DENDAM SI PENDIAM

DENDAM SI PENDIAM
Episode 3


__ADS_3

CHAPTER 3


 Hari ini, hari yang cukup melelahkan bagi Regina dan mungkin sedikit menenangkan Regina setidaknya dia memiliki teman baru. Tapi dilain pikiran Regina, apa benar akan baik-baik saja jika memiliki teman ? apa mereka bisa menerima kelebihan Regina ?.

__ADS_1


“assalamu’alaikum ayah bunda! Bunda ? mungkin mereka masih dikantor", pikir gina dan coba memanggil elen. "Elen, elen, elen ?" Regina baru saja pulang sekolah dan dia tidak menemukan seorang pun dirumahnya, tiba-tiba Regina mendengar sesuatu dari arah dapur “mungkin bunda sudah pulang dan sedang memasak didapur!” pikir Regina. Setelah mengecek ke dapur tidak ada seorang pun disana, tampak keheranan tapi regina berusaha untuk berpikir positif mungkin saja tadi itu tikus.


Apa itu ? ada sosok perempuan dipojok dapur seperti orang yang sedang berjongkok. Regina mencoba untuk mendekati, tiba-tiba sosok itu menghilang. Regina sedikit kaget karena  ada hantu lain yang bisa datang dirumahnya “bagaimana mungkin hantu lain bisa memasuki rumahku bukannya nenek menghandle hantu-hantu lain untuk masuk kerumah kecuali Elen ! kecuali Elen yang membawanya! hmm jangan-jangan!”. Regina berpikir Elen yang membawa sosok tadi.

__ADS_1


“Elen,elen, elen! Kamu dimana Elen aku tidak akan memarahimu hanya mengomelimu sedikit saja”, “come on Elen please aku sedang tidak ingin bermain petak umpet denganmu”, “aku baru saja pulang sekolah dan lelah Elen”, “kita selesaikan ini dan kita berbaikan come elen please keluar”. Regina memanggil-manggil Elen tapi Elen tidak membalas panggilan Regina dan tak terlihat dimana pun.


“oh gina kupikir hari pertamamu disekolah tidak menyenangkan sehingga kamu menangis seperti ini ternayata kau menangis gara-gara aku”, “aku tak mungkin meninggalkanmu gina, oh kau begitu cengeng aku begitu sayang padamu gina tenang saja”, sambil memeluk Regina. “wait kita sudahi ini! Apa kamu membawa sesuatu dari luar” tanya Regina. Elen tampak kebingungan menjawab pertanyaan Regina “mmm… tidak aku tidak membawa apa-apa” wajah elen menjadi merah ketika berbohong, “sudah Elen kau tidak bisa membohongiku wajahmu sangat bisa membantuku, kamukan yang membawa hantu wanita itu dirumah ini kan ?”tanya Regina.

__ADS_1


Elen tampak kebingungan yang dibawa bukan hantu wanita tetapi pocong bagaimana bisa ? “tidak gina aku membawa pocong bukan hantu wanita, opss sorry”, Elen keceplosan. “apa? Kau membawa pocong dirumah ini? astaga Elen kamu tau kan aku takut dengan pocong” ucap regina dengan nada kesal. “tidak gina aku menaruhnya di pohon besar dekat taman  bukan didalam rumah” dengan nada pelan elen menjelaskan semuanya. “Lalu hantu wanita itu siapa mengapa dia bisa masuk dirumahku Elen ?”, "tidak mungkin saja kau membawanya dari sekolah" Elen mencoba membela dirinya yang tidak bersalah. Mereka terus saja berdebat dan saling menyalahkan sampai masuk kerumah tanpa saling berbicara lagi kali ini mereka bertengkar cukup parah.


***

__ADS_1


__ADS_2