
CHAPTER 7
Suasana menjadi menyeramkan Anita tampak ketakutan melihat seorang wanita didepannya yang tak lain Regina, dengan tatapan yang penuh dengan dendam Regina berjalan mendekat ke Anita seperti bukan dirinya, pisau yang berada digenggaman Regina seakan akan mau melayang ke Badan Anita, sontak Anita berlari ketakutan dan menuju pintu keluar sambil berteriak minta tolong, tetapi terlambat pintu perpustakaan sudah dikunci rapat oleh Regina.
\=======================================================
"maafkan aku jangan seperti ini terhadap ku" ucap anita yang tampak ketakutan melihat regina yang semakin menyeramkan, kali ini Regina melayang tanpa menyentuh lantai dan menertawai Anita
"ha...ha...ha memaafkanmu ? kau sudah mempermalukanku dan menghukumku hingga pingsan tidak ada yang memperdulikanku dan sekarang kau meminta aku memaafkan mu ?" ucap Regina dengan nada lantang.
.
Anita terdiam dan sangat ketakutan, seketika buku yang tersusun rapi dirak jatuh berhamburan dilantai Anita yang melihat itu pun pingsan. tak lama salah satu guru menemukan Anita yang masih tertidur dimeja didalam ruangan perpustakaan
\=====================================================
__ADS_1
"Anita, bangun sudah mau adzan magrib jam segini kamu kok belum pulang?"
"i iya bu maaf saya ketidu ! a iya bu bagaimana ibu bisa ada disini ? tadi pintu itukan kekunci terus ada murid baru yang nerror saya bu dia bawa pisau bu dia mau membunuh saya bu"
"kamu ini ngomong apa si anita oh ibu tau kamu pasti mimpi nih"
"ngak bu tadi itu nyata banget bu, tuh ibu lihat buku-bukunya! lho kok buku-buku rapi banget"
"aduh Anita sebaiknya kamu pulang saja, kamu terlihat sangat lelah pulang dan istirahat lah"
tidak berhenti disitu saja terror itu memang bukan mimpi dan itu nyata. Anita memang sering sendirian dirumahnya karena orang tuanya selalu sibuk bekerja ke keluar negeri hanya ada beberapa pembantu dirumah.
berada dikamar adalah hal yang paling menyenangkan bagi sebagian orang termasuk dengan Anita malam yang cukup tenang bagi Anita tetapi hanya bertahan sebentar. terdengar dari depan rumah seorang wanita separuh baya yang tak lain pembantu terpercaya Anita berteriak keras .
Anita yang mendengar itu berlari menuju teras depan rumah mereka, sesampainya Anita kaget bukan kepalang Kucing dan Anjing kesayangan Anita mati dan digantung pada salah satu pohon dihalaman depan rumah Anita.
__ADS_1
Semua orang dirumah kaget melihat kejadian itu siapa yang tega membunuh mereka ? tak ada satupun yang tau tetapi Anita menemukan selembar kertas yang bertuliskan "I will kill you".
\===========================================================
"bi siapa yang meletakkan kertas ini disini?" tanya Anita
"kami tidak tau nyonya"
"ini juga satpam yang kerjanya ngak becus mengapa orang lain bisa masuk kerumah saya!"
"maaf nyonya saya rasa sudah mengunci pintu pagar dengan benar nyonya" jawab pak satpam
"itu perasaan kamu saja kan bukan pasti ini hewan peliharaan saya mati siapa coba yang tega membunuh mereka" ucap Anita marah.
Semuanya yang ada disitu hanya diam dan tidak berkata apa-apa, kemudian Anita memerintahkan pembantu-pembantunya agar menyiapkan kuburan untuk anjing dan kucingnya selesai mengubur hewan kesayangan Anita ia masuk kembali kekamar dan hanya menangis sejak tadi ia tidak menunjukkan air matanya dan sekarang ia bebas menangis semaunya karena terbiasa sendiri Anita akan merasa malu jika orang lain melihatnya menangis.
__ADS_1
karena haus Anita pergi kedapur untuk mengambil air sesampainya didapur ia menemukan selembar kertas lagi yang bertuliskan "ini baru permulaan".