
Sebenarnya aku juga khawatir, bukan hanya penampilannya wajahnya juga terlihat tak bersahabat, tapi aku tak mungkin menyerah setelah memulai semua ini kan?.
"Anak muda walaupun kalian tak mengenalku dan tak mempercayai ku, tak apa. Aku sudah biasa dianggap makhluk aneh bagi orang lain. Aku sudah menunggu kalian selama seratus tahun, untuk mengajari kalian agar menguasai kekuatan yang kalian punya."
Yah di awal pun dia juga bilang telah menunggu kami selama seratus tahun, tak masuk akal di terkurung di tempat lembab dan tak menyenangkan ini selama seratus tahun?!
Sulit dipercaya sih, tapi untuk saat ini aku harus mempercayainya.
"Anak muda, sebenarnya tubuhku yang asli bukan ini. Aku meninggalkan tubuhku di dunia lain. Aku sengaja bergaya seperti ini agar dapat lebih leluasa mengajarkan kalian ilmu yang ku punya" dia membalikkan badannya dan menghadap kami, "aku senang kalian tak gampang percaya pada siapapun".
__ADS_1
Lalu dia menjentikkan jarinya dan menghilang, tiba-tiba dari arah belakang ada suara raungan yang menakutkan. Samar samar terlihat bayangan menyeramkan dengan taring yang panjang, kepala singa tapi badan manusia dengan cakar tajam.
"Mundur La" kakak menarik tanganku untuk menghindari serangan dari makhluk tadi.
"Sialan ini perbuatan nya tapi dia malah menghilang." Kakak mendengus sebal, aku pun tak menyangka kami akan menghadapi hal seperti ini.
Makhluk mengerikan itu meraung-raung seolah menangis, kami tak bisa diam bersembunyi seperti ini.
Aku tak tega melihat mereka menahan sakit seperti itu, tapi Maaf kan kami. Kami takkan bisa selamat sebelum membunuh kalian.
__ADS_1
hampir tiga puluh menit kami menghabiskan waktu untuk mengalahkan makhluk aneh tersebut.
"Hah ternyata melelahkan ya" kakak mengusap peluh di dahinya.
"Wah wah kalian membereskan monster itu dengan cepat" aku terkejut, melihat paman muncul seperti hantu kehadirannya sungguh tak terduga, "hohoho aku sungguh salut, tenyata kalian mewarisi ketangguhan dari ibu kalian, ayo jalan kembali, selama tiga hari pun kita takkan sampai kalau terus berhenti seperti ini" Padahal dia yang membuat kami berhenti dasar!
"hei paman kenapa kau tiba tiba menghilang? kau ingin membunuh kami?" kakak yang biasanya tak banyak bicara ini dia terlihat sangat emosi. "ayo lanjut jalan kalian akan tertinggal kalau terus mengeluh" kakak semakin marah, tapi alu memegang tangannya untuk menenangkan dia.
kami yang kelelahan mengikuti langkah besar nya, aku yakin dia melakukan ini untuk kami juga. yah masih belum ketebak sih maksud dari tujuannya tapi percaya saja semoga dia memang membawa kami ke tempat ayah berada.
__ADS_1
"tahukan kalian aku dan ayah kalian yang membangun ruangan ini, ayah kalian emang pria yang tangguh. ibu kalian beruntung menikah dengan lelaki sepertinya hoho" dia tak membalikkan wajahnya kepada kami dan terus berbicara "seandainya dulu dia tak melakukan kesalahan maka kita tak mungkin berjumpa, yah aku sudah terlalu tua untuk bisa memahami anak muda. hoho" dia terlihat tersenyum, entah itu senyum bahagia atau senyum kesedihan.
setidaknya dia tak menyakiti kami, jika dia mau sudah dia lakukan sedari awal. "jangan memandangku dengan menyedihkan begitu anak muda, aku tau aku ini lebih layak jadi kakek kalian daripada paman hoho. tapi aku sangat senang kalian memanggiku paman, aku serasa 60 tahun lebih muda hoho" cara bicaranya yang terlihat santai itu membuatku tak menaruh curiga lagi terhadapnya.