
Aaron berjalan sendirian menelusuri gang gelap. Masker hitam dipakai, menutupi wajahnya.
'Tembok dengan gambar buah stroberi, belok kanan.'
Aaron menelusuri ingatannya, memastikan jalan yang dia lalui benar.
Ini jauh lebih awal dari waktu kali pertama Aaron datang kesini, jalannya agak berbeda dari yang dia tahu.
Aaron kembali melihat sekeliling. Pandangannya menangkap sesuatu dari kejauhan.
3 orang sedang duduk di ujung gang. Rambut disemir, tindik, tato, rokok dan botol alkohol yang berserakan. Mereka jelas seorang preman.
'Apakah mereka?'
Dia sedikit ragu melihat penampilan mereka, tapi memutuskan untuk mendekati ketiga preman itu.
Salah satu preman menyadari kehadirannya.
"Hmm? Oh, sepertinya ada pengunjung yang tersesat disini."
Dia memindai Aaron, lalu pandangannya tertuju ke arah tas yang dia bawa.
"Aku mencari pemimpin kalian."
Aaron berbicara dengan lantang. Salah satu preman berdiri dari duduk, lalu berjalan mendekati Aaron.
"Wah wah, jangan begitu dong, bukankah kita harusnya berkenalan terlebih dahulu?"
Preman itu meletakan satu tangannya di pundak Aaron, dan satunya memegang tas yang dibawanya.
Aaron menghela nafas. Dia memegang lengan preman dipundaknya, lalu–
Bruk!
–membanting tubuhnya dengan keras ke tanah.
"K-kau?!"
Melihat temannya yang dijatuhkan, preman lain mengambil pisau, lalu berlari menuju ke arah Aaron.
Aaron dengan santai memiringkan badannya, menghindari tusukan pisau. Dia mengangkat lututnya, dan berakhir dengan wajah preman yang terjatuh mengenai lututnya.
Satu preman yang tersisa hanya berdiri diam, membeku melihat kedua temannya yang dikalahkan.
Aaron membungkus durinya dengan mana, memancarkan aura intimidasi.
"Aku ingin bertemu dengan Green Apple."
...o0°0o...
Tidak semua hunter bekerja di atas kata kebenaran. Ada beberapa hunter yang memilih bekerja di bawah tanah, entah karena mempunyai masalah pribadi, atau kepribadiannya yang memang tidak bisa diperbaiki.
__ADS_1
Adanya guild yang berisi sekumpulan orang orang seperti itu menandakan bahwa jumlahnya tidaklah sedikit. Mereka disebut dengan underground guild.
Berbeda dengan guild hunter pada umumnya, underground guild tidak selalu berurusan monster. Mereka melakukan pekerjaan kotor, seperti pembunuhan, raid ilegal, sumber informasi, dan pasar gelap. Bahkan ada beberapa yang melakukan hal mengerikan seperti peredaran narkoba dan perdagangan manusia
Tujuan utama Aaron saat ini adalah untuk menjual monster Taratect yang dia kalahkan terakhir kali. Karena Aaron bukanlah hunter berlisensi, dia harus menjual hasil perburuannya ke Underground Guild.
[Bad Apple], tempat yang Aaron tuju saat ini adalah salah satu underground guild paling besar di Asia Tenggara.
Sama seperti underground guild lainnya yang melakukan pekerjaan kotor, namun setidaknya guild Bad Apple tidak melakukan kegiatan jahat seperti 2 hal yang disebutkan terakhir.
Aaron pernah beberapa kali meminjam jasa guild ini di masa lalu. Tentu saja, tidak untuk melakukan tugas mengerikan.
"Lewat sini, tuan."
Setelah beberapa menit berjalan, Aaron berhasil sampai dengan bimbingan preman sebelumnya.
Jika dilihat dari luar, tempat itu seperti sebuah gubuk yang akan runtuh kapan saja. Tapi tentu bagian dalamnya berbeda.
Bagian dalamnya terlihat mewah, didominasi warna emas dan hitam. Bau harum juga tercium di seluruh ruangan.
"Selamat datang, pelanggan."
Duduk di sofa, pria itu menyambut Aaron dengan senyum di wajahnya. Seorang pria paruh baya, dengan rambut abu abu dan topeng menutupi bagian atas wajahnya.
"Green Apple?"
"Oh, sepertinya anda sudah tahu nama saya. Perkenalan tidak perlu dilakukan." dia tersenyum ramah, membimbing Aaron duduk di sofa.
Kerahasiaan pelanggan dijaga ketat, jadi Aaron tidak perlu menyebutkan namanya.
'Ah, ini benar dia.'
"Aku datang kesini untuk menjual ini."
Aaron mengeluarkan mayat Taratect dari dalam tasnya. Setiap bagiannya sudah dipotong rapi, Aaron menghabiskan seluruh hari minggunya untuk itu.
"Oh, monster Laba-laba kelas E, Taratect. Hmm... Kualitasnya sangat baik dan potongannya rapi."
Green Apple melihat memeriksa mayat Taratect dengan tatapan tertarik. Aaron tersenyum melihat itu.
"Masih banyak dibelakang sana. Aku bahkan punya ratunya."
"Oh benarkah?"
Green apple menjawab dengan nada bersemangat. Dia kembali memeriksa mayat Taratect.
"Hmm... Menilai dari kualitas yang tinggi, saya akan mendapatkannya dengan $700." Green Apple mengangkat dua jarinya.
"Jangan bercanda denganku. Taratect mungkin berada di rank terendah, tapi melihat kualitasnya, aku yakin ini bisa terjual di harga sekitar $900."
"Tidak, Taratect sendiri bukanlah monster yang begitu diminati. Selain Core yang tentu saja berguna, bagian lainnya benar benar tidak banyak yang meminta. Hanya para alkemis yang menggunakan taratect sebagai bahan ramuan dan pengrajin yang menggunakan kulit Taratect untuk membuat armor tingkat rendah."
__ADS_1
Aaron mendecakkan lidah. Dia tentu saja tahu akan hal ini, tapi harga yang didapat jauh dari yang diharapkan.
"$800"
"$700."
Percakapan berubah menjadi tawar menawar. Aaron menggigit bibirnya.
"$750, penawaran terakhir."
"Baik, akan saya terima." Green Apple tersenyum senang.
"Haah" Aaron menghela nafas. Dia tidak pernah menang melawan pria ini.
'Dasar pria licik'
Green Apple menjentikkan tangannya lagi. Selembar kertas melayang menuju mereka. Itu adalah sebuah kontrak, separuh berisi tentang menjaga kerahasiaan guild.
Setelah memastikan isinya baik baik saja, Aaron menulis tanda tangannya di atas kertas.
"Sebenarnya ada hal lain yang ingin kau lakukan untukku."
"Tentu saja, tuan pelanggan."
"Aku ingin kau mendapatkan ini." Aaron mengambil sebuah kertas dari kantong jaketnya.
"Hmm, [Empyrean Predator], [Dagger of Clown Laugh], [Nightdoom Crystal], [Mask of envy], lalu tiket masuk Teapot?"
"Kau tidak bisa mendapatkannya?"
"Tentu saja saya bisa tuan pelanggan, tapi bukan itu masalahnya disini. Anda pasti tahu apa yang saya maksud."
"Harganya mahal. Ya, aku tahu."
Aaron menghirup nafas sebelum melanjutkan kata katanya. Mata merahnya menatap lurus Green Apple
"Karna itu aku ingin membuat kesempatan Green Apple."
Ada satu rahasia guild Bad Apple yang Aaron ketahui.
Green Apple adalah nickname pemimpin cabang guild bad apple di kota ini. Tentu saja setiap kota memiliki pemimpin dengan nickname yang berbeda
Dan pria didepannya bukanlah Green Apple.
"Green Apple–tidak haruskah ku panggil Richard Brown?"
Richard Brown, pemimpin utama dari guild bad apple mengerutkan kening. Dia memicingkan matanya, menatap tajam Aaron.
Sebagai pemimpin guild, dia adalah orang yang sangat sibuk. Dia lebih sering berada di Filipina, markas utama guild Bad Apple.
Namun hanya setiap minggu terakhir bulan Februari dia akan berada di Indonesia.
__ADS_1
"Buku harian Anna Brown, aku tahu dimana benda itu berada. "
...o0°0o...