Deadly Fear (The Warrior)

Deadly Fear (The Warrior)
chapter 5


__ADS_3

Aku tak bisa tidur, padahal sudah jam tiga dini hari.


Kakak di sebelahku sudah tertidur pulas, aku tak tau kalau dia bisa tidur sepulas itu, disaat mencekam seperti ini.


Aku letih tapi entah mengapa aku tak mengantuk otakku trus bekerja, walaupun tak ingin. Aku teringat kalau aku belum pernah sekalipun memasuki tempat ini, walaupun ini di rumahku. Menyusuri setiap sudut ruangan adalah pilihan terbaik.


Kulihat begitu banyak benda antik di disini, kurasa papa hobi mengoleksi mereka. Tapi mataku berhenti disebuah buku tua, dengan sampul coklat kehitaman yang mencolok.


ku ambil buku itu dan membukanya.


Tapi, tiba-tiba cahaya keluar dari buku itu.


Seorang Elf kecil nan imut melayang layang di udara, aku kaget tapi juga kagum. "Siapa kau?" Tanyaku dengan tetap menjaga jarak darinya, takut kalau-kalau dia melakukan hal buruk padaku.


Terkadang makhluk yang indah juga dapat menyebabkan hal yang tak wajar. Dia terbang mendekat, aku mundur beberapa langkah. Jika aku teriak kakak pasti akan kesini, aku tak mau membangunkan kakak yang sedang tertidur.

__ADS_1


Dia melambaikan tangan mungilnya, seolah mengisyaratkan bahwa dia tak berbahaya. Tapi aku tetap khawatir, dia memang tampak tak berbahaya.


Ku coba untuk rileks, dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. "Kau siapa? Dan darimana asal mu?" Aku bertanya sekali lagi, elf itu berbicara tapi aku tak mengerti apa yang diucapkannnya.


Dia memutar tongkat yang dipegangnya kurasa itu tongkat adalah tingkat ajaib, benar saja dari tongkat itu muncul sebuah layar yang menggambarkan kejadian kejadian diluar sana.


Ada beberapa monster tapi mereka saling menyerang. aku heran melihat monster yang saling menyerang itu, karena penasaran aku bertanya kepada elf yang berada dikiriku "kenapa mereka saling menyerang padahal sama sama monster?"


Lalu layar dihadapan ku menampilkan gambar para manusia yang berdebat dan saling membunuh. ah ternyata begitu, para monster juga memiliki sifat yang sama dengan manusia yaitu 'keserakahan'. "Jadi kau ingin aku melakukan apa?" Aku penasaran kenapa dia menunjukkan semua potret ini kepadaku Lalu layar itu berubah lagi, tapi menggambarkan seorang ksatria berkuda yang menyelamatkan makhluk tak berdaya.


Elf mengangkat buku yang terjatuh dari tanganku dengan tongkat ajaib.


"Maksudmu di buku itu ada cara untuk menyelamatkan dunia ini?" Aku bertanya memastikan. Dia mengangguk.


Aku menatap buku itu, apakah mungkin ini bukan buku biasa?

__ADS_1


Aku mengambil buku yang melayang layang itu.


"sebenarnya ini buku apa?" tanyaku memastikan


Elf itu menghampiriku, kini aku bisa berinteraksi dengan lebih baik dari yang tadi. dia mengucapkan bahasa aneh lagi, ah benar, percuma saja dia menjelaskan panjang kali lebar aku sama sekali tak mengerti apa yang diucapkannya. yah untuk mempersingkat waktu aku pun mengiyakan untuk menjadi seorang pendekar.


"Baiklah, aku setuju untuk menyelamatkan dunia ini, lagian itu emang tujuan ku. aku hanya perlu membaca buku ini kan?"


Melihatnya yang mengangguk sepertinya benar.


Aku duduk dan mengambil posisi ternyaman untuk membaca, ku buka lembaran pertama.


Tulisan pertama di awal buku seperti ini.


'kehampaan di hidup hanya akan menyesatkan hati yang murni'

__ADS_1


__ADS_2