gak suka sama cindi" tanya roni memastikan
"Iya bambangg" geram mamat
"Gue roni bukan bambang" protes roni yang namanya di ganti menjadi bambang
"Ohh, jadi lo cemburu liat mamat sama cindi tadi pagi" tebak rehan
"Emang iya" jawab roni santai
"Lo suka sama cindi" tanya mamat memastikan
"Iya" sahut roni santai
__ADS_1
"Kantin yok" ajak roni yang dimana mood nya sudah kembali stabil karna ia sudah mengetahui bahwa mamat tadi menyukai cindi. roni pun berjalan ke kantin. rehan dan mamat pun saling tatap tatapan satu sama lain, bisa bisa nya mood roni berubah secepat itu.
Mereka bertiga pun telah sampai di kantin. dan di sana sudah ada cindi dan renata yang sedang berbincang bincang sambil memakan mie ayam.
"Hay cin" sama roni pada cindi sambil tersenyum
"Cindi doang nih yang di sapa gue gak" canda renata pada roni
"Hai sayang" sapa rehan
"Kok kamu minta sapa sama roni sih aku kan pacar kamu" protes rehan pada renata
"Sih kulkas lagi cemburu tuh" bisik mamat pada roni
"Ngapain kalian bisik bisik" sinis rehan pada mamat dan roni
"Udah udah mending kalian pesen makanan nanti keburu bel bunyi lo" usul renata
Roni pun memesan makanan dan minuman untuk mamat dan rehan. Karna memang seperti biasa memang roni yang memesan makanan untuk kedua teman nya itu.
Setelah beberapa menit makanan yang di pesen roni pun datang. mereka memakan makanan tersebut sambil berbincang. terlebih lagi rehan dan renata sedang mode bucin. siapa pun yang melihat kebucinan mereka pasti akan iri. Karna saat ini rehan sedang bersuap suapan dengan renata.
"Yaelah, kalau udah bucin dunia serasa milik berdua, yang lain cuman ngontrak" ucap mamat
Saat melihat rehan dan renata rasanya roni semakin tidak sabar ingin mengetahui perasaan cindi yang sesungguhnya.
"Boleh kok ngomong aja" sahut cindi sambil menatap makanan nya
"Tapi gak disini, ayok ikut gue" ucap roni sambil mengulurkan tangan nya pada cindi
"Hmmm ta-tapi gue masih makan" jawab cindi yang merasa aneh dengan sikap nya roni
"Bentar doang kok nanti lanjut lagi makan nya kalo perlu bungkus ntar" ucap roni
"Ayook" roni pun meraih tangan cindi dan cindi pun pasrah mengikuti kemana roni akan membawa nya
"Roni mau bawa gue kemana ya" tanya renata pada rehan dan mamat
"Paling bentar lagi mereka bakal jadian" jawab mamat sambil mengunyah makanannya
"Jadi roni mau nembak cindi" tanya renata kaget
"Iya" jawab rehan santai sambil menatap renata tiada hentinya
"Kamu kenapa sih liatin aku gitu banget, kan aku jadi malu" ucap renata sambil menutupi wajah nya
"Emang nya gak boleh liatin pacar sendiri, apa kamu mau aku liatin pacar orang" sahut rehan
__ADS_1
"Ihhh, gak gitu juga rehan, yaudah kamu ngeliatin aku aja dari pada ngeliatin pacar orang" dengus renata
"Yaelah nasib banget jadi jomblo harus selalu jadi nyamuk disini seolah olah gue cuman jadi pengganggu orang lagi bucin" dengus mamat kesal
Ditaman sekolah, saat ini roni dan cindi duduk di sebuah kursi yang ada di taman tersebut.
"Lo mau ngomong apa sampe ngajak gue kesini" tanya cindi yang penasaran apa sebenarnya yang akan di omongin sama roni
"Cin" panggil roni sambil menatap dua bola mata indah milik cindi
"I-iya" jawab cindi gugup
"Jujur gue gak tau perasaan ini benar atau salah, tapi gue udah gak tahan mendam perasaan ini dengan lama lama lagi" ucap roni jujur, cindi pun menyimak perkataan roni
"Gue suka sama lo, gue cinta sama lo, dan gue sayang sama lo cindi" ungkap roni pada cindi
Cindi pun termenung mendengar perkataan roni, jujur cindi sangat senang karna selama ini dia juga sangat menyukai roni.
"Lo beneran" tanya cindi memastikan
"Iyaaa" jawab roni sambil mengangguk
"Gue itu udah lama suka sama lo, hanya saja gue takut buat ngungkapin perasaan gue ini, karna gue takut cinta gue lo tolak" jujur roni
"Emmm, sebenernya gue juga udah dari dulu ron suka sama lo, dan gue juga pernah hampir lupain lo, tapi gak bisa, dan gue sadar cinta gue ke lo itu beneran tulus" jawab cindi jujur
Roni yang mendengar itupun tersenyum. ia senang karna perempuan yang ia cintai ternyata juga sangat tulus mencintai nya.
"Jadi jawaban nya gimana" tanya roni
"Jawaban apa" tanya cindi
"Jawaban yang tadi, kamu mau gak jadi pacar aku" jelas roni
"Gak" jawab cindi
Roni pun tersenyum hambar.
"Gak nolak dong, aku mau kok jadi pacar kamu" jawab cindi lagi sambil menampakkan senyum nya
"Serius" tanya roni memastikan
"Hemm" jawab cindi
"Yeyyy, AKHIRNYA GUE GAK JOMBLO LAGI"teriak roni sakin senang nya
Bersambung.......
__ADS_1