
kak bukankah rumah terlalu sunyi?" Tanyaku kepada kakak yang sedang BAB di ruangan sebelah.
kamar mandi kami punya sekat antara WC dengan tempat mandi, jadi jika berbicara akan kedengaran.
"Hmm...entahlah mungkin mama sedang ke pasar dan papa tak mungkin pulang kerja jam segini" kakak menyahut dengan nada yang datar, dan aku yakin dia pasti sedang maen game karena biasanya kakak bermain game walaupun sedang BAB.
Aku yang lagi cuci muka juga tak terlalu mempedulikan keadaan rumah.
tapi seperti ada yang mengganjal, beberapa menit yang lalu suara gaduh dari si kembar kedengaran, sekarang tak terdengar sama sekali aku agak khawatir.
Apa mama membawa mereka pergi?, tapi tak mungkin saja mama pergi bersama mereka saat belanja di malam hari kek gini.
Akhirnya ku percepat mencuci wajah dan langsung keluar dari kamar mandi, begitu keluar pemandangan yang tak ingin ku lihat berada tepat di depan mataku.
Aku menjerit karena kaget melihat apa yang terjadi.
Ini tak mungkin mimpikan? Ku cubit lenganku dan terasa sakit, benar ini bukan mimpi!.
Mama yang tak bernyawa tergeletak bergelimang darah, kakiku lemas, kepalaku serasa berkunang-kunang.
Oh tuhan apa yang terjadi?.
ah iya si kembar dimana? Ku paksakan kakiku untuk berdiri.
'Semoga adikku tidak kenapa kenapa'
aku berjalan menuju ruangan bermain mereka, dan hal yang ku harapkan tak terjadi, si kembar juga sama seperti mama.
__ADS_1
Aku menangis tak sanggup melihat kenyataan yang ada.
aku sungguh bingung siapa yang menyerang keluargaku dengan senyap, tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Bahkan aku juga tak mendengar teriakan dari mama dan adik adik, ini sungguh gila, psikopat macam apa yang sudah membunuh keluargaku?!.
Kakak berlari menghampiri, mungkin karena mendengar jeritan ku tadi dia buru buru menyudahi kegiatannya, lalu mengelus bahu ku.
pasti kakak juga sedih tapi dia berusaha terlihat tegar.
"Kak.. sebenarnya ada apa ini? Ke..ke.. kenapa me..mereka seperti itu?" Suaraku bergetar menahan tangis yang membuncah.
"Kakak pun tak tau viola, kakak juga terkejut" Suara kakak terdengar lirih.
Tapi aneh nya ini bukan seperti pembunuhan, lebih tepatnya terlihat seperti dicabik binatang buas.
Organ tubuh mereka yang bertebaran, dan bekas gigitan gigi yang tajam iya, aku yakin ini pasti dicabik binatang buas.
Apa harimau atau singa dari kebun binatang lepas?.
Ah semuanya membingungkan, tak ada yang terucap dari bibirku hanya tangisan yang semakin membuatku tak berdaya.
Tiba tiba ponsel kakak berdering, dan terpampang nama ayah dilayar ponsel. "Haris kalian baik baik saja kan?" Kakak me loudspeaker suara telepon agar aku juga mendengar nya.
"Iya ayah aku dan lala tidak apa apa, hanya saja mama dan si kembar... Sudah tiada" ayah terdiam sesaat, aku yakin ayah pasti terkejut.
"...syukur lah kalian berdua baik baik saja, haris lala dengar ayah sekarang keadaan darurat. Kalian tetap dirumah dan jangan kemana-mana, para monster sedang berkeliaran. Ayah akan menjemput kalian, kalian tunggu saja dirumah. Jika kalian mendengar suara tangisan jangan buka pintu, jangan keluar. Kunci pintu rapat-rapat dan sembunyi lah. Tunggu ayah dirumah, sebentar lagi listrik akan padam karena ada gangguan, jika dalam sehari ayah tak pulang, kalian datanglah ke alamat yang akan ayah kirimkan...tung" tut..tut.. telepon terputus bersamaan dengan padam nya lampu.
__ADS_1
gangguan jaringan juga terjadi di ponsel Kakak.
Tapi, barusan ayah bilang monster? Monster apa? Dan bagaimana bisa ada monster?.
oh tuhan begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan, aku ingin mendengar semua jawaban dari pertanyaan ku.
"Kak bagaimana ini?" Aku panik melihat sekeliling yang gelap gulita.
"Tenang lala, ayo kita cari senter" kami berjalan bergandengan, dengan pencahayaan yang minim dari ponsel.
bau anyir darah menyebar dimana-mana, jujur saja aku ingin muntah.
Kami berjalan menyusuri koridor ruangan, dan akhirnya menemukan senter yang tersangkut di dinding.
kami mengambil senter itu, dan pergi menuju pintu yang tak terkunci dan mengunci semua pintu, serta menutupinya dengan lemari dan tumpukan benda lainnya.
-Tring-
ponsel kakak berbunyi, sebuah pesan masuk.
melihat ada pesan yang masuk, Berarti jaringan sudah kembali normal.
Kakak membuka pesan itu dan membacanya.
Isi pesan:
"anak-anakku ini alamat yang ayah bilang tadi, (jln xx.xx.xx)
__ADS_1
jika ayah tidak datang ke rumah dalam sehari kalian pergi lah ke sini, saat ini tidak memungkinkan kalian lewat jalan biasa, carilah ruang bawah tanah. Lalu geser lemari yang pertama terlihat, dan masukkan pin ini 'awas kematian menantimu' jika sudah kalian ikuti saja terowongan itu, butuh waktu sekitar tiga hari untuk sampai ke tempat ayah. dengan jalan biasa hanya butuh waktu lima jam, Siapkan bekal yang ada untuk pergi nanti. Salam ayah🖤"
Astaga ini benar-benar misteri kami sama sekali tak pernah ke ruangan bawah tanah dan tak tahu ruangan itu dimana.