DENDAM SI PENDIAM

DENDAM SI PENDIAM
Episode 1


__ADS_3

CHAPTER


1


Regina menatap wajahnya didepan cermin, sambil tersenyum dan memuji dirinya sendiri.


“ternyata aku cantik juga ! Tuhan begitu adil memberikan kelebihan dan kekurangan, tapi apakah ini bisa dikatakan kekurangan?”. Regina mengalihkan pandangannya kejendela sambil menghela napas dan memarahi anak kecil yang ada dikamarnya, “Oh astaga Elen, jangan bergelantungan dijendela seperti itu kau membuatku kaget !” dengan senyumnya yang terlihat jahil Elen menertawakan


Regina, “hahhaha kau bodoh Regina bukannya setiap malam aku sering


bergelantungan disini ! dan kau masih saja kaget hahahah !” Elen terlihat puas


menertawakan Regina.


“Sudalah terserah kamu saja aku mau tidur lebih awal besok hidup baru ku dimulai lagi”


sambil menghela napas yang panjang, Regina tidak terlihat begitu senang seperti


remaja lain pada umumnya ketika memasuki sekolah baru dan menemukan  teman-teman baru. Elen mengetahui Regina takut


kalau dia dibuli lagi dan coba menenangkan Regina “Gina aku tau kekhawatiran


kamu ! tapi tenang saja seperti biasa jika mereka menjahilimu aku akan


mengerjai mereka” tapi tampaknya Regina tidak menyukai dengan tindakan Elen itu

__ADS_1


“sudalah Elen jangan bertingkah seperti itu lagi nanti mereka bakal


menganggapku semakin aneh” ucap Regina dengan wajah kesal. “Tapi Gin”, “sudah


Elen aku mau hidup normal jangan ganggu aku lagi” sambil menarik selimut dan


tidur.


Ternyata perkataan Regina membuat Elen sedih dan beranjak dari kamar Regina dengan wajah kesal dan barkata “ baiklah kau ingin hidup normal tanpa mau diganggu lagi aku


akan pergi jangan mencariku, jika tidak menemukanku aku pasti bersembunyi


dilemarimu”. Dan terbang meninggalkan kamar Regina.


Dibalik selimut Regina mendengar itu dan tertawa pelan “ada-ada saja kamu Elen”.


sudah menemani Regina dari kecil dan dia sangat mengenali Regina, Elen adalah


hantu belanda yang meninggal diumur 10 tahun pada masa penjajahan bukan karena


ditembak tentara jepang, melainkan Elen menjadi salah satu korban dalam


kekerasan rumah tangga.****


Jam menunjukan pukul 12.00

__ADS_1


Dalambtidur yang nyenyak dan dalam mimpi, Regina memasuki lorong yang begitu gelap


dan tak mempunyai ujung seketika ada cahaya yang terlihat dan begitu banyak


tengkorak yang berhamburan, ada seseorang berdiri disebelah sana dengan lumuran


darah. Hampir saja Regina menyelesaikan mimpinya. Tiba-tiba Elen membangunkan Regina “Regina...Regina bangun”. “aduu Elen ada apa si sebaiknya besok saja kalau kau mau bermain denganku”, “tidak Regina sebaik kau masuk ke sekolah lain saja”, Regina


bangun dan heran dengan tingkah Elen “memangnya ada apa?”, Elen terlihat begitu


cemas “tidak sebaiknya kau pindah sekolah saja”, “tidak Elen apa kau bercanda


orang tua ku sudah mendaftarkanku di sekolah itu bagaimana aku harus pindah aku


tidak bisa seenaknya begitu! Memangnya ada apa dengan sekolah itu sehingga kau


menyuruhku untuk pindah?”.


Elen berpikir lagi jika dia memberi tahu Regina lebih lanjut pasti mental Regina bisa terganggu lagi dan Regina akan nekat mencari tahu apa yang terjadi sebaiknya mengalihkan pembicaraan “tidak aku hanya tidak suka ada hantu Belanda yang berkeliaran disekolah itu”, Regina merasa kesal dengan tingkah Elen sudah membangunkannya ditengah malam hanya untuk itu saja “astaga Elen…sebaiknya


kamu diam saja disampingku aku mau melanjutkan tidurku selamat malam.


****Regina adalah seorang anak Indigo yang sangat tertutup dan pendiam jika berada dikeramaian Regina akan sangat terlihat aneh sebab dia ketakutan melihat hantu-hantu yang mengikuti orang-orang makanya Regina di anggap aneh dan sering dibuli. keinginan


Regina hanya ingin hidup normal seperti anak-anak lain pada umumnya tetapi

__ADS_1


Regina tidak ingin kehilangan Elen Regina sangat menyayangi Elen, Regina menganggap


Elen sebagai sahabat bahkan saudara****.


__ADS_2