Demolish This Story

Demolish This Story
02. Regression


__ADS_3

Dini hari, dimana matahari baru menampakan dirinya di ufuk timur. Burung burung berkicau, dan debu putih turun dari langit.


"Hah?"


Duduk dengan linglung, anak laki laki itu melihat sekeliling.


Bingkai jendela yang sudah agak usang, dan pemandangan jalanan yang terlihat dari jendela. Gorden berwarna biru langit dan sprei kasur bermotif awan miliknya. Lemari coklat tua, dengan poster super Hero favoritnya tertempel di pintu lemari.


Tempat ini bukanlah tempat yang asing baginya, sebaliknya ini adalah tempat yang sangat akrab dengannya.


Karena ini adalah kamar miliknya, Aaron Bellfeld.


'Mimpi?'


Aaron mencubit lengannya mencoba memastikan kesadaran, dan rasa sakit datang sebagai balasannya.


'Tidak mungkin, jelas jelas aku tadi...'


Aaron kembali memilah ingatannya.


2033, nama bumi dikatakan sudah mendekati kiamat. Monster memuncak tanpa diketahui, dungeon terus muncul tanpa henti, dan bencana alam terus terjadi tanpa bisa di prediksi.


Dan seolah tidak cukup, dia muncul.


Mahluk pembawa teror, tercipta dari kekejaman dan kejahatan. pusat dari segala dosa. Setiap langkahnya membawa kehancuran, bahkan menyebut namanya membawa ketakutan.


Sang raja iblis, Diabolos.


Aaron memijat pelipisnya.


Perasaan sakit dan ketakutan saat melawan sang raja iblis jelas bukanlah mimpi belaka.


Tetapi melihat dirinya yang sekarang, berbaring di rumah lamanya yang seharusnya hancur juga tampak tidak nyata.


Aaron tidak tau lagi mana dunia mimpi dan mana yang kenyataan.


Saat Aaron memijat kepalanya yang pusing...


tok, tok, tok


Suara pintu yang diketuk dapat terdengar.


"Kak, makanan sudah siap, cepat bangun."


Nada tinggi khas suara anak perempuan dapat terdengar dari balik pintu.


Deg!


Aaron membeku. Tubuhnya tidak dapat bergerak dan mulutnya tidak dapat mengeluarkan kata kata.


'Suara ini...'


Dia sangat mengenali suara ini. Suara yang sudah tidak pernah bisa lagi dia dengar. Dan satu satunya suara yang memberikannya kekuatan untuk bertahan


'Tidak mungkin.'


Tanpa sadar, tubuh Aaron sudah berlari ke arah sumber suara. Dia berlari tergesa gesa, seperti orang yang putus asa, dan tanpa aba aba, dia dengan keras membuka pintu.


Brak!!


"Waaa!"


Suara bernada tinggi kembali terdengar di telinga Aaron, tapi kali ini dia mendengarnya lebih jelas.

__ADS_1


"Hei! kau mengagetkanku, kak!"


Rambut hitam panjang yang indah seperti langit malam. Mata biru berkilau seperti berlian. Tubuh mungil dan kulit sebening kaca yang tampak rapuh.


Wajahnya yang kecil dan imut menatap Aaron dengan ekspresi cemberut.


"Cee..."


Aaron menggumamkan namanya.


Gadis kecil itu adalah adik perempuan Aaron, Cecilia Mia Bellfeld.


Aaron berjalan mendekati Cecilia, tangannya tanpa sadar terulur ke wajahnya. Tangannya, yang membelai pipi lembut adik kecilnya, sedikit gemetar.


"Kakak?"


Cecilia tidak menolaknya, dia menatap wajah kakak laki lakinya. Mata yang biasanya penuh kekuatan, bergetar, Air mata seakan bisa menetes kapan saja.


Aaron menatapnya dengan linglung.


'Bagaimana bisa?'


10 tahun yang lalu, adik perempuannya mati akibat ledakan monster, dan Aaron yang saat itu bahkan belum menjadi Hunter tidak bisa menyelamatkannya.


Tapi sekarang adik kecilnya berdiri di depannya, sehat, tanpa tubuh yang terluka.


"Syukurlah.."


Aaron melingkarkan tangannya, memeluk erat tubuh Cecilia.


Tidak peduli apakah ini mimpi atau kenyataan, fakta bahwa adiknya baik baik saja sudah membuat dia bahagia.


...o0°0o...


"Jadi, apakah kakak mengalami mimpi buruk atau semacamnya?"


"Yah, begitulah"


Menyeruput kopi, Aaron menjawab dengan setengah hati.


Aaron menangis di pelukan Cecilia selama 30 menit, dan selama itu Cecilia menepuk punggung Aaron untuk menenangkannya.


Aaron mengalihkan pandangannya. Tatapannya tertuju kalender di depannya, dimana angka 23 disilang dengan spidol berwarna merah.


'23 Februari 2020'


Aaron tidak tahu tanggal pasti kapan dia melawan raja iblis, yang dia tahu adalah tahun 2035, yang berarti ini adalah lima belas tahun sebelum kematiannya.


Bagaimana dia bisa berada di waktu lima belas tahun yang lalu? berpikir dan menenangkan pikirannya, Aaron mendapatkan sebuah kesimpulan.


Regresi.


Aaron hanya pernah membacanya dalam sebuah cerita fiksi, tidak pernah membayangkan ini akan terjadi padanya.


"Nah, silakan."


Suara Cecilia membubarkan pikirannya. Cecilia membawakan sarapan, dan menyajikannya di depan Aaron. Sebuah sup jamur hangat berada di depannya.


Aaron mengambilnya sedikit. Rasa gurih dan asin yang bercampur terasa enak. Cecilia juga duduk di depannya, menyantap makanannya.


Aaron kembali menatap adik kecilnya. Selama masa masa sengitnya, foto adiknya yang tersenyumlah satu satunya penyemangat hidupnya, bahkan setelah sosoknya tiada.


Air mulai membasahi matanya. Aaron merasa akan mulai menangis lagi, jadi dia mulai menggosok matanya.

__ADS_1


"kakak, ada apa?"


"Tidak, tidak ada."


...o0°0o...


Aaron berada di kamar tidurnya. Ini hari sabtu, sekolah berada di hari liburnya dan dia juga tidak memiliki jadwal bekerja paruh waktu.


Cecilia pergi keluar, mengatakan ada tugas kelompok yang harus dikerjakan.


Sendirian di dalam kamar, Aaron memilah apa yang harus dilakukan.


"Status."


Layar biru transparan muncul di udara kosong sebagai tanggapan atas gumaman Aaron.


...╔══ ≪ °❈° ≫ ══╗...


Nama : Aaron Bellfeld


Ras. : Manusia


STR : 8


AGI : 6


VIT. :7


INT. : 10


...╚══ ≪ °❈° ≫ ══╝...


Layar status, singkatnya adalah sebuah layar yang menampilkan statistik tubuh dalam bentuk numerik.


Layar status hanya bisa dilihat oleh Hunter, manusia yang sudah mengalami Awaken atau kebangkitan.


Sesuai yang diduga, semua statistik nya kembali ke awal. Semua skill yang dia peroleh juga menghilang, walau ada beberapa tittle baru yang sepertinya berguna.


Tapi Aaron masih memiliki senjata yang dapat digunakan, senjata terkuat yang pernah ada.


Ya, pengetahuan masa depan.


Untuk mengubah masa depan ada beberapa hal yang saat ini harus ia lakukan


-Pertama, hutang.


Aaron mengingat kembali orang tuanya. ayah Aaron adalah pekerja kantoran biasa, dan ibunya hanyalah ibu rumah tangga. Mereka bukan keluarga yang kaya, tapi finansial mereka tidak memiliki masalah.


Tapi entah karena alasan apa, dua tahun yang lalu, beberapa bulan sebelum mereka meninggal dunia, mereka tiba tiba melakukan pinjaman. Uang sebesar $100.000, dan Aaron tidak tau kemana uang itu dialokasikan.


Lalu, sebuah insiden terjadi. Orang tua Aaron meninggal dunia.


Aaron sudah menjual semua barang yang dia bisa jual, bahkan Cecilia juga melakukan hal yang sama. Furnitur rumah mereka sudah hilang lebih dari setengahnya, namun hutang mereka belum juga berkurang banyak.


Bunga yang diberikan lebih besar dari yang dia kira.


Aaron masihlah remaja berusia 17 tahun, tidak ada cara lain baginya untuk mendapatkan penghasilan selain dari kerja paruh waktu.


Tapi sekarang berbeda.


Pengetahuan masa depan berada di dalam ingatannya. Aaron tahu dimana dia berinvestasi dan menghasilkan uang.


Tapi, masalah lain muncul.

__ADS_1


Untuk melakukan investasi, uang diperlukan.


"Jadi, mari kita menjelajahi dungeon."


__ADS_2