Demolish This Story

Demolish This Story
15. Cure


__ADS_3

Aaron kembali mengigat bagaimana pertemanan anatar dirinya dan Kevin tercipta.


Dikehidupan sebelumnya, Kevin berhasil selamat dari serangan Baladorado.


Walaupun tau kebenaran di balik kematian semua rekannya, Kevin memutuskan untuk diam dan kembali ke dalam kehidupan sehari-harinya, mengikuti Nick dengan penuh rasa bersalah.


Itu semua dilakukan demi kesembuhan Elisa.


Namun tidak lama kemudian, Elisa tidak dapat bertahan dan meninggal dunia.


Dalam kesedihan yang dirasakan, Kevin mulai menyelidiki apa yang terjadi pada Elisa. Dan dia menemukan, Nick Cod adalah dalang dari semua rasa sakit yang dialami putrinya.


Nick yang saat itu sedang dalam keadaan mabuk, memaksa Elisa meminun sebuah cairan. Narkotik Cair yang dibuat dari darah monster.


Diliputi kemarahan, Kevin menyerang Nick.


Nick berhasil selamat, sedangkan Kevin ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Sangat lucu melihat penjahat sebenarnya berkeliaran, sedangkan korban yang tidak bersalah dituduh melakukan kejahatan.


Undang Undang Hunter menyebabkan Kevin seharusnya dipenjara seumur hidup. Namun ledakan monster terjadi di seluruh penjuru kota, menghancurkan penjara, dan Nick berhasil kabur.


Sedikit konflik terjadi ketika pertemuan mereka, ketika Aaron membantu menyembunyikan narapidana yang kabur.


Namun mereka menjadi akrab tak lama kemudian. Mungkin karena memiliki kesalahan yang sama, kesamaan dalam tidak dapat melindungi orang yang mereka cintai.


Kevin adalah guru yang mengajarkan Aaron segalanya mengenai dunia para Hunter. Dia juga yang menyemangati segala tindakan Aaron.


Tanpanya, mungkin Aaron akan mati lebih cepat, depresi karena kehilangan Cecilia.


Jadi, sama seperti bagaimana Kevin menyelamatkan Aaron. Aaron juga ingin membantu Kevin.


"Bisakah putriku disembuhkan?" Kevin bertanya kepada Aaron, rasa cemas terpancarkan di seluruh wajahnya.


3 hari setelah melawan Ekisa, Aaron berada di rumah Kevin, menyembuhkan putrinya.


Berbaring di hadapannya, seorang anak perempuan manis berambut coklat susu. Seluruh wajahnya pucat, dan nafasnya sedikit tidak beraturan.


Aaron sudah memberikan obat pereda saat pertemuan pertama mereka, bintik hijau ditubuhnya pasti sudah berhenti menyebar.


"Bisakah kau bawakan air hangat dan handuk?"


Tanpa menjawab pertanyaan Kevin, Aaron mengeluarkan beberapa item dari kantong kecil di pinggangnya.


2 tanduk merah besar, milik Ekisa. 2 buah botol, satunya berisi cairan biru kental dan yang lainnya adalah botol kosong dari Quest reward.


"[Domain Code :09]"


Mengaktifkan skill, Aaron dapat melihat aliran mana dalam tubuh Elisa. Sesuai dugaan, ada sesuatu benda yang menghalangi aliran mana disekitar otak dan hati.


Tugas Aaron adalah mengeluarkan benda itu.


Kevin kembali tidak lama kemudian dengan membawa air hangat dan handuk yang diminta.


Aaron mencampurkan setengah cairan biru dalam botol dengan air, lalu merendam handuk dan meletakkannya di dahi Elisa. Setengah cairan yang lainnya diminumkan langsung kedalam mulut Elisa.


Cairan biru itu adalah [Mana Potion] sebuah cairan yang memberikan efek pemulihan mana. Saat ini belum diketahui, tapi beberapa Mana Potion tingkat tinggi memiliki efek untuk memenangkan aliran mana.


Melihat aliran mana Elisa yang lebih baik dibanding sebelumnya, sepertinya metode ini berhasil.


"Bisakah kau menjaga tubuhnya? Jaga dia agar tidak bergerak berlebihan."


Aaron mempersiapkan dri. Tanduk besar dipotong, Aaron mengambil bagian ujungnya.


"[Domain Code : 91]"


Setelah menggunakan skill untuk menghilangkan rasa sakit, Aaron langsung menancapkan dua ujung tanduk ke perut Elisa.


"[Domain Code : 100]"


Kedua tanduk bersinar. Racun perlahan lahan terserap, merubah tanduk menjadi warna hijau pekat.


Tanduk Ekisa, selain sebagai perantara untuk melakukan sihir, juga berfungsi menyerap racun dan merubahnya menjadi energi kehidupan bagi Ekisa itu sendiri.

__ADS_1


Itulah sebabnya Ekisa sulit dikalahkan. Dia memproduksi racun untuk menyerang, dan dia bisa menyerap racunnya sendiri bila diperlukan untuk mempercepat penyembuhan diri.


30 detik berlangsung, semua racun berhasil terserap, warna tanduk Ekisa berubah menjadi hijau pekat. Aaron segera mencabut kedua tanduk dan memasukkannya kedalam botol kosong yang sudah dipersiapkan.


Memastikan kembali, mana Elisa masih sedikit kacau, namun racun yang menghalangi sidah dikeluarkan.


Bintik hijau sudah hilang sepenuh nya, wajahnya tidak lagi pucat dan nafas Elisa sudah mulai normal.


Aaron menghela nafas lega.


Dan langkah terakhir, Healing Potion digunakan untuk menutup luka.


...o0°0o...


Hal yang terjadi berikutnya adalah reuni penuh air mata.


Kevin menangis hebat, dia berulang kali membungkuk dan mengucapkan terimakasih. Elisa yang terbangun hanya menatap ayahnya dengan kebingungan


Aaron mau tidak mau meninggalkan tempat itu. Dia duduk di ruang tamu, menunggu hingga suasana reda.


"Maafkan aku membuatmu menunggu, Tuan Bell."


Beberapa menit kemudian Kevin kembali. Wajahnya berantakan, matanya merah dan bekas air mata masih bisa dilihat.


"Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih banyak."


Kevin menundukkan kepalanya dalam dalam.


Aaron tersenyum dibalik topeng putih yang menutupi wajahnya. Satu tugas berhasil dilaksanakan, ini sebuah kemajuan.


"Lalu untuk benda yang anda minta..."


Kevin mengeluarkan sebuah benda yang ditutupi kain di atas meja.


Aaron membuka lapisan kain, dan di dalamnya persis seperti yang ia duga.


Sebuah sarung tangan dengan sulaman emas di atas kain hitam. Potongan rencana yang dia butuhkan.


"Jadi, bagaimana rencanamu berikutnya?"


Kematian Nick ditutupi dengan kecelakaan di dalam dungeon. Para Hunter sepakat untuk menyembunyikan kematiannya.


Mulai dari kegagalan raid, hingga terbunuhnya sumber pendapatan utama mereka, Wolf Fang dalam keadaan terburuk.


Para atasan Wolf Fang menyalahkan semua hal kepada para Hunter, yang mengakibatkan dikeluarkannya seluruh anggota party Hunter yang melakukan raid beberapa hari lalu.


"Ah, saya belum memutuskannya... "


Kevin menggaruk belakang kepalanya.


Melihat itu Aaron kembali tersenyum lebar.


Dia mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya, dan meletakkannya dihadapan kevin.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita memulai bisnis?"


...o0°0o...


"... Apa ini?"


"Seperti yang kau lihat."


Richard memijat keningnya, pusing melihat kelakuan manusia di depannya. Sedangkan Aaron, dengan santai meminum teh tanpa mempedulikan tatapan Richard.


Aaron hanya menunjukan bagian kepalanya, namun mayat monster besar itu bahkan sudah hampir memenuhi setengah ruangan.


"Kau gila ya?"


Richard kembali memeriksa barang yang dibawa Aaron.


Biasanya pertarungan melawan monster besar seperti Ekisa menimbulkan banyak kerusakan pada material monster, karena pertarungan mengharuskan hunter menyerang dengan penuh kekuatan.

__ADS_1


Tapi didepannya adalah kepala Ekisa yang utuh, tidak ada cacat, sisiknya masih bagus dan bahkan dipotong rapi. Selain dua tanduknya yang dipotong, ini tidak lain adalah material tingkat tinggi.


Tapi bagaimana bisa Aaron mendapatkan ini?


Setelah penyelidikan penuh, Richard tidak menemukan adanya hal spesial dari Aaron.


Dia cukup terkejut ketika mengetahui bahwa Aaron adalah remaja berusia 17 tahun. Bagaimanapun, cara dia berperilaku seperti seorang hunter berpengalaman.


Jadi sekali lagi, bagaimana bisa?


Kevin tidak repot repot bertanya.


Setelah beberapa pertemuan dengannya, dia menjadi akrab dengan Aaron. Richard sedikit menahami karakteristik Aaron. Aaron pasti tidak akan menjawab serius pertanyaan yang Richard ajukan.


"Yah, bagaimanapun, aku akan memprosesnya. Akan kupotong sebagian untuk item [Inventory]."


"... Kukira kau memberikannya padaku?"


"Jangan bercanda. Kau tahu berapa harganya? 2 Juta dolar saat ini dipasar gelap."


Memang, Inventory yang diberikan Richard sangat membantu.


Inventory miliknya memiliki space yang sangat besar, bahkan tubuh Ekisa bisa muat didalamnya.


Aaron menghela nafas.


Lalu seolah teringat sesuatu, dia bertanya kepada Richard.


"Hei, kau tahu [Eyes of Destruction]?"


"Tidak pernah dengar. Sebuah item? Terdengar seperti sesuatu yang dikatakan anak kelas 8."


Aaron berpikir kembali.


Eyes of Destruction. Tidak pernah ada nama seperti itu di kehidupan sebelumnya. Dan fakta bahwa Richard, yang mungkin mengetahui segala informasi di dunia masih tidak mengenali benda ini membuatnya semakin mencurigakan.


Eyes of Destruction yang sepertinya berada di mata kiri Aaron tidak menunjukkan pergerakan apapun selama 3 hari dia memilikinya.


Aaron bahkan tidak tahu benda apa itu apalagi bagaimana cara menggunakannya.


'Sesuatu yang tidak kuketahui... '


Itu bisa jadi hal baik maupun hsl buruk.


Disaat Aaron sedang merenung, Richard melemparkan sebuah koin emas kepadanya.


"Apa ini?"


"Barang yang kau inginkan, tiket masuk Teapot"


...o0°0o...


...╔══ ≪ °❈° ≫ ══╗...


...Word of the book...


...o0°0o...


...[Domain Code : 09]...


Memungkinkan Aaron melihat aliran mana di dalam area Domain.


...[Domain Code : 100]...


Memungkinkan Aaron mengeluarkan kemampuan maksimal dari suatu item ditangannya.


...o0°0o...


... 『 Mana Potion 』...


Cairan yang mengisi kembali mana dalam tubuh ketika dikonsumsi.

__ADS_1


...╚══ ≪ °❈° ≫ ══╝...


__ADS_2