Demolish This Story

Demolish This Story
10. Nick Cod.


__ADS_3

Hening, semua orang membeku, tidak bisa mengatakan apa apa. Pemandangan yang baru saja terjadi di depan mata mereka sangat mengerikan.


Mayat monster benar benar hangus tanpa sisa. Begitu juga dengan tubuh tanker yang ikut terbakar.


"Fiuh, diriku ini memang hebat."


Nick Cord, sang pelaku dengan santai mengusap peluh di dahinya. Dia bahkan sempat memuji dirinya sendiri, seakan melakukan suatu tindakan terpuji.


"Apa yang barusan kau lakukan?!"


Suaranya menggema di lorong sempit labirin. Pria itu dengan marah meraih kerah baju Nick.


"Hmm, biar kupikir... Aku menyelamatkan kita semua? " Nick menjawab. Suaranya ringan, tidak mengandung sedikit pun rasa bersalah.


"Kau baru saja membunuh seseorang, kau tahu itu?!" Amarah nya semakin memuncak. Dia mengangkat tubuh Nick dengan kedua tangannya.


"Lalu? Terkadang hidup butuh sebuah pengorbanan."


"Kau....!!! " Emosi pria itu tidak lagi dapat dibendung. Kepalan tangannya sudah berada di udara, siap mendarat di wajah menyebalkan Nick Cord.


Namun sesaat sebelum menyentuh wajahnya, sebuah tangan besar menghentikan pukulannya.


"Monster akan berdatangan jika kalian terlalu berisik." Kevin Patron menatap dingin mereka berdua.


Pria yang berniat memukul Nick hanya bisa menggertakkan giginya. Dia memandang Nick, yang sekarang memiliki senyum kemenangan di wajahnya.


"Tcih!"


Dia melepaskan cengkraman pada kerah Nick, melemparnya hingga tubuh Nick membentur dinding.


Hunter lainnya hanya bisa mengalihkan pandangan. Hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.


Mereka juga memiliki perasaan yang sama, tapi mereka tau tidak ada hal bagus yang akan terjadi jika mereka meluapkan emosinya.


...o0°0o...


"Ingin minum?"


Pria itu sedang duduk termenung di atas sebuah batu, sebelum seseorang menawarkan padanya sebotol air minum.


"Ah, Terima kasih."


Pria itu menerimanya dengan senang hati. Dia menepuk tempat kosong disebelahnya, isyarat untuk duduk di sampingnya.


"Namaku Jimmy"


Jimmy, seorang yang bukan anggota dari Guild Wolf Fang. Hunter tanpa Guild yang mengikuti raid menjadi pembawa barang.


"Namaku Ash, Ash Elliot." Ash menjawab dengan senyum.


Jimmy melihat kearah para Hunter yang tengah beristirahat.


"Apakah memang biasanya seperti itu?" Jimmy bertanya kepada Ash.


Ash melihat ke arah yang sama dengan Jimmy, dan mendapati Nick Cod, yang dengan santai sedang duduk memakan daging.


Ash Elliot adalah orang yang akan memukul Nick sebelumnya.

__ADS_1


"Dia memang orang yang sombong sejak awal aku mengenalnya. Tapi setelah dia bertambah kuat dan posisinya di dalam guild semakin tinggi, keangkuhan nya semakin menjadi." Ash menjawab dengan senyum kecut diwajahnya.


"Awalnya ada dia yang bisa mengontrolnya" Ash melihat kearah Kevin, yang saat ini sedang makan tak jauh dari posisi Nick.


Kevin Patron adalah Hunter C Rank. Selain kuat, dia juga pria yang bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan. Itulah mengapa dia sangat disukai para Hunter dibawahnya.


Sebelumnya, jika Nick berbuat terlalu jauh, Kevin sebagai seniornya akan menghukum Nick.


"Tapi beberapa bulan yang lalu, dia tiba tiba berubah. Dia mulai mengikuti Nick dan membelanya tanpa salah, dan itu membuat Nick melakukan tindakan yang lebih berani dari sebelumnya."


Suara Ash semakin menghilang. Tangannya mengepal, tanda bahwa ia sedang menahan amarahnya.


Mengancam, pemerasan, menyakiti secara fisik, bahkan sampai melakukan pembunuhan. Dosa dari Nick semakin menumpuk semenjak Kevin berada disisinya.


"Semua anggota ingin dia pergi meninggalkan Guild, namun para investor dan pemilik saham tidak mengijinkannya."


Orang orang tinggi tidak ingin penggali emas mereka menghilang. Semua perbuatan dari Nick selalu ditangani oleh mereka.


Alasan Guild Wolf Fang kekurangan anggota juga disebabkan oleh Nick. Karena sifatnya, banyak orang yang tidak mau bekerja sama dengannya.


Ash adalah salah satu orang yang membangun Guild Wolf Fang beberapa tahun yang lalu. Melihat perjuangannya yang tercemar noda, siapapun pasti merasa tidak Terima.


"Maaf karena memperlihatkan pemandangan buruk itu padamu." Ash berkata, dia menundukkan kepalanya kepada Jimmy.


"Ah, tidak. Untuk menjadi seorang Hunter, pemandangan seperti itu sepertinya perlu." Jimmy membalas, senyum ditampilkan di wajahnya.


'Jadi begitu... '


Jimmy mengalihkan pandangannya. Ia memandang Nick dengan tatapan dingin, berbeda dari yang sebelumnya terlihat seperti pria ramah.


"Ah, Umurku... "


...o0°0o...


Perjalanan terus berlanjut.


Raid pada Dungeon tipe labirin seperti ini memang cenderung lama. Jalan yang bercabang dan belum dipetakan, mengharuskan party menjelajah Dungeon terlebih dahulu.


Oleh sebab itulah pembawa barang, profesi yang biasanya tidak dibutuhkan, menjadi diperlukan.


Sepanjang jalan mereka terus melawan monster yang berkeliaran. Mereka juga mendapatkan beberapa item dari peti yang tersebar di dalam Dungeon.


Dan tanpa sadar, 2 hari telah berlalu.


"Hei, bangun kalian, dasar para siput malas."


Suara nyaring Nick bergema dalam lorong labirin, memaksa semua Hunter yang terlelap bangun dari mimpinya.


"Alarm terburuk yang pernah ada." Salah satu berkata, diiringi helaan nafas panjang


"Sial, padahal diantara yang lain, dia yang tidur paling lama." Kali ini sebuah nyinyiran dilontarkan.


"Benar, jaga malamku diperpanjang karenanya." Yang lain membalas dengan suara rendah.


Beberapa dari mereka sudah menggerutu di pagi hari.


Mendengar suara mengerikan yang sama selama dua hari, mental mereka mungkin sudah lelah.

__ADS_1


Setelah berbenah sejenak, perjalanan kembal dilanjutkan.


"Bagaimana dengan pemetaan nya?" Kevin bertanya ditengah perjalanan.


"Ah, benar. Kita sudah menjelajah cukup lama. Mengingat ini adalah sebuah Dungeon Labirin level 4, seharusnya tinggal sedikit lagi area yang harus dijelajahi."


Mendengar informasi itu, Kevin mengangguk.


...o0°0o...


"Oh!"


Nick berteriak keras. Begitu juga dengan para Hunter yang kagum melihat pemandangan di depan mereka.


Setelah beberapa jam berjalan, mereka sampai di sebuah ruangan besar. Dimana mereka mendapati Mana Stone berlimpah, menancap di dinding ruangan.


Kristal biru muda itu memancarkan cahaya mempesona, menggoda para Hunter untuk menyentuhnya.


"Berikan pedangmu!!"


Seperti anak kecil yang diberi mainan, Nick tanpa ragu mulai memukul Mana Stone menggunakan pedang. Keserakahan terlihat jelas di kedua bola matanya.


Sudah 4 jam berlalu sejak terakhir kali mereka berhenti bergerak. Kevin memerintahkan anggota party untuk beristirahat.


Para Hunter menerima dengan senang hati. Beberapa mulai melakukan hal yang sama seperti Nick, tanpa mempedulikan bagaimana cara membawa batu mana tersebut.


Mereka menikmati waktu santai, hingga–


Zzurururu


Tanah mulai bergerak, dinding bergetar, beberapa Mana Stone yang menempel di langit langit jatuh ke tanah.


"Sial, apa yang terjadi!"


Gempa bumi yang terjadi membuat para Hunter panik. Gempa bumi berhenti beberapa detik kemudian, dan untungnya tidak ada yang terluka.


"Oh tidak, jika gempa bumi terjadi di dalam Dungeon..."


ZUZUZUZU.


Gempa Bumi terjadi lagi. Gelombang kedua datang lebih kuat dan lebih jelas.


BOOOMMM!!


Suara keras bergema, sebuah ledakan terjadi di dinding Dungeon. Sesuatu muncul dari sumber ledakan.


Zzzzttttt


Mata merah, sisik hitam, dan ukuran tubuh yang sangat besar.


Salah satu Hunter yang berada di depan monster itu hanya bisa diam membeku. Tubuhnya terlalu takut untuk bergerak.


Si Monster bergerak mendekat. Mulutnya dibuka begitu sampai di depan Hunter, lalu–


HAP!


–tubuh Hunter itu terpotong, dilahap oleh sang monster.

__ADS_1


__ADS_2