
seminggu sudah berlalu sejak kejadian Ayu dan Regina bertemu.
"ini begitu dingin"
"hanya dia yang melihat ku"
"aku harus menyingkirkan anak itu terlebih dahulu sebelum berteman dengan"
"dan lagi mengapa anak itu tidak menggunakan topi, padahal dia belum menikah"
sesosok hantu yang berdiri di dekat lorong yang terus menatap elen dan Regina yang sedang duduk di bawah pohon.
Elen dan Regina menyadari itu, seperti biasa Regina berpura-pura tidak mau menghiraukannya, tapi tidak dengan Elen.
"Gina!!! " panggil elen
"ada apa elen? "
"kau melihat dia yang di lorong itu? "
"yah aku setiap hari melihat nya bahkan dihari pertama masuk kesekolah dia sudah mengusikku"
"hi hi... apa kupikir kamu takut dengan nya Regina? "
"daripada itu aku lebih takut terhadap pocong"
"pocong itu sudah ku pindahkan gina "
" ha?? " menatap elen dengan bingung.
" sekarang dia sedang tersenyum melihat mu gina "
__ADS_1
" oh ya? bukan nya kau yang takut terhadap hantu belanda lainnya? "
" yah. dan sekarang dia menginginkan ku " ucap Elen menatap sosok itu.
"hey jangan menatap dia seperti itu kau seperti menantang nya "
" tidak aku akan melawannya kali ini jika tidak dia bisa membahayakan mu Gina"
"ta-" sebelum gina menyelesaikan perbincangannya dengan elen seorang pria datang menghampiri Regina.
"Gina" panggil pria itu.
tapi tampaknya Regina bingung karena dia tidak mengenali pria itu sama sekali.
" saya? " Regina menunjuk dirinya sendiri memastikan bahwa yang dipanggil benar-benar dia.
"iya kamu"
"ada apa yah? " tanya gina
"Ah iya kakak kelas rupanya, e-a-ada apa kak? " gina begitu gugup jika bertemu dengan orang baru.
"dan kakak tau nama saya darimana? " tanya gina.
" hahaha... jangan gugup kayak gitu saya kesini cuman mau kenalan saja, soal nama si gampang setiap murid baru nama dan foto kalian kan ditempel di papan info sorry yah pasti lho kaget kan gue tiba-tiba datang begini" ucap Reza
"ng-ngak kak, kakak duduk disini masih ada tempat yang kosong".
"tujuan kesini cuman mau kenalan aja sama kamu ngak ada niatan lain tapi kalau bisa lebih dekat aku mau kok kalau kamu mau juga" ucap Reza.
"gina kita pergi saja yuk yang ngikutin dia ngak enak auranya" bisik Elen.
__ADS_1
" bentar Elen aku juga melihat nya tapi kita harus sopan aku harus menanggapinya" ucap Gina yang berbicara dalam hati.
" tapi aku udah mau balik ke kelas kak nanti aja yah kita kenalannya lebih jauh lagi permisi" Regina merapikan buku-buku nya dan beranjak pergi ke kelas.
"sial" Reza menatap Regina dari belakang penuh kekesalan.
sesampainya mereka dikelas Regina sedikit mengintip dari jendela melihat ke pohon yang diduduki nya tadi.
" lihat dia Gina kupikir niatnya tidak hanya ingin berkenalan dengan mu, kamu perlu berhati-hati dengan gina "ucap Elen.
" iya benar aku perlu berhati-hari dengan nya. karena manusia itu lebih seram daripada setan".
dengan keadaan masih mengintip tiba-tiba Gina dikagetkan sesuatu yang menepuk pundak nya.
"hai"
suara yang begitu familiar didengarnya waktu dulu disudut dan lorong di tempat-tempat sunyi suara itu akan selalu diingatnya.
"Ayu!!!". *kaget*
"sudah ku duga pasti dia masih mengenalmu ayu" ucap ani.
" apa maksudnya Ani ? " tanya Regina dengan wajah terheran heran.
" iyah malam itu ayu melihat mu dipesta dan dia tiba-tiba melarang kami berteman dengan mu, dan alasan karena kamu terlalu baik hahahah alasan macam apa itu" ucap Ani.
sebelum Regina mengucapkan sepatah kata, Ayu sudah duluan merangkul Regina.
"iyah karena kita Best friend waktu SMP sampai Sekarang juga kan? iya kan gina...? "
"i-iya Ayu"
__ADS_1
Ani , Maya dan yayu yang tidak tau masa lalu mereka hanya ikut bergembira karena sudah bertambahnya teman baru lagi.
"kurang ngajar sudah ku peringatkan dan dia masih berani berulah lihat saja kau tidak akan selamat".