
Kehidupanku sangatlah ironis!
Nampaknya Tuhan begitu kejam kepadaku!
Kenapa aku harus terjebak dalam posisi yg begitu sulit?
Cih!
Persetan dengan pernikahan ini, aku bahkan sama sekali tak dapat melihat dengan jelas wujud pria yg kini berstatus sebagai suamiku diatas kertas.
SHIT!
Bahkan saat dia pertama kali menyentuh dan menggagahiku pun tak bisa melihat jelas wajahnya.
Yg aku tau dia sosok pria yg amat arogan dan kasar!
YA!
Bahkan dia sangat kasar.
Luka memar di leher dan pergelangan tanganku ini dapat menjadi bukti kekejamannya.
Bola mataku berputar menatap langit-langit kamar yg sunyi ini.
Suara kicauan burung yg terdengar sangat merdu seolah menandakan jika pagi telah datang.
Mataku terbelalak, aku sangat terkejut!
Bagaimana bisa sebuah kamar yg terlihat sangat luas seperti ini tak ada saklar lampu.
Benar-benar aneh!
Semua terlihat sangat menyeramkan!
Bahkan tembok kamar ini berwarna merah darah pekat, benar-benar mengerikan!
"AAAAAAAA"
Aku berteriak saat melihat kain putih yg menjuntai di kamar mandi.
BRAAAKK...
"Nona.. Ada apa? Apa kau baik-baik saja?" tanya seorang pelayan yg datang.
Aku bersembunyi di tepi pintu dengan memeluk erat kedua lututku. Tubuhku bergetar hebat.
Mata pelayan itu tertuju pada kain putih itu dan mengambilnya.
"Nona.. Ini hanya kain, tak usah takut" ucapnya.
"Tunggu"
Aku menghentikan langkahnya yg ingin menjauh.
"Ya nona, apa kau membutuhkan sesuatu?"
"Hmm.. Bisakah kau jelaskan kepadaku kenapa kamar ini tidak memiliki saklar lampu?"
Pelayan itu menggigit ujung lidahnya.
"I-tu. Itu—"
"KELUAR" teriak seorang pria.
Pelayan itu ketakutan, dia langsung berlari keluar.
Tatapan tajam pria itu seakan mengintimidasi Krystal.

Suara yg begitu sangat familiar dan tatapan yg begitu sangat mematikan!
Tidak salah lagi, pria yg kini berada di hadapannya adalah pria yg kini berstatus sebagai suaminya.
"Jangan banyak bertingkah! Disini kau tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan siapapun" ucapnya tegas.
Pria itu memutar tubuhnya.
"TUNGGU!" teriak Krystal.
Dia menarik lengan kekar pria itu.
"Kenapa? Kenapa kau lalukan semua ini kepadaku, hah? Apa salahku padamu?" teriaknya.
Pria itu mencengkram pipi Krystal.
"Jangan banyak bertanya, wanita! Aku tak suka wanita yg berani membantah" bentaknya.
__ADS_1
"Aaaaaa"
Pria itu mendorong tubuh Krystal ke ranjang.
"Kau.. Kau mau apa? Apa yg kau lakukan?" teriak Krystal ketakutan.
Pria itu membuka sabuknya dan—
"JANGAANN"
***
"Hiks.. Hiks.. Pria ********! Brengsek" isaknya.
Krystal membiarkan tubuhnya dibasahi oleh shower.
TOK.. TOK.. TOK..
"Nona.. Saya mengantar baju ganti untukmu, saya letakkan di atas ranjang yah" teriak seorang pelayan.
Krystal tak menghiraukannya, dia terus menangis meratapi nasibnya.
***
"Kenapa kau selalu saja protes, kak? Bukankah ini yg kau dan ayah inginkan" jawabnya cuek.
"Yeol.. Kami memang menginginkan kau secepatnya menikah, tapi bukan dengan cara seperti ini"
"Ssstt.. Hentikan kak! Aku tak butuh komentarmu"
Chanyeol langsung melengos pergi.
"Dasar anak itu"
Taeyon menarik lengan Baekhyun dan menenangkannya.
"Sudahlah Baek, kau tau sendiri bukan jika Chanyeol orang yg seperti apa" ucap Taeyon lembut.
Baekhyun menganggukkan kepalanya.
"Aku hanya tak habis pikir, kenapa Chanyeol tega sekali menyuruh istrinya untuk tinggal di paviliun belakang seperti itu"
***
Krystal celingak-celinguk, dia menarik nafasnya lega saat tak melihat sosok yg begitu sangat menakutkan baginya.
Tak ada foto keluarga atau pajangan apapun. Semuanya terlihat antik dengan sentuhan kayu jati di setiap sudut ruangannya.
"Nona, apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya salah seorang pelayan.
Krystal menatap seksama penampilan pelayan yg terlihat sangat berbeda itu.
Dia pikir zaman sudah modern, tapi pakaian yg digunakan oleh seluruh pelayan disini sangatlah kuno.
"Tidak.. Aku hanya bosan jika terus menerus di kamar, aku hanya ingin jalan-jalan saja keluar rumah" jawabnya santai.
"Tapi nona, tuan tak memperbolehkan anda keluar dari rumah"
'Apa?'
Krystal berteriak dalam hati, tangannya mengepal kuat. Dia benar-benar tak menyangka jika pria itu sungguh kejam kepadanya.
"Tapi aku bosan" keluh Krystal.
CKLEEKK..
"Hai" sapa seorang wanita dengan lembut di ujung pintu sana.
Senyumannya yg merekah dan sorot matanya yg lembut membuat Krystal merasa sedikit nyaman.
Wanita itu berjalan mendekati Krystal dan memeluknya.
"Eh"
"Semoga kau selalu bahagia adik ipar" ucapnya lembut.
"Adik ipar?"
Krystal menaikkan sebelah alisnya. Wanita itu melepaskan pelukannya dan tersenyum. Dia menyentuh dagu Krystal.
"Kau sangat cantik, semoga Tuhan selalu melindungimu dari orang jahat" ucapnya sambil memberikan menyentuh dagu Krystal.
"Jadi kau kakak iparku?"
"Hmmm"
Krystal benar-benar sangat kagum dengan sosok wanita di hadapannya ini, sangat lembut dan cantik.
__ADS_1
Nampaknya dia lebih beruntung dibandingkan Krystal.
"Kau adalah istri dari adiknya suamiku, jadi kau adalah adik iparku, benar kan?"
Krystal tersenyum kaku.
Tiba-tiba muncul ide di benak Krystal.
"Kakak.. Hmm apa boleh aku meminta bantuanmu?" ucap Krystal pelan.
Taeyeon mengangguk.
"Ya, tentu saja sayang. Katakan?"
Krystal membisikkan sesuatu di telinga Taeyeon, hingga membuatnya membulatkan matanya.
"Kakak bisa membantuku, kan?" tanyanya penuh harap.
Taeyeon menatap lekat manik mata Krystal, dia benar-benar merasa iba dengan kehidupan kelam adik iparnya.
Tapi apakah dia mampu membantunya?
Taeyeon menarik nafasnya, dan mengangguk pelan.
"Terimakasih kak, kau memang kakak ipar yg terbaik" ucap Krystal senang.
'Maafkan aku Chanyeol, tapi nampaknya gadis ini memang tak bahagia bersamamu. Kasihan dia' batin Taeyeon.
***
"Yeol.. Bukan seperti ini yg aku dan ayah inginkan" teriak Baekhyun.
BRAAKK...
Chanyeol menutup laptopnya dengan kasar.
"Cih.. Ini caraku kak, aku melalukan apa yg kau dan ayah inginkan. Bukankah itu sudah cukup?"
"Tapi Yeol"
Chanyeol menarik kerah baju Baekhyun.
"Cukup kak! Sudah cukup! Selama ini aku selalu menuruti semua kemauan kau dan ayah, tapi untuk urusan ini aku punya caraku sendiri. Jadi aku harap kau dan ayah jangan ikut campur mengenai masalah ini" teriak Chanyeol.
Dia kemudian membanting pintu dan pergi.
***
"Dimana gadis itu, hah? Kenapa kalian membiarkannya pergi" bentak Chanyeol.
"Maaf tuan, kami ceroboh"
BRAAKKK...
Chanyeol membanting mejanya kesal.
"Cepat cari dia dan bawa kembali dia kesini, jika diantara kalian ketahuan ada yg membantunya untuk kabur dari sini, kalian tau sendiri apa akibatnya" teriak Chanyeol.
Taeyeon yg sedari tadi mengintip hanya memejamkan matanya.
'Krystal, semoga kau cepat kabur dari tempat ini dan jangan ketahuan oleh Chanyeol' batinnya.
***
"Aku harus segera pergi dari sini, Krystal jangan menyerah"
Krystal terus berlari menuju jalan raya.
Sesekali dia mengelap peluh keringatnya.
"Hosh.. Hosh.. Hosh.. Fuihh.. Capek sekali"
Mata Krystal berbinar saat melihat kendaraan yg melintas dengan cepat dia melambaikan tangannya.
"Hei berhenti! Tolong aku! Tolong aku!" teriaknya.
***
"Sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa pergi jauh dariku, lihat saja mau pergi ke ujung dunia pun aku akan dapat menemukanmu, Krystal" ucapnya sinis.
Chanyeol menyobek foto Krystal dan membakarnya.
"Buaahahaha"
Dia tertawa sangat keras.
To be continued...
__ADS_1