Deserted

Deserted
Salah Paham


__ADS_3

"Krys, kau kenapa? Dari tadi cemberut mulu, ada apa sayang? Cerita sini sama aku, hm?" tanya Chanyeol saat melihat Krystal sedang berdiri di balkonnya.


"Aku sedang tak ingin bicara denganmu" jawabnya ketus.


Chanyeol menghela nafasnya, dia langsung menyambar tubuh Krystal dan memeluknya dari belakang.


"Ada apa? Apa aku punya salah? Kenapa kau jadi galak seperti ini"


"Lepaskan Yeol, urus saja selingkuhanmu itu" kesal Krystal sambil menepis pelukan Chanyeol.


Krystal melangkah lebih maju, sementara Chanyeol hanya menaikkan sebelah alisnya dan bingung.


"Selingkuhan? Kau bilang aku selingkuh?"


Krystal menatap dengan sorot mata yg tajam dan mengangguk.


"Hei sayang, aku selingkuh sama siapa? Aku itu hanya mencintaimu, kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Cih, memangnya aku ini gadis kecil yg bisa dibodohi apa? Aku bisa lihat semuanya, Yeol. Aku lihat saat kau selalu membelanya dan memeluknya"


"Hei, siapa yg kau maksud?" tanya Chanyeol bingung.


"Berhenti berpura-pura tidak tau Yeol, aku sangat membencimu. Sangat" teriaknya sambil terisak.


Chanyeol yg tak mengerti dengan maksud perkataan Krystal langsung mendekap erat tubuhnya.


Tubuh Krystal bergetar karena isak tangisnya semakin pecah.


"Hei sayang, berhenti. Sudah ya jangan menangis lagi"


"Kau bilang kau mencintaiku dan ingin menikah lagi denganku tapi semuanya palsu" ucapnya disela tangisannya.


"Hei apa yg kau katakan? Aku serius ingin menikahimu lagi"


Krystal mendorong tubuh Chanyeol.


"Lalu kenapa kau bawa wanita itu ke rumahku? Kau lebih perhatian kepadanya dibandingkan denganku, kau selingkuh secara terang-terangan di depanku Yeol. Aku membencimu, sangat membencimu"


Chanyeol mengulum senyumnya, kali ini dia mengerti jika wanitanya ini sedang cemburu padanya.


Dia menangkup pipi Krystal dan menatap lekat kedua bola matanya.


"Kau cemburu padaku?" tanyanya.


Krystal membulatkan matanya dan berusaha untuk menepis tangan Chanyeol di pipinya tapi Chanyeol menahannya.


"Jawab aku, kau cemburu pada Seohyun?"


Krystal hanya memalingkan wajahnya. Tanpa sengaja dia melihat Seohyun melintas di depan kamarnya.


"Ya aku sangat tak suka dengannya. Aku cemburu karena kau lebih memperhatikan dia dibandingkan aku, padahal aku ini adalah calon istrimu Yeol. Kenapa kau selalu saja membelanya, aku tak suka. Aku sungguh-sungguh tak menyukainya"


Krystal sengaja berteriak agar Seohyun mendengar perkataannya, dan benar saja wanita itu menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Krystal dan Chanyeol yg sedang bertengkar.


Chanyeol melepaskan tangannya di pipi Krystal dan tertawa terpingkal-pingkal. Dia memegangi perutnya yg terasa sangat geli.


"Hahaha.. Kau ini lucu sekali Krystal, hahaha"


Krystal menaikkan sebelah alisnya karena bingung dengan reaksi yg diberikan oleh Chanyeol. Krystal beralih menatap ke arah Seohyun yg sedang menahan tawanya.


"Kau? Apa hakmu untuk tertawa?" teriak Krystal.


Chanyeol yg menyadari ada orang lain di belakangannya langsung menoleh.


"Seohyun" ucapnya pelan.


"Kalian berdua menyebalkan, kalian menertawakanku aku sangat membenci kalian. Kalian pergi saja sana, enyah dari hidupku" omel Krystal.


Chanyeol dan Seohyun saling lirik. Chanyeol malah merangkul bahu Seohyun hingga membuat Krystal membulatkan kedua bola matanya.


"Yeol kau—"


"Ada apa?"


"Lepaskan! Lepaskan tanganmu dari bahunya, lepaskan"


Krystal berusaha untuk melepaskan tangan Chanyeol di bahu Seohyun.


"Ada apa Krys? Aku hanya merangkulnya saja"


Krystal memanyunkan bibirnya.


"Chanyeol kau ini benar-benar"


"Apa? Apa kau akan marah juga jika aku menggenggam tangannya seperti ini?"


Chanyeol menujukkan tangannya yg sedang menggenggam tangan Seohyun.


"Chanyeol kau—"


Krystal memutar tubuhnya karena kesal, dia melipat kedua tangannya.


"Chanyeol kau ini seperti anak kecil saja, senang sekali menggoda Krystal"


Kali ini Seohyun yg angkat suara.


"Krystal"


Seohyun menyentuh bahu Krystal.


"Dengarkan aku, kau jangan salah paham padaku ataupun Chanyeol. Hubungan kami bukanlah seperti yg kau pikirkan. Aku adalah sepupunya Chanyeol" jelas Seohyun.


Krystal terkejut, mulutnya menganga. Dengan cepat dia memutar tubuhnya.


"Kau serius?"


Seohyun mengangguk.


"Iya, aku baru saja kembali dari Ausie. Chanyeol yg menjemputku karena suamiku Yonghwa tak bisa menjemputku dia sedang pergi keluar kota saat ini. Pria bodoh ini nampaknya sengaja tak memberitahu tentang diriku yg sebenarnya"


Chanyeol hanya mengelus tengkuknya.


"Maafkan aku Seohyun karena telah melibatkanmu, tapi aku jadi tau jika Krystal benar-benar tak ingin kehilanganku"


"Chanyeol kau—"


***


"Oh jadi kau dan suamimu yg mengoperasi wajahnya Chanyeol?" tanya Krystal.

__ADS_1


Seohyun mengangguk.


"Aku pikir Chanyeol tidak akan pernah mau dioperasi karena dari dulu kami membujuknya dia tak pernah mau"


Krystal mengangguk.


"Kau tau alasan dia untuk operasi itu apa?"


Krystal menggeleng.


"Apa itu?"


"Karena dirimu"


"Aku?"


"Ya Krystal, karena Chanyeol telah jatuh cinta kepadamu. Dia ingin membuatmu kembali ke pelukannya dan agar kau tak takut lagi saat melihat wajah seramnya itu"


Krystal terdiam, dia tersentuh mendengar cerita Seohyun.


"Chanyeol beruntung karena mendapatkan cintamu jadi dia semangat untuk menjalani operasi agar wajahnya kembali seperti semula"


"Krystal, aku harap kalian berdua akan selalu mencintai satu sama lain dan hidup bahagia selamanya"


"Terimakasih, Seohyun"


Seohyun mengangguk dia langsung memeluk tubuh Krystal erat.


***


Tiga bulan kemudian...


"Ahh kenapa gaun ini tidak bisa dikancingkan sih?" gerutu Krystal.


Dia berusaha untuk mengaitkan kancing baju di belakangnya namun hasilnya nihil.


Krystal menarik nafasnya agar bajunya bisa dikancingkan, tapi tetap saja tak bisa.


"Ibu, kenapa ibu lama sekali? Ayah sudah menunggu ibu daritadi di altar loh" oceh Yuan.


Krystal hanya menatap kesal dan menutupi wajahnya.


"Ibu, ayooo"


"Katakan saja pada ayahmu, ibu tak bisa turun kesana"


"Ibu, apa yg ibu katakan? Jika ibu tak bisa turun ke mandap itu artinya ibu dan ayah tak bisa menikah"


"Biarkan saja"


"Ibuu" rengek Yuan.


"Ahh Yuan, kau ini bukannya membantu malah membuat semakin runyam saja" kesal Krystal.


"Krystal, ada apa?" tanya Seohyun yg baru saja datang.


Krystal menatap sendu dengan kedua mata yg sudah sembab.


"Hei kenapa kau menangis seperti itu?"


"Seohyun, kemarilah" bisiknya.


Seohyun hanya tersenyum.


"Ini hanya masalah kecil Krystal, jangan karena ini kau malah tak bisa menikah dengan Chanyeol"


Seohyun membantu Krystal untuk mengaitkan kancing bajunya.


"Nah, sudah selesai"


Krystal celingak-celinguk di cermin.


"Ayo kita turun, Chanyeol itu sangat gelisah menunggumu dari tadi"


Krystal mengangguk.


***


Pernikahan mereka berjalan sangat lancar, setelah para tamu pulang Krystal langsung buru-buru menuju kamarnya.


Chanyeol hanya menatap bingung dan langsung menyusulnya.


"Hei Krystal ada apa?" oceh Chanyeol sambil masuk ke dalam kamar.


"Aaaaa.. CHANYEOL, KENAPA KAU MASUK TANPA MENGETUK PINTU TERLEBIH DAHULU?"


Krystal yg sedang melepaskan bajunya terkejut, dia menutupi tubuh bagian atasnya menggunakan bantal.


Wajah Chanyeol memerah, dia benar-benar tergoda karena tak sengaja melihatnya.


"Ada apa? Sekarang kan kita sudah resmi menjadi suami istri. Apa aku harus selalu mengetuk pintu untuk masuk kesini?" godanya.


"Chanyeol kau—"


Chanyeol menarik lengan Krystal hingga bantalnya terjatuh. Tubuh Krystal hanya terbalut pakaian dalam saja.


"Krystal, nampaknya kau sudah tidak sabar untuk menikmati malam pengantin kita ya?" bisiknya.


Krystal langsung mendorong tubuh Chanyeol.


"Dasar mesum! Kau tidak tahu saja jika dari tadi aku menahan nafas agar kancing bajunya tak lepas"


"Yak? Apa maksudmu?"


Krystal mengambil baju pengantinnya dan melemparkannya kepada Chanyeol.


"Kau lihat itu, kau memberiku baju pengantin yg kekecilan! Menyebalkan"


Chanyeol menarik sudut bibirnya.


"Hahaha.. Apa kau tak ingat Krystal? Ini gaun yg sama pada saat pernikahan pertama kita lima tahun yg lalu"


"Yeol, kau benar-benar"


"Maaf, aku baru sadar. Aku sudah membelikan gaun pernikahan yg baru untukmu tapi nampaknya pelayanku salah memberikannya kepadamu. Hoho itu artinya jika istriku ini semakin gemuk ya?" goda Chanyeol.


"Chanyeol, kau sungguh menyebalkan"


Krystal merajuk, dia menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar tak tau"


Krystal tak menjawab.


"Sayang, maafkan aku yah?"


"Chanyeol, jika saja kancingnya tadi lepas mungkin aku akan menjadi tontonan para tamu. Memalukan"


"Hei, siapa bilang kau akan menjadi tontonan mereka. Jika kancing bajumu lepas tentu aku akan langsung menutupi tubuhmu dan mengusir mereka. Tak akan aku biarkan siapapun melihat tubuh indah istriku ini" godanya.


"Chanyeol kau ini"


Chanyeol membelai wajah Krystal dan mendekatkan wajahnya.


BRAAKK..


"AAAAAA" teriak Yuan.


Krystal dan Chanyeol terkejut, Krystal menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Yuan, ada apa nak?"


"Ayah ibu benar-benar memalukan, jika ingin bermesraan pintunya di kunci dong" omel Yuan.


Chanyeol hanya mengelus tengkuknya malu.


"Maaf nak, ayah tak bisa menahan hasrat sebentar saja"


"Yeol, jangan pengaruhi anakmu" teriak Krystal.


"Aku tak mempengaruhinya, aku sedang menjelaskan apa yg sebenarnya"


"Chanyeol kau—"


"Ayah.. Ibu berhenti bertengkar! Di bawah pak pendeta masih menunggu kalian. Kata bibi Seohyun ayah belum menyelesaikan masalah administrasinya"


"Astaga aku sampai lupa"


"Baiklah ayo"


Chanyeol menggendong tubuh Yuan bersamanya.


***


"Aaaaa.. Kenapa kau tidur disini Chanyeol?" teriak Krystal.


Chanyeol mengucek-ngucek matanya.


"Krystal berhenti berteriak, kita ini sudah menikah lagi. Jadi wajar saja kalau kita tidur satu ranjang"


"Oh iya aku lupa"


Krystal terkekeh.


Saat Krystal ingin bangun, Chanyeol menarik lengannya hingga tubuh Krystal jatuh di dada bidangnya.


"Yeol, lepaskan. Aku ingin membuat sarapan untuk Yuan"


"Tidak boleh"


"Chanyeol, apa kau mau menjadi ayah yg kejam yg membiarkan putramu kelaparan"


"Tidak"


"Chanyeol, lepaskan aku"


"Yuan tidak ada disini"


"Apa? Kau? Kau membuang Yuan?"


"Enak saja! Yuan itu anakku yg paling tampan mana mungkin aku membuangnya"


"Lalu? Kau kemanakan dia, hah?"


"Yuan sedang menginap di tempat Seohyun selama tiga hari"


"Apa? Untuk apa Yuan menginap disana selama itu, kau ini benar-benar menyebalkan Chanyeol"


"Ssstt.. Hari ini aku tak akan membiarkan kau untuk marah kepadaku. Aku hanya ingin mendengar suara desahan dari mulutmu" bisiknya.


"Chanyeol, kau—"


"Hmmmpphhhh"


Chanyeol langsung menyambar bibir Krystal dengan rakus, dia memutar tubuh Krystal dan mulai membuka celananya.


"Are you ready?"


Krystal hanya tersipu malu dan memalingkan wajahnya.


Chanyeol menyelipkan miliknya di dalam milik Krystal.


"Awww kau masih sempit saja sayang" rintihnya.


"Kau lebih lembut dari pertama kali kau melakukannya"


"Hahaha.. Saat itu kan aku masih amatir"


"Jadi maksudmu kau sekarang sudah ahli?"


Chanyeol mengangguk.


"Chanyeol, apa kau selama ini jajan di luar?"


"Jajan apa? Aku selalu membayangkan dirimu, aaahhhh"


Chanyeol terus memaju mundurkan miliknya.


"Ouuhh Yeol"


"I really love you, dear. Forever, forever and forever"


"I love you too, baby" bisik Krystal.


Keduanya sama-sama saling melepaskan hasrat yg terpendam lama.


-THE END-


Mampir selalu ke work aku yah.. Banyak cerita tentang KAISTAL..

__ADS_1


Dan kalau respon bagus mau buat cerita tentang CHANSTAL lagi..


__ADS_2