
"hmm anda bilang bahwa aku bisa memilih warrior sesuai keinginanku?" Aku memastikan supaya tidak ada kesalahpahaman suatu saat nanti.
"Benar, lebih tepatnya manusia yang kau pilih harus yang berkualitas. Karena warrior bukan untuk makhluk yang tak berhak menerimanya" dia berbicara seperti semua adalah kehendaknya.
"Kurasa aku tak pantas melakukan itu ratu, karena aku takut kalau aku salah pilih. Aku juga takut tak bisa berlaku adil" mengingat diriku yang mungkin bisa saja melakukan kesalahan.
Ratu Elf terdiam sesaat, dia memandangku seperti tak percaya dengan yang aku katakan.
"Baiklah ras manusia, bagaimana pendapat mu Aku akan coba mempertimbangkannya" dia melipat tangannya, jiwa seorang ratu yang arogan berada didalam dirinya.
"Mungkin lebih baik agar anda saja yang menentukan, aku akan memilih setiap manusia yang akan manusia yang layak menjadi warrior tapi anda yang akan mengujinya, gimana yang mulia ratu?" Penawaran yang ku ajukan tak mungkin merugikan dirinya, bahkan mungkin lebih menguntungkan baginya.
"Baiklah aku terima tawaran mu manusia, sekarang aku akan mengirim mu kembali ke dunia kalian, oh ya siapa manusia pertama yang akan kau sarankan?" kenapa secepat ini? Aku belum punya pilihan yang pasti.
__ADS_1
hmm apa kakak aja ya, kurasa kakak cocok menjadi warrior, dan lagi kan ratu yang menentukan.
"Ratu apa saya bisa menyarankan kakak saya?"
"Tentu saja, sebagai hadiah karena ras manusia mau berkerjasama aku akan buat kakak mu menjadi pendekar seperti mu tanpa di uji" baguslah, kalau dia diuji dan dikirim kesini dia pasti kebingungan. nanti aku yang akan kesulitan menjawab pertanyaan dari kakak.
Hmm sepertinya ada sesuatu yang lupa ku tanyakan, tapi apa ya??
Ah aku ingat..
"Ya ampun aku lupa menanyakannya, hah ya sudahlah nanti juga kami bakal bertemu lagi, kutanyakan nanti saja." Sepertinya aku terlelap, sudah berapa jam aku tidur. badan ku pegal-pegal karena tidur dalam posisi duduk.
Kakak juga sudah terbangun, tapi ada yang aneh dengan pakaian kakak, dia memakai baju yang berbeda dengan yang dipakainya kemarin.
__ADS_1
"Viola kau juga sama?" Duh kan pasti dia akan menyerbuku dengan berbagai macam pertanyaan.
"Wah ini nyata aku juga bisa mengeluarkan api dari tanganku, lihat ini." Ternyata aku salah ekspresinya tampak senang.
"Apa karena baju ini ya?, Aku gak akan ganti baju selamanya" tekadnya itu membuatku ngeri, aku ingin menjelaskan tapi aku takut dia takkan percaya tentang apa yang akan aku ceritakan.
"Kak, kayak nya ayah gak akan datang deh." Kataku sebelum dia mengatakan hal aneh lainnya
"Benar apa kita pergi saja ya, ini juga sudah pukul delapan pagi. Aku tidur pulas sekali, badanku jadi segar bugar" dia menunjukkan otot ototnya dan hal itu berhasil membuatku jijik.
"Ya sudah ayo kita buka pintu itu" aku sudah tak sabar untuk melihat apa yang akan kami hadapi nanti.
"Entah kenapa kakak takut membuka pintu itu, sepertinya hal buruk akan menyambut kita nanti." Dia tampak gusar dan tak percaya diri, tak seperti kakak yang selama ini kukenal.
__ADS_1
"Tak apa kak, sekalian mencoba kekuatan baru ini" aku mengeluarkan air dari tangan kanan ku dan angin dari tangan kiri.
"Wow keren La, baiklah ayo kita bereskan barang barang ini dan pergi" semangatnya timbul setelah dibilang tentang kekuatan.