
Dan seberapa jauh aku melangkah, tetap saja kembali ke neraka ini lagi!
***
"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri" berontak Krystal.
Tapi tangan kekar pria itu tetap mencengkram lengannya.
"Nona sebaiknya jangan melawan, kami hanya menjalankan perintah saja"
Mereka menyeret Krystal ke dalam mobil. Sepanjang jalan Krystal berusaha untuk memberontak namun hasilnya nihil. Tenaga pria itu sangatlah kuat, Krystal hanya bisa pasrah.
Sepanjang perjalanan dia terus meratapi nasib sialnya, baru saja dia merasakan udara bebas kini harus dibawa paksa kembali ke dalam sangkar.
Benar-benar menyedihkan.
***
"MENYEBALKAN! KALIAN SAMPAIKAN KEPADA TUAN KALIAN KALAU AKU SANGAT MEMBENCINYA" teriak Krystal.
Namun pelayan itu hanya terdiam, pelayan yg satu membersihkan makanan yg berantakan di lantai karena Krystal.
Krystal duduk di ranjang dengan terisak, kepalanya bertumpu pada tangan yg berada di atas lututnya.
"Hiks.. Hiks"
"Keluar" suara pria yg baru saja datang.
Pelayan itu langsung keluar tergesa-gesa.
Krystal memalingkan wajahnya, dia enggan menatap ke arah pria yg sama sekali tak pernah bisa dia lihat dengan jelas wajah aslinya.
"Apa kau masih ingin mencoba kabur dari sini?" tanyanya tegas.
Krystal tak menjawab, tubuhnya masih bergetar karena airmatanya tak kunjung berhenti.
"Baguslah jika kau tetap disini, ingat jangan pernah mencoba untuk kabur lagi dari sini"
Pria itu memutar tubuhnya.
"Dasar pria brengsek!" teriak Krystal.
Pria itu mengepalkan tangannya.
"Kau bilang apa?"
"Brengsek" ulang Krystal.
Pria itu tersenyum sinis dan langsung memutar tubuhnya menghampiri Krystal.
SREEETT..
Dia merobek baju yg Krystal kenakan.
"Apa maumu, hah?"
"Kau bilang aku brengsek, kan? Aku akan tunjukkan kepadamu betapa brengseknya aku"
"Ah jangan"
Tangan Chanyeol mengkoyak baju Krystal tanpa tersisa. Bibirnya masih mencium kasar bibir ranum Krystal.
Semakin Krystal berusaha untuk memberontak, semakin kuat Chanyeol menahannya.
"Aaahhh"
Krystal terdiam dan airmatanya meleleh saat merasakan milik mereka 'menyatu'.
Krystal hanya bisa pasrah saat pria yg berstatus sebagai suaminya itu menggagahinya tanpa belas kasihan dan sangat kasar.
***
Kilauan cahaya matahari yg menembus gorden kamar membuat tidur lelap Krystal terusik. Dia mengerjapkan matanya perlahan, tubuhnya terasa sangat sakit. Dia menutupi tubuhnya dengan selimut, kakinya menjuntai ke lantai. Dia terdiam sejenak saat melihat dompet yg terletak di nakas.
Dia celingak-celinguk melihat sekitar, dia sangat penasaran dengan wajah suami yg tak pernah dia lihat secara jelas. Dia memberanikan diri untuk mengambil dompet itu. Di dalam kamar mandi masih terdengar suara gemericik air.
__ADS_1
Krystal tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Tangannya sudah meraih dompet itu, namun bola matanya membulat saat melihat isi dompet itu yg sama sekali tak menyimpan foto.
"Ah sial"
KREEKK..
Dengan cepat Krystal mengembalikan dompet itu ke tempat semula dan berpura-pura tidur lagi.
TAP.. TAP.. TAP..
Langkah kaki Chanyeol semakin mendekat, dia duduk di tepi ranjang. Tangannya mengelus lembut kepala Krystal dan mengecup dahinya.
Krystal merasa kelembutan dari kecupan Kai tadi, rasa yg berbeda dari semalam.
***
Krystal masih mengacak-acak makanannya, tatapannya hampa. Dia terus melamun.
Bola matanya menatap sekeliling rumah yg dia tempati. Meskipun rumah ini terlihat antik tapi sungguh rumah ini terlihat sangat indah dan elegant.
Tapi yg Krystal heran, tak ada foto keluarga ataupun foto suaminya yg terpajang di rumah ini. Jangankan di ruang tamu atau keluarga di kamar mereka pun tidak ada.
"Nona, apa kau tidak menyukai makanannya?" tanya seorang pelayan.
Krystal menoleh pelayan itu dan menggeleng.
"Tidak, aku hanya sedang tidak berselera makan"
"Tapi nona"
"Dimana tuan kalian?"
"Tuan sudah pergi nona sebelum kau bangun"
"Pergi? Pergi kemana?"
"Maaf nona, saya tidak tau"
Krystal tak habis pikir dengan perilaku aneh suaminya, dia pergi dari pagi sekali dan pulang ketika malam sangat larut. Krystal semakin penasaran dengan wajah asli suaminya itu.
***
"Taeyeon, apa yg sudah kau lakukan? Kau tau kan jika itu bisa saja membahayakan dirimu?"
"Tapi Baekhyun, aku hanya ingin membantu adik ipar"
"Bantuan apa yg kau berikan, kak?" sambar Chanyeol yg baru saja datang.
"Eh Yeol, duduklah dulu" ucap Baekhyun gugup.
Chanyeol menatap lekat wajah Taeyeon.
"Kenapa kau melakukan itu, kak?" tanyanya.
"Itu karena dia tak bahagia denganmu Chanyeol, kau selalu saja menyiksanya"
"Oh jadi seperti itu, lalu apa urusanmu untuk ikut campur?"
"Karena aku kakak iparnya, aku wanita. Aku juga bisa merasakan apa yg dia rasakan saat ini"
"Taeyeon hentikan" ucap Baekhyun.
"Tidak Baek, aku harus menjelaskan kepada Chanyeol jika istrinya merasa sangat tertekan dan ketakutan berada di Paviliun belakang"
"Untuk apa kau menikahinya jika kau terus berlaku kasar kepadanya Yeol? Apa kau tak pernah merasa kasihan kepadanya? Dia kau kurung dalam Paviliun tanpa cahaya itu"
"Itu bukan urusanmu"
"Tapi akan menjadi urusanku karena dia adik iparku"
"Aku peringatkan kepadamu, jangan pernah ikut campur dengan urusan rumah tanggaku, kau urus saja rumah tanggamu" ucap Chanyeol tegas.
"Kak, sebaiknya kau nasehati istrimu agar tak ikut campur dengan urusanku"
Baekhyun mengangguk. Chanyeol bersiap akan pergi.
__ADS_1
"Kenapa kau tak pernah mengizinkan Krystal melihat wajahmu, Yeol? Kenapa kau selalu menyembunyikan wajahmu dari sana? Apa kau takut Krystal akan menjauhimu saat dia melihat wajah aslimu?" teriak Taeyeon.
Baekhyun menarik lengan istrinya, memberi isyarat untuk Taeyeon agar diam.
"Aku bisa merasakan apa yg Krystal rasakan Yeol, dia sangat ketakutan oleh sikap kasarmu dan terlebih lagi dia tak pernah melihat dengan jelas wajah pria yg sudah berstatus sebagai suaminya"
Chanyeol menghela nafasnya.
"Kau tidak berhak untuk mengatakan hal itu kepadaku"
"Kenapa? Aku punya hak! Aku adalah kakak iparmu dan kau harus menghormatiku"
Chanyeol menoleh dan menatap Baekhyun, tangan Chanyeol membuka topeng yg selalu menutupi wajahnya.
Taeyeon terkejut, dia menutup mulutnya.
"Apa kau lupa dengan wajah adik iparmu sendiri, kak? Aku yakin kau masih ingat"
"Yeol, bukankah kau sudah melakukan operasi?"
Baekhyun memberi isyarat kepada Taeyeon.
"Yeol, kau pergilah. Biar aku yg menjelaskan kepadanya"
Chanyeol mengangguk dan melangkah pergi.
"Yeol, hei" teriak Taeyeon.
Baekhyun menarik lengan Taeyeon.
"Taeyeon, hentikan. Kenapa kau bersikap seperti itu kepada Chanyeol?"
Taeyeon mengernyitkan alisnya.
"Kenapa kau tidak mengatakan yg sebenarnya kepadaku jika Chanyeol tidak melakukan operasi plastik, hah?"
"Taeyeon, biarkan itu menjadi urusannya Chanyeol. Kita tak berhak untuk ikut campur"
"Tapi Baek, Krystal pasti akan semakin takut jika melihat wajah asli Chanyeol yg sekarang"
"Maka dari itu, jangan biarkan Krystal tau"
***
"Ahh aku bosan. Apa aku tak boleh main keluar?" gumamnya.
Krystal terus membolak-balikkan majalah dengan asal.
"Membosankan sekali"
Dia menutup majalah itu dan ingin menaruhnya kembali. Namun selembar foto terjatuh dari majalah itu.
Tubuh Krystal membungkuk dan mengambil selembar foto itu.
"Hmm siapa ini?"
Bola mata Krystal menatap lekat foto anak kecil laki-laki yg terlihat sangat tampan.

"Dia tampan sekali, apa mungkin ini pria itu?"
Mata Krystal berbinar, dengan cepat dia menyembunyikan foto itu dan memasukkannya ke dalam tas kecil miliknya.
"Akhinya aku memiliki sedikit petunjuk, aku harus menyelidiki siapa anak kecil itu"
"Tapi jika memang dia pria itu, dia pasti sangat tampan tapi kenapa dia selalu menemuiku di kamar gelap ini. Kenapa dia selalu menyembunyikan wajahnya? Ini aneh, aku harus menyelidikinya"
***
"Aku hanya tidak ingin kau takut dan menjauh dariku setelah kau melihat wajah asliku" ucap Chanyeol pelan sambil melihat foto Krystal.
To be continued...
__ADS_1