Demolish This Story

Demolish This Story
06. Back to School


__ADS_3

Burung berkicau, matahari bersinar.


"Halo~"


"Pagi guys"


Jam baru menunjukkan pukul 7.00 dini hari, namun jalanan sudah ramai diisi.


"Kok kemarin gak datang sih?"


"Tugas matematika punyamu udah belum?"


Pemuda pemudi dengan baju putih sibuk dengan obrolan mereka sendiri.


"Loh, bukannya hari ini ada pelajaran sejarah."


"Capek, hari senin. Kapan pulang~"


"Masbrooo, pinjam seratus."


Lalu bagaimana dengan protagonis kita? Sudah lima menit Aaron hanya memandang gerbang dengan tulisan Sekolah Menengah Atas Pandawara.


'Sial aku gugup sekali, tidak ku sangka akan kembali ke tempat ini lagi.'


Bahkan ketika melawan iblis tingkat tinggi, Aaron tidak pernah merasa segugup ini


"Yo!"


Sementara Aaron tenggelam dalam pikirannya, seseorang menepuk pundaknya. Aaron menoleh kepada sosok itu.


"Tumben sekali kamu belum berada di kelas. "


Salah satu bertubuh agak gemuk, dan satu lagi adalah laki laki dengan kacamata bundar khasnya.


Aaron terkejut melihat mereka.


"Kau... Kau Ari kan?!"


Aaron menunjuk kepada salah satu sosok bertubuh gemuk.


"Hah? Ya, tentu saja aku Arizona. Siapa lagi memangnya?"


"Dan, kau pasti Felix?! "


Kali ini Aaron menunjuk kepada satu orang disebelahnya


"...Kau ini kenapa sih?"


Felix memandang Aaron heran.

__ADS_1


Aaron tidak bisa menyembunyikan senyumnya, air mulai terbentuk di matanya.


'Kalian hidup!'


Tanpa aba-aba, Aaron memeluk kedua sahabatnya.


"Dia ini kenapa? "


"Kalau kau tanya aku, aku tanya siapa?


...o0°0o...


"Haa~ betapa damainya."


Duduk di tempat duduknya, Aaron tersenyum senang.


"Bising begini dia bilang damai? "


"Kau memang terkadang aneh, tapi hari ini kau 5 kali lebih aneh." Felix menggelengkan kepalanya.


Tentu saja mereka tidak akan mengerti, dan Aaron juga tidak mau repot repot menjelaskan.


Aaron kembali menatap sekeliling.


Bau kertas dan tinta di udara, suara ricuh para siswa dimana-mana, lalu duduk di dekat jendela menghadap pemandangan luar, tempat duduk favoritnya. Dia tidak pernah menyangka akan kembali ke tempat ini.


'Sungguh nostalgia.'


Sekolah Elit yang hanya dihadiri oleh anak dari tokoh terkenal. Biayanya juga jelas mahal, namun untungnya Aaron cukup pintar untuk mendapatkan beasiswa.


Jujur, tidak begitu banyak kenangan mengenai tempat ini. Tidak ada memorabilia yang membuat dia terpesona.


Hidup Aaron tidak seberuntung yang lainnya. Masa dimana anak seusianya harusnya bermain dan menikmati masa muda, waktu Aaron terbuang untuk menghidupi keluarganya.


Bohong kalau dia tidak ingin mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, senyum adiknya lebih berharga dari hidupnya.


Namun bukan berarti tempat ini tidak berharga sama sekali. Banyak sosok yang sangat berarti di hidupnya, seperti kedua sahabatnya, Arizona dan Felix, teman teman sekelas yang selalu mendukung, dan guru guru yang selalu membantu.


'Kali ini, akan ku selamatkan kalian semua.'


Triing Triing


Bel berbunyi, memulai hari ketiga Aaron di putaran kedua.


...o0°0o...


Pagi hari dimulai dengan Bu Indah, guru mata pelajaran sejarah.


"Seperti yang kita tahu, sejarah hunter dimulai dari sekitar 150 tahun yang lalu."

__ADS_1


Layar hologram menampilkan globe besar.


"Pada tahun 1885, sebuah meteor besar tiba tiba jatuh di sekitar Samudra Hindia tanpa terdeteksi, menyebabkan tsunami besar di sekitarnya, khususnya pada negara kita, Indonesia dan benua Australia."


Titik merah muncul pada globe, menunjukkan samudra Hindia, tempat jatuhnya meteor.


"Beberapa bulan setelah jatuhnya meteor, sebuah lubang besar tiba tiba muncul di atas samudera. Itu adalah "Gate", sebuah gerbang yang menghubungkan dunia manusia dengan tempat para monster tinggal."


Gambar hitam putih ditampilkan dalam layar. Sebuah lubang dengan asap hitam disekelilingnya. Walau hanya sebuah foto dua dimensi, aura tidak menyenangkan bisa dirasakan dari sini.


"Para ilmuwan berteori, mengatakan meteor yang jatuh bukanlah dari masa kini, sehingga alat paling canggih pada masa itu tidak dapat mendeteksi kedatangannya. Meteor dikatakan merobek timeline, menciptakan lubang cacing yang menghubungkan masa depan. Namun hal yang terjadi jauh lebih mengerikan daripada itu."


Hologram menampilkan video buram hitam putih.


"Monster bersayap, 'Wyvern' keluar dari dalam lubang, menyerang daerah sekitarnya. Negara Indonesia salah satu dengan dampak paling besar."


Dalam 10 detik video itu, suara manusia berteriak ketakutan dapat terdengar.


"Namun tidak cukup sampai disitu, secara bersamaan lubang yang sama mulai bermunculan di seluruh dunia. Amerika, Afrika, Inggris, Jepang, dan negara lainnya. Sekitar 35% populasi manusia pada waktu itu musnah akibat serangan monster."


Globe berubah menjadi peta datar, titik merah tanda munculnya gate ditandai di berbagai tempat di seluruh dunia.


"Militer melakukan segala cara yang bisa dilakukan untuk bertahan, namun monster monster itu tidak bisa dihancurkan dengan senjata api biasa. Mereka mengira ini adalah kehancuran dunia, tapi sebuah cahaya muncul."


Video berganti, menampilkan manusia yang melawan monster.


"Sebuah energi misterius, 'Mana' keluar dari dalam gate. Beberapa manusia terpilih beradaptasi dan menyerap mana, dan menggunakannya untuk menyerang kembali para monster. Manusia yang berperang melawan monster disebut dengan 'Hunter'"


Foto para Hunter masa kini, juga guild guild besar ditampilkan.


"Adanya gate dan dungeon sangat berpengaruh terhadap kemajuan teknologi manusia. Mereka menemukan Mana Stone, sebuah sumber energi ramah lingkungan yang digunakan di semua tempat di dunia. Para hunter mendapatkan kekuatan misterius seperti skill, sihir, artefak, dan item dari dalam dungeon yang masih diteliti hingga sekarang."


Bu indah mengakhiri penjelasannya. Salah satu siswa mengangkat tangannya.


"Bagaimana dengan bumi, apakah adanya gate berdampak pada alam? "


"Ya. Keberadaan dungeon mengubah iklim dari berbagai negara di dunia. Contohnya Indonesia, dikatakan Indonesia hanya mengalami 2 musim sebelum adanya dungeon, namun sekarang Indonesia menjadi negara 4 musim. Penyebabnya sendiri masih diselidiki, para ilmuwan mengatakan bahwa dungeon mengubah gravitasi bumi, namun jujur ibu juga kurang mengerti."


Siswa lain mengangkat tangannya, Bu Indah tersenyum melihat antusiasme siswanya.


"Lalu bagaimana dengan budaya? Budaya Indonesia sangat berbeda dengan sebelum adanya dungeon, bagaimana hal itu bisa terjadi?"


"Sebelum adanya dungeon, Indonesia saat itu berada di dalam masa penjajahan Belanda. Namun ketika monster monster mulai menyerang, Belanda menarik semua pasukannya kembali ke negeri asal mereka, meninggalkan bangsa Indonesia."


Foto-foto pada zaman penjajah ditampilkan dalam layar.


"Amerika, sebagai negara dengan hunter terbanyak saat itu mengirimkan bantuan kepada Indonesia. Amerika meminta Indonesia menjadi bagian negaranya sebagai balas budi. Indonesia meminta keringanan, yang disetujui Amerika dengan perjanjian bahwa Indonesia akan selalu berada di pihak Amerika dan akan selalu membantu Amerika tanpa syarat. Salah satu bentuk perjanjian adalah mata uang dolar AS yang secara resmi digunakan. Banyaknya transmigran dari Amerika juga membuat budaya menjadi condong ke arah budaya barat. Namun tentu saja, adat dari masing-masing daerah tetap terjaga."


Para siswa mengangguk, memahami penjelasan dari guru sejarah mereka.

__ADS_1


...o0°0o...


__ADS_2