
"Tidak paman, jangan!! Kyaaa!!"
Suara teriakan gadis kecil dapat terdengar, seorang pria gondrong memaksa sebuah cairan masuk kedalam mulut gadis kecil itu.
Pria itu, Nick Cod hanya tertawa melihat penolakan di wajah gadis itu.
"Khokh! Kah! Ugh...!"
Namun tawanya terhenti ketika melihat gadis kecil itu tersungkur di lantai, memegang perutnya kesakitan.
Seolah tersadar akan tindakannya, Nick Cod segera melemparkan botol berisi obat terlarang itu ke lantai.
Dia melihat sekeliling, lalu segera lari terbirit-birit meninggalkan tempat kejadian.
"Sial... "
Kevin Patron, pria yang sedang menonton rekaman itu hanya bisa menahan amarahnya. Tangannya mengepal kuat.
Pria dengan topeng putih disebelahnya, yang tidak lain adalah Aaron yang sedang menyamar dengan cepat mengambil smartphone di tangan kevin.
"Apakah kau mau menghancurkan smartphoneku?" Aaron berkata dengan suara dingin.
"Ah, Tuan Bell. Maaf, Maafkan aku..." Kevin meminta maaf, suaranya semakin menghilang.
Kevin melirik kesamping. Seorang gadis kecil sedang tidur di ranjang sebelahnya. Gadis yang sama dengan yang ada di rekaman sebelumnya.
Tangannya meraih rambut coklat gadis itu, lalu dengan penuh kasih mulai membelainya.
Belaiannya semakin dalam, dan akhirnya Kevin mendekatkan diri, memeluk gadis itu.
"Hiks. Maaf, maafkan ayah, Nak..." Permintaan maaf kembali keluar dari mulutnya.
Kevin mulai menangis, suatu hal yang tidak cocok dengan tubuh besarnya. Bell, atau Aaron hanya diam menyaksikannya.
Kevin kehilangan istrinya 5 tahun lalu saat melahirkan Elisa Patron, putri satu-satunya. Dan seakan tidak cukup kemalangan terus mengikuti jalan takdirnya. Dia di pecat dari pekerjaannya, dan karirnya tidak pernah berjalan mulus.
Secara alami, dia menjadi miskin
Namun untungnya, Awakening terjadi saat ia berusia 24 tahun. Dia cukup berbakat untuk dapat naik ke peringkat C Rank hanya dalam kurun waktu beberapa tahun.
Namun, menjadi hunter juga tidaklah mudah.
Kevin rajin melakukan olahraga. Tubuhnya besar dan berotot, tapi hanya itu saja. Dia tidak pernah belajar seni beladiri, tidak ada cara baginya untuk melawan monster yang dapat membunuh nyawa.
Memerlukan waktu baginya untuk menjadi seorang Tanker yang handal.
Tapi seolah mengejek, disaat ekonominya sudah stabil, sebuah insiden terjadi.
6 bulan yang lalu, Kevin menemukan putrinya tergeletak di gang tidak jauh dari rumahnya. Dia sepertinya lupa apa yang telah terjadi padanya, putrinya tidak bisa mengingat penyebab dia jatuh.
Tidak ada masalah ketika pemeriksaan dokter, yang membuat kevin menghela nafas lega. Namun itu hanya awalnya.
Beberapa hari setelahnya, Elisa mulai mengeluh sakit di perutnya. Awalnya dia hanya didiagnosis salah makan, namun itu semakin parah setiap harinya.
Akhirnya sebuah bercak hijau mulai muncul di sekujur tubuhnya. Dokter berkata itu adalah racun, namun mereka tidak tahu racun jenis apa.
Racun tidak diketahui, berarti penawarnya juga tidak ada.
Kevin mulai putus asa. Semua tabungan selama dia menjadi Hunter dipakai untuk menyembuhkan putrinya, namun hasilnya nihil.
Saat itulah Nick Cod muncul.
Nick Cod adalah anggota guild yang sama dengannya. Kepribadian buruknya sudah terkenal, jadi Kevin tidak begitu akrab dengannya.
Nick memberikan sebuah penawar, walau dia tidak memberitahu obat apa itu. Namun setelah mencobanya, kondisi Elisa semakin membaik.
Kevin senang, namun tentu harganya tidak murah. $1.000 untuk 1 botol kecil obat yang harus diminum setiap minggu.
Jadi untuk menutupi itu, Kevin mulai menjadi budak Nick. Dia melakukan apapun yang diperintahkan olehnya, walau tahu bahwa itu perbuatan berdosa.
"Tapi ternyata dia menipuku, sedari awal..."
Mulai 2 bulan yang lalu, kondisi Elisa kembali memburuk. Nick tetap memberikan obat yang sama, walau efeknya tidak lagi membantu.
Tubuh putrinya terus memburuk seiring berjalannya waktu.
Dan akhirnya dia meminta bantuan Bad Apple.
Aaron mendengar cerita Kevin dalam diam, tidak berkata apa apa.
Nick memang pelaku utama, namun Kevin yang membiarkan perbuatan jahatnya juga salah.
__ADS_1
"Bisakah Anda menyembuhkan putriku? " Kevin bertanya. Bekas tangis masih terlihat diwajahnya, namun air mata kembali muncul.
Nyatanya, obat dari Nick memang menyembuhkan, namun tidak ada hal baik dari apapun yang dikonsumsi secara berlebihan.
Obat menumpuk dalam tubuh muda Elisa. Benda yang harus menyembuhkan, malah balik menyerang.
"Tentu saja."
Kata katanya membuat senyum kembali ke wajah Kevin.
"Tapi aku butuh bantuanmu."
####
"[Herculean Strength]!!"
Kabut merah menyelimuti tubuh Kevin, menambah kekuatan tubuhnya. Perisai besar kembali dipegang dengan erat didepannya.
BOOMM!!
Baladorado membenturkan kepalanya dengan keras ke arah perisai. Berkat skill yang digunakan, Kevin hanya terpental sedikit ke belakang.
Baladorado mundur sejenak, menggoyangkan kepalanya. Mungkin monster itu terasa pusing, benda yang ditabrak lebih keras dari yang dikira.
Memanfaatkan kelengahan Baladorado, Aaron mengayunkan tinjunya kearah kepala Baladorado.
Pukulannya tidak terlalu kuat, namun dua kali di tempat yang sama membuat isi kepala monster itu berdengung.
Sstttt!!!
Monster itu mendesis keras.
Baladorado bergerak cepat, kembali menyerang. Targetnya diubah dari Kevin menjadi Aaron.
Melihat serangan yang datang, Kevin habya berdiam di tepat. Dan disaat yang tepat, dia menghindar.
BOOMM!!
Baladorado menabrak dinding dibelakang Aaron. Kepalanya kembali berdengung karena tabrakan keras yang terjadi.
Baladorado memiliki kecerdasan, namun tempramen yang tinggi. Bagaimanapun, kemarahan adalah kelemahan seluruh mahluk.
"Terus lakukan ini, buat dia terpancing emosi!"
Perisai Kevin mengeluarkan dengung aneh, memancing perhatian Baladorado.
SHHAAAH!!!
Baladorado berdesis keras. Seakan melupakan Aaron, Baladorado mengubah arah menyerang Kevin.
Kevin melakukan gerakan yang sama seperti sebelumnya, Baladorado kembali menghantan perisai keras Kevin.
Bumm!
Dan Aaron kembali mengarahkan pukulannya.
Pertarungan berlangsung selama beberapa menit, dan pola serangan yang sama dilakukan oleh Kevin dan Aaron.
SSSHHAAAAH!!!
Baladorado sepertinya sudah mencapai batas. Dia kembali mengeluarkan suara keras.
Monster ular itu mengangkat kepalanya.
Tubuhnya mengeluarkan kabut hijau mengerikan, beberapa Sisik hitam besar tiba tiba mencuat. Penampilannya menjadi mirip ular naga.
Sisik paling depan mengeluarkan cahaya redup. Dan saat berikutnya, tanah tiba tiba bergetar.
Batu bata yang membangun labirin bergerak, duri tajam muncul dari tanah, menargetkan Kevin dan Aaron.
"Hati hati! Ada racun yang melumuri setiap ujung duri!" Aaron berteriak, menghindari duri besar yang terus mengejar.
Namun dia terlambat.
"Ugh!"
Duri berhasil menancap pergelangan kaki Kevin, membuat gerakannya terhenti.
Tidak melewatkan kesempatan, Baladorado membuka besar mulutnya ke arah Kevin.
"Kevin! "
__ADS_1
Aaron melemparkan pedang ke arah Baladorado.
Pedang yang sebelumnya telah dilumuri mana itu melesat cepat, menancap di sisik Baladorado. Tindakannya membuat serangan monster itu meleset.
"Kau baik-baik saja?!"
"Saya baik– Tuan Bell, dibelakang anda!!"
Aaron melihat kebelakang. Dia lengah karena mengkhawatirkan Kevin, tidak menyadari bahwa ekor Baladorado berada tepat dibelakangnya.
BUUM
Tubuh Aaron terhempas karena serangan Baladorado. Dia menghantam dinding.
"Tuan Bell!!" Kevin berteriak khawatir
"Aku baik!"
Aaron muncul dari balik debu. Perisai transparan biru berbentuk hexagon berada di depannya.
Untungnya Aaron sempat menggunakan Magic Stone tepat sebelum ekor Baladorado menyentuhnya, skill [Barrier] yang dimiliki Magic Stone melindunginya.
"Sial, tidak berjalan semulus yang terakhir kali."
Aaron tahu titik kelemahan dari Baladorado, namun cukup sulit untuk menjangkaunya kecuali Baladorado sendiri yang mengeluarkannya.
KSSSHAAAH!!
Tanah kembali bergetar.
Ratusan duri tajam terbang di udara, Baladorado mengendalikan menggunakan skillnya.
"F*ck!"
Aaron segera bangkit. Dia mulai berlari menghindari Duri yang menuju ke arahnya.
Dia sibuk memperhatikan duri yang menghampiri, hingga tidak melihat jalan didepannya.
"Ah!"
Aaron tersandung batu.
Duri duri tidak berhenti menyerang, tidak sempat baginya untuk menghindar.
Aaron memegang kembali Magic Stone. Perisai biru transportasi kembali menyelimuti tubuhnya.
Tang! Tang! Tang!
Aaron menutup mata. Suara duri yang menabrak perisai dapat terdengar.
Suara tiba tiba berhenti, namun saat Aaron membuka matanya,
"...!!"
Mulut besar Baladorado sudah berada tepat didepan mata.
"Tuan Bell!!"
Aaron kembali menutup mata, namun tepat disaat terakhir–
Shut!
Suara melengking dapat terdengar. Anak panah menancap tepat di pupil mata Baladorado, menyelamatkan nyawa Aaron.
"A-aku juga akan membantu!" Ash Elliot berkata dengan suara gemetar.
...╔══ ≪ °❈° ≫ ══╗...
...Words of a book...
...o0°0o...
... 『 Herculean Strength 』...
Memberikan peningkatan statistik STR pengguna selama beberapa menit.
...o0°0o...
... 『 Taunt 』...
Mengeluarkan suara berdengung yang secara misterius memancing para monster.
__ADS_1
Hanya bisa digunakan Hunter tipe Tanker
...╚══ ≪ °❈° ≫ ══╝...