DENDAM SI PENDIAM

DENDAM SI PENDIAM
Episode 2


__ADS_3

 


 


CHAPTER 2


****Musuhmu adalah dirimu sendiri****


 

__ADS_1


Cuaca pagi ini sangat bersahabat, tapi tidak dengan Elen dan Regina mereka hari ini bertengkar gara-gara kejadian tadi malam. setelah Regina berpamitan ke orang tuanya untuk berangkat ke sekolah, Elen tetap berdiam diri didalam lemari pakaian milik Regina dengan mimik wajah yang cukup ketakutan “bagaimana ini ? aku sudah membawa sesuatu yang sangat ditakuti Regina ! apa ini akan aman! aku sudah menyembunyikannya dipohon besar belakang taman dekat rumah semoga saja dia tidak mengganggu orang disekitar sini!” Elen membawa sesuatu dari sekolah Regina sesuatu  yang sangat ditakuti Regina yaitu pocong.



Pocong itu Elen membawanya dari sekolah. Sebelum itu Elen sudah pergi kesekolah Regina semalam waktu Regina tidur, hingga itu alasannya Elen tidak mau Regina bersekolah di sekolah sekarang. selain pocong sekolah itu memiliki cerita yang kelam dan ada arwah penasaran yang bergentayangan disekolah.


Sesampainya Regina disekolah ia sangat gugup dan ketakutan jika dibuli lagi, karena saking takutnya Regina memperlambat langkahnya menuju ruang aula dimana  berkumpulnya murid-murid baru. Sampai didepan pintu Regina hampir mau menangis karena takut, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Regina “permisi kamu menghalangi jalan kami” Regina menyampikan badan sambil menundukan wajahnya dan meminta maaf Regina memberanikan diri mengangkat wajahnya melihat didepannya 3 orang gadis manis, “hei tidak usah seformal itu


“hahha tidak usah segugup itu apa kamu pikir kami akan memakan mu ?” ucap ani, “sebaiknya kita duduk saja acara penerimaan siswa sudah mau dimulai” ucap yayu.

__ADS_1


Mereka berempat menggambil posisi duduk paling belakang dan Regina duduk didekat jendela, karena ruang aula berada ditingkat dua Regina dapat melihat keluar beberapa ruangan dari jendela. Regina melihat ada seorang siswi yang berdiri seperti patung diujung lorong sekolah dan menyangka itu adalah salah satu senior dan tidak memperdulikannya dan mengalihkan pandangan kedepan. Didepan guru sedang memberikan arahan dan sedikit pidato tiba-tiba Regina melihat murid yang sama berdiri didepan pintu dan melihat ke arah Regina sambil menangis. Regina pikir itu bukan senior tetapi murid baru yang terlambat masuk ke ruang aula “tapi tunggu dulu mengapa yang lain tidak melihat wanita itu dan mengapa dia begitu berantakan apa dia bukan manusia!” pikir Regina. dan benar saja pandangan wanita itu terlihat kosong tiba-tiba wajahnya berlumuran darah dan tertawa matanya berubah menjadi putih dan ada paku sebesar 5 cm yang menancap dikepala wanita itu lampu-lampu diruangan berkedip mati menyala tiba-tiba murid dan guru semuanya kosong sama sekali tidak ada diruangan bersamanya Regina mencoba untuk meminta tolong tetapi ia tidak bisa mengucapkkan sepatah katapun.


Tepat didepan Regina wanita itu menangis dan berlumuran darah dan berkata kamu *jangan percaya dengan mereka hi…hi…hi…hi mereka bisa kapan saja membunuhmu*. “Gina gina bangun gin” Regina membuka matanya dan heran ternyata itu hanya mimpi tetapi terasa sangat nyata dan mencoba melihat kejendela didekat lorong itu dan didepan pintu itu tidak ada siapa pun.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2