Deserted

Deserted
Takdir


__ADS_3

"Krys, kau pulang denganku saja yah" bujuk Suzy.


"Tidak bisa Suzy, aku kan bawa motor sendiri"


"Hmm Krys, sebenarnya aku-"


"Ada apa?"


"Itu loh Krys, hari ini keluarga Minho datang. Kau tau aku kan sama sekali tak ingin dijodohkan"


"Lalu kau ingin pulang denganku agar aku menemanimu kabur dari perjodohan itu?"


"Kau memang jenius Krys, jadi kau mau kan membantuku?"


"Hmm bantu tidak ya?"


"Krystal, ayolah. Tolong aku kali ini saja yah. Please" bujuknya.


"Ya sudah, kau naiklah"


"Yey, terima kasih sahabatku sayang"


"Pegangan yg erat, aku akan ngebut"


Krystal langsung mengemudikan motornya dengan cepat.


"Ngeng"


"Ahh Krystal pelan-pelan"


"Suzy aku sudah terlambat, pasti Yuan sudah bosan berada di rumah sakit"


"Iya tapi pelan-pelan saja"


"Kau ini bawel sekali"


***


"Ssstt Krys, siapa pria di samping Yuan? Wajahnya tampan sekali yah?" bisik Suzy.


Krystal memperhatikan seksama ke arah mereka.


"Dia pria yg sudah menyelamatkan Yuan"


"Ibuuu" teriak Yuan saat melihat Krystal.


Krystal tersenyum dan berjongkok.


"Hmm ibu kemana saja? Lama sekali menjemputnya" omel Yuan.


Krystal mencubit gemas hidung Yuan dan mengecup pipinya.


"Hmm maafkan ibu, tadi ada kerjaan yg belum selesai nak"


Chanyeol sedari tadi memperhatikan mereka. Dia terkejut saat melihat mantan istrinya lagi setelah bertahun-tahun.


"Kau baik-baik saja, kan? Kau tidak menyusahkan paman ini, kan?"


Chanyeol berjalan mendekati mereka dan mengelus rambut Yuan.


"Dia sama sekali tidak menyusahkanku" sahutnya.


Krystal tersenyum.


"Maaf tuan, jika putraku ini merepotkanmu. Maaf juga karena ulahnya kau menjadi seperti ini"


Chanyeol mengangguk.


'Apa kau sama sekali tak mengenalku?' batinnya.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Suzy menatap heran keduanya secara bergantian.


"Hei.. Aku dan Yuan masih ada disini loh" teriaknya.


"Ya Suzy, aku tau"


"Ibu, ayo kita pulang"


"Ya ayo nak"


Krystal melirik Yuan.


"Tuan, aku dan Yuan permisi dulu. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih kepadamu karena telah menyelamatkan putraku"


Chanyeol tersenyum kaku.


"Ya"


"Paman, cepat keluar dari sini nanti kita main bola bersama"


Chanyeol mengacak-acak rambut Yuan.


"Ya tentu saja"


"Hei bagaimana kalian akan bertemu lagi jika kalian belum saling bertukar nomor telepon" sambar Suzy.

__ADS_1


"Suzy kau-"


"Jika Tuhan memberkati pasti kita akan bertemu kembali, bukan begitu nona Krystal?"


Krystal merasa dejavu dengan ucapan Chanyeol. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu"


"Ayo Yuan, Suzy"


Yuan sebelum pergi memeluk erat tubuh Chanyeol.


"Paman, cepatlah sembuh yah. Muaacchh"


"Ya sayang"


Krystal merasa keanehan saat melihat mereka berdua.


"Krystal, apa mereka itu ayah dan anak? Lihat ekspresi keduanya sangat tulus" bisik Suzy.


"Hentikan omong kosongmu, Suzy. Jika tidak aku akan meninggalkanmu disini"


"Ya.. Ya.. Maafkan aku, aku kan hanya berpendapat saja"


Bola mata Krystal terus menatap lekat keduanya secara bergantian.


***


"Ahh akhirnya kita sampai" ucap Baekhyun sambil merentangkan kedua tangannya.


Chanyeol melengos masuk ke dalam kamarnyaa tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Hei Yeol, kau mau kemana?" teriak Baekhyun.


"Ke kamar kak, aku lelah sekali ingin istirahat" sahutnya.


"Baiklah"


Di dalam kamar Chanyeol merenungkan kejadian yg baru saja terjadi.


"Jadi Yuan anaknya Krystal yah? Lalu dimana ayahnya Yuan? Hmm apa Krystal sudah menikah lagi?" gumam Chanyeol.


Namun tiba-tiba Chanyeol teringat dengan perkataan Yuan jika dia tidak pernah melihat ayahnya dan juga perkataan Baekhyun yg mengatakan jika wajah Yuan mirip sekali dengannya.


"Apa mungkin Yuan adalah anakku? Mungkinkah itu?"


Bayangan masa lalunya bersama Krystal berkelebat dipikirannya.


"Hmm tidak, tapi mungkin saja iya"


"Aaarrrggghh"


"Jika dulu wajahku tidak dipenuhi luka bakar pasti Krystal masih tetap disini bersama anak kita"


Chanyeol mengambil ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi seseorang.


"Tolong selidiki Krystal Jung dan anaknya Yuan, berikan informasi yg akurat dan cepat"


Chanyeol langsung menghempaskan ponselnya.


"Apa mungkin Yuan itu anak kandungku?"


***


"What? Kau pernah menikah dengan pria cacat? Really?"


Krystal mengangguk.


"Krys, apa Yuan itu anaknya?"


Krystal menghela nafasnya sejenak lalu menganggukkan kepalanya.


"Astaga Krys, lalu dimana pria itu? Kenapa dia lepas dari tanggung jawab seperti itu"


"Aku sudah berpisah dengannya"


"Berpisah? Kenapa?"


Krystal meneguk air putih di genggamannya.


"Wajahnya sangat menyeramkan, membuatku sangat takut"


"Menyeramkan? Memang wajahnya kenapa?"


"Sebagian wajahnya terkena luka bakar yg cukup serius, mengerikan"


"Ya ampun Krys, hidupmu miris sekali"


"Jadi kau berpisah karena wajahnya? Lalu apa dia tau kau hamil anaknya?"


Krystal menggeleng.


"Dulu aku masih sangat muda untuk berpikir panjang, aku melakukan semuanya tanpa memikirkan akibatnya. Aku menandatangani berkas perpisahan kami tanpa ragu, tanpa mengatakan kepadanya jika aku sedang mengandung anaknya. Yg aku pikirkan saat itu adalah bisa lepas dari belenggunya. Tapi aku salah-" nada bicara Krystal terdengar bergetar.


"Salah? Salah kenapa?"


Krystal menarik nafasnya kasar.

__ADS_1


"Setelah aku pergi dari hidupnya aku baru menyadari kalau aku telah jatuh cinta kepadanya"


"Cinta? Kau bilang kan pria itu?"


"Ya aku tau Suzy, meskipun pria itu kasar tapi aku tau jika dia adalah pria yg sangat baik. Aku bisa melihat dengan jelas di saat terakhir itu, dia meneteskan airmatanya saat aku menandatangani surat perpisahan kami. Terlihat jelas sekali raut kesedihan di wajahnya"


"Tapi Krystal, katamu dia buruk rupa kan?"


Krystal mengangguk.


"Entahlah, aku merasa seperti itu. Maka dari itu aku belum juga membuka hatiku untuk pria lain"


"Lalu apa rencanamu?"


"Rencana apa yg kau maksud Suzy?"


"Apa kau ingin kembali dengannya lagi?"


Krystal menggeleng.


"Tidak, aku sudah sangat menyakitinya. Biarkan saja seperti ini jika kami berjodoh pasti akan bertemu lagi"


"Tapi Yuan, dia berhak tau siapa ayahnya, kan?"


"Aku tau, nanti aku akan memberitahu Yuan setelah dia besar nanti"


"Hei Krystal, apa kau ingin terus melajang sampai Yuan besar?"


"Entahlah, ya sudah Suzy aku ingin tidur. Ngantuk sekali. Jika kau ingin tidur, tidur di kamar sana ya. Aku tidur dulu, bye"


"Hei Krystal, aku masih bicara padamu"


"Sudah malam Suzy, hoaampphh aku sudah mengantuk. Besok saja"


Suzy merengut kesal. Dia menatap foto Krystal dan Yuan yg terpajang di ruang tengah.


"Aku jadi penasaran seperti apa wajah mantan suami Krystal yg dulu"


***


"Hoaampphh"


"Hei Krys, kau masih mengantuk?"


Krystal mengangguk.


"Sepanjang malam Yuan mengoceh tanpa henti, jika aku tidur dia langsung membangunkanku"


"Ckck, bocah itu!"


"Hei kalian berdua jangan berisik. Direksi baru sudah datang, dan kau Krystal ikut aku. Ingat kan perkataanku kemarin jika kau akan menjadi guide-nya?" ucap supervisor Krystal.


"Ya pak, baiklah"


"Jangan lalukan kesalahan, ayo ikut aku"


Krystal membuntuti atasannya.


TOK.. TOK.. TOK..


"Ya masuk" teriak seseorang di dalam sana.


"Permisi pak, ini Krystal dia yg akan menemanimu untuk berkeliling pabrik"


"Krystal ya?"


Pria itu memutar kursinya.


"Tuan kau?"


Chanyeol tersenyum dengan menopangkan dagunya.


"Krystal duduklah dan kau pak (melirik) kau boleh pergi"


"Baik Tuan Park, permisi"


Pria tua itu langsung pergi, sementara Krystal dia duduk di hadapan Kai dengan menundukkan kepalanya.


"Hmm apa ini takdir atau kebetulan lagi? Sudah dua kali kita bertemu lagi nona Krystal"


"Ya pak"


Chanyeol menatap lekat wajah wanita yg amat dia rindukan.


"Kau makin cantik saja Krystal"


"Ya pak?"


Chanyeol mengelus tengkuknya dan terkekeh.


"Kau boleh pergi, nanti aku akan memanggilmu lagi"


Krystal mengangguk.


"Permisi pak"


Chanyeol tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa maksud semua ini Tuhan? Apa kau ingin mempermainkan takdirku?" ucapnya pelan.


To be continued...


__ADS_2