
'Dimana ini? Mengapa semuanya terlihat gelap?'
Krystal mengucek matanya.
'Tidak ada masalah dengan penglihatanku! Tapi kenapa ruangan ini sangat gelap? Dimana aku?' batin Krystal.
Bola matanya berputar menatap langit-langit ruangan yg sangat pekat.
BRAAAKKK
Dia langsung menoleh dan terkejut saat melihat ada seseorang yg masuk ke dalam ruangan gelap itu.
"Menurutlah! Dan jangan membantah" bisiknya.
Tak lama pandangannya buram, kepalanya terasa sangat pusing.
BRAAAKKK
Pria itu menatap sinis Krystal.
***
"********! Sialan! Brengsek!" umpatnya berkali-kali.
Namun tak ada yg bisa menolongnya, pria itu menindih tubuh Krystal.
Krystal berusaha untuk mendorong tubuh pria itu, namun sial tubuh pria itu jauh lebih kuat darinya.
PLAAKKK
Sebuah tamparan mendarat di pipinya hingga meninggalkan bekas yg sangat terlihat di pipi mulusnya.
Airmatanya menetes, saat milik pria itu menembus selaput dara miliknya.
Dia meremas kuat sprei kasurnya, matanya terpejam.
Hanya rasa sakit yg dia rasakan saat 'benda tumpul' itu berkali-kali menghujam miliknya.
***
"Jangan beritahu siapapun, terutama ayah. Kita buat saja seolah Krystal yg memaksa ingin menikahi pria itu" ujar Seulgi.
"Ide bagus! Dengan begitu kita tak perlu mengorbankan hidup kita untuk mengurus pria cacat itu seumur hidup. Ckck. Malang sekali nasibmu, Krystal" sahut Irene.
"Asalkan kalian berdua tidak buka mulut mengenai hal ini, kita semua akan aman" ucap Sooyoung.
"Ya mom, kau tenang saja. Ayah pasti akan lebih percaya dengan kita dibanding anak haram itu" jawab Seulgi penuh percaya diri.
***
"Sialan! Tiga iblis itu benar-benar menjerumuskanku ke dalam kehidupan yg kelam ini" isaknya.
Krystal menatap lirih bercak darah di spreinya.
"Lihat saja, aku tak akan membiarkan hidup kalian bahagia" ucapnya dengan mengepalkan telapak tangannya.
***
"Tuan, kau sudah kembali?" ucap pelayan itu bingung.
"Ada apa memangnya?"
"Loh bukankah tadi tuan di kamar utama bersama istrimu?"
"Istri? Taeyon tidak pulang hari ini, dia sedang ada urusan di rumah ibunya" jelas Baekhyun.
__ADS_1
"Apa?" pelayan itu terkejut.
"Memangnya apa yg terjadi?"
"Jika bukan tuan yg berada di kamar itu? Lalu siapa?"
TAP.. TAP.. TAP..
Suara langkah itu semakin dekat, dia tersenyum miring dan menatap tajam pelayan itu.
"Menurutmu siapa lagi?" ucapnya lantang.
"Tu-tuan muda" ucapnya terbata.
Baekhyun menatap heran pelayan dan adiknya itu.
"Yeol, apa yg telah terjadi?"
Chanyeol menepuk bahu Baekhyun.
"Tidak ada yg perlu dikhawatirkan kak, aku hanya melalukan apa yg kau dan ayah inginkan"
"Maksudmu?"
"Kau pasti tau jawabannya kak" ucapnya sambil berlalu pergi.
"Hei.. Hei.. Chanyeol tunggu!"
Baekhyun menggaruk kepalanya yg tak gatal.
"Jangan bilang jika dirinya telah menikah, oh Tuhan!"
***
Kelam!
Gelap!
Tak ada cahaya yg bisa ku lihat, meskipun cahaya dari pantulan cermin itu mengenai tubuhku. Aku enggan untuk melihatnya.
Meskipun ruangan ini sangat gelap, aku masih dapat melihat bekas 'aksi binal' pria tadi.
Ah pria ********!
Dia telah merenggut paksa mahkotaku!
Merenggut kehormatan dan harga diriku sebagai seorang wanita, hiks!
Tunggu..
Aku tidak boleh menangis!
Aku tak boleh bersikap lemah!
Mulai hari ini kau hidup kembali sebagai Krystal seorang yg pemberani!
Kau harus membuat orang yg menjebakmu menyesal Krys!
Lihat saja, Seulgi.. Irene dan si iblis Sooyoung.
Tak akan aku biarkan kalian menari-nari di atas penderitaanku. Akan aku balas kalian.
SRREEETTT
Eh siapa yg datang?
__ADS_1
"Nona, tuan muda memberikan pakaian ini untukmu" ucap seorang pelayan wanita.
"Letakkan saja di situ"
"Baik"
Pelayan wanita itu meletakkan pakaian untuk Krystal di sofa.
"Eh tunggu! Apa aku bisa meminta bantuanmu?"
"Bantuan apa nona?"
"Katakan pada tuanmu itu jika aku ingin bertemu dengannya, tapi bukan disini. Di tempat yg terang"
"Maaf nona! Aku tak bisa melakukannya, karena tuan muda tak mengizinkan anda untuk bertemu langsung dengannya di ruangan yg terang"
"APAA??"
'Apa maksudnya?'
"Saya permisi nona"
"Eh tunggu"
Namun pelayan itu dengan cepat meninggalkan kamar Krystal.
Bola mata Krystal berputar mencari saklar, namun tak juga dia temukan.
"Tidak akan ada cahaya di kamar ini, karena aku tak suka oleh cahaya" sahut seorang pria di ujung pintu.
'Suara itu?'
Krystal merasa familiar saar mendengar suara pria itu.
"Kau.. Mengapa? Mengapa kau lakukan ini kepadaku, hah?" teriak Krystal.
"Ckck.. Kau adalah istriku dan aku bebas untuk melakukan apa yg aku inginkan kepadamu"
"Tidak! Aku bukan istrimu, aku tak sudi menjadi istri pria ******** sepertimu"
"Ckck.. Kau ternyata sangat keras kepala nona, besok pagi kau bacalah sertifikat pernikahan kita ini. Baru kau bisa mengatakan jika aku berbohong"
TAP.. TAP.. TAP..
Suara langkah kaki itu tiba-tiba menjauh.
"Eh kemana kau? Eh jangan pergi"
Pria itu tersenyum sinis dan menutup rapat pintu kamar Krystal.
Krystal bersembunyi di balik selimutnya, dia benar-benar sangat takut dengan kegelapan.
"Hiks.. Ibu.. Ayah.. Temani aku" isaknya.
***
"Untuk kalian semua jangan pernah biarkan wanita itu bertemu denganku ataupun mencari tahu tentang diriku, apa kalian mengerti?"
"Ya tuan muda! Kami mengerti"
"Bagus"
Chanyeol tersenyum sangat puas.
To be continued...
__ADS_1