
"PANAS! PANAS! TOLOONG! ADA API DISINI! ADA API DIMANA-MANA! AYAH, IBU, KAKAK TOLONG AKU!" teriak Chanyeol.
BUSSHH..
Kayu penyangga rumah itu roboh dan mengenai wajah Chanyeol.
"Aww sakit" rintihnya.
"AYAH.. IBU.. KAKAK TOLONG AKU! WAJAHKU PANAS, SAKIT SEKALI. TOLONG AKU!"
Suaranya semakin melemah dan tubuhnya ambruk di lantai.
***
"Kau sudah bangun?" suara lembut Krystal menyapa suaminya.
Chanyeol hanya diam, dia teringat mimpi buruknya semalam.
Chanyeol mengusap wajahnya kasar, dia menyentuh wajahnya yg tak lagi tertutupi oleh topeng. Tangannya bergetar setiap kali mengusap wajahnya.
Nafasnya terdengar sangat berat, tubuhnya bergetar. Terdengar suara isakan tangis meskipun pelan.
Krystal merasa sangat bingung tangannya mendekat untuk menyentuh bahu Chanyeol namun dia urungkan saat melihat Chanyeol tiba-tiba memutar tubuhnya.
Bola mata Krystal membulat, telapak tangannya menutup mulutnya. Nafasnya berhembus tak beraturan dan dadanya naik turun.
Chanyeol tersenyum sinis. Dia berjalan menuju jendela dan membuka gorden kamarnya.
Kilauan cahaya itu semakin memperlihatkan dengan jelas luka bakar di wajah Chanyeol. Krystal merasa ketakutan saat melihat Chanyeol yg melangkah maju menghampiri dirinya.
Sebagian dari wajah Chanyeol terkena luka bakar yg sangat parah dengan kulit keriput dan berwarna cokelat gelap.
"Kenapa kau takut?"
Kepala Krystal menggeleng, tapi melangkah mundur.
"Kenapa kau mundur? Kau takut melihat wajah asliku, hah?"
Krystal tak menjawab dia terus berjalan mundur. Namun sial, tubuhnya sudah tak bisa lagi mundur karena dinding di belakangnya.
"Bukankah kau selalu ingin melihat wajah asliku? Tapi kenapa setelah melihatnya kau terlihat sangat takut, hm?"
"Chanyeol, hentikan. Jangan mendekat"
Chanyeol tertawa sarkas. Dia mencengkram pipi Krystal.
"Aww sakit"
"Kenapa? Kau menyesal, hah? Katakan saja jika kau menyesal telah menikah dengan pria cacat sepertiku" bentak Chanyeol.
Krystal hanya menggeleng.
"Chanyeol, aku mohon lepaskan aku. Kau menyakitiku"
Chanyeol tertawa sarkas, dia menertawai hidupnya sendiri.
"Hahaha.. Lucu sekali, kemarin kau sangat ingin melihat wajahku tapi sekarang kau malah ketakutan seperti itu dan memalingkan wajahmu dariku. Apa aku sehina itu, Krystal?" bentaknya.
"Tidak, bukan seperti itu"
Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya, dia mencium Krystal dengan kasar. Dan bibirnya turun mengecup leher jenjangnya.
"Chanyeol, hentikan! Aku mohon" isaknya.
Chanyeol tersenyum sinis.
"Kenapa kau tak rela jika tubuhmu disentuh oleh pria cacat sepertiku? Kau pasti menyesal, kan?"
Krystal menggeleng dengan airmata yg mengalir deras.
__ADS_1
Chanyeol memejamkan matanya sejenak lalu melepaskan cengkramannya dan beranjak pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
Krystal hanya menatap lirih kepergian Chanyeol dan menjatuhkan tubuhnya di lantai.
Dia meratapi nasib buruknya yg harus menikah dengan pria cacat seperti Chanyeol.
***
"Yeol, ada apa? Kenapa kau masih di kantor? Kau tidak pulang?" tanya Baekhyun.
Chanyeol mengusap wajahnya kasar, dia menatap miris wajah yg terkena luka bakar.
"Apa wajahku begitu sangat menakutkan, kak?"
Baekhyun terkejut dengan pertanyaan Chanyeol.
"Ada apa Yeol? Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?"
Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar dan menopangkan dagunya.
"Terlihat sangat buruk rupa, kan?" tanyanya lagi.
"Yeol—"
"Hentikan kak! Aku sudah tau apa yg ingin kau katakan. Tapi aku tak akan pernah melakukan operasi plastik"
"Yeol, jika kau melakukan operasi plastik wajahmu akan kembali seperti semula"
"Lalu apakah Tuhan juga bisa mengembalikan ibu kepada kita?"
"Yeol—" bentak Baekhyun.
Chanyeol menatap lirih foto ibunya yg terpajang di meja kerja.
"Ibu.. Maafkan aku, karena aku kau kehilangan nyawamu" isaknya.
Chanyeol menyeka airmatanya.
"Jika waktu itu ibu tidak menyelamatkanku mungkin dia tidak akan kehilangan nyawanya kak. Untuk apa ibu menyelamatkanku padahal ibu tau saat itu wajahku sudah terbakar"
"Chanyeol"
Baekhyun memeluk erat tubuh Chanyeol.
"Ibu menyelamatkanmu karena dia sangat menyayangimu, dia bahkan rela kehilangan nyawanya demi keselamatanmu"
"Secara tidak langsung aku adalah penyebab utama kematian ibu"
"Yeol, kau tidak bersalah. Jangan katakan itu"
Tubuh Chanyeol bergetar hebat, airmatanya tumpah tak lagi tertahan.
***
"Aku hamil" ucap Krystal pelan.
Dia menaruh kembali testpack itu ke tempatnya.
Airmatanya mencelos, hatinya terasa perih. Teringat kejadian di pagi hari saat untuk pertama kalinya Krystal melihat wajah asli Chanyeol yg sangat menyeramkan baginya.
"Tidak mau! Aku tidak mau memiliki anak darinya. Aku tidak mau mengandung anak pria menyeramkan itu. Tidak mau!"
Krystal terus memukul-mukul perutnya yg masih rata.
***
Krystal masih melamun dengan mata yg menatap lekat langit-langit yg kelam. Tak ada bintang-bintang yg menghiasi langit pekat itu malam ini.
Pandangan Krystal teralihkan saat melihat sebuah dokumen yg disodorkan kepadanya.
__ADS_1
Hati Krystal berdebar saat melihat pria di sampingnya.
"Tandatangani saja, kau pasti menginginkan hal ini, kan?"
Bola mata Krystal berputar, dia terkejut saat melihat surat perpisahan dirinya dengan Chanyeol.
"Aku sudah memikirkannya, mulai hari ini aku akan membebaskanmu dari ikatan ini"
Nada suara itu terdengar sangat sendu, tapi Krystal tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yg ada di depan mata.
Dia langsung mengambil dokumen itu dan tanpa ragu menandatangani surat perpisahan mereka.
Chanyeol menghela nafasnya lega. Dia menarik sudut bibirnya.
"Mulai hari ini hiduplah lebih baik lagi. Aku telah membebaskanmu dari belenggu ini. Aku harap kau bisa menemukan pria yg bisa mencintaimu dengan tulus"
Ada perasaan bersalah di dalam hati Krystal.
"Yeol, aku—"
Chanyeol tersenyum, dia menyentuh kedua pipi Krystal.
Krystal memejamkan matanya. Chanyeol masih menatap lekat wajah Krystal.
"Kau bebas sekarang"
Krystal membuka kembali matanya, dia langsung memeluk erat tubuh Chanyeol.
"Terimakasih, terimakasih Yeol"
***
"Pak, berhenti disini saja. Rumahku sudah dekat dari sini"
"Apa kau yakin nona?"
"Ya tentu saja"
Supir itu menghentikan mobilnya sesuai perintah Krystal.
Krystal berjalan cepat masuk ke dalam gang kecil.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara bebas lagi, hmm menyenangkan"
***
"Kau sudah membuat keputusan yg sangat benar Yeol. Tak ada gunanya kau menahan Krystal untuk terus berada disisimu karena dia tak mencintaimu"
"Ya kak"
"Lalu, apa rencana selanjutnya?"
"Kak (menarik nafasnya) aku mau melakukan operasi untuk mengembalikan wajahku"
Baekhyun tersenyum bahagia.
"Benarkah?"
"Ya kak"
Baekhyun memeluk erat tubuh Chanyeol.
"Aku yakin suatu saat nanti kau akan mendapatkan wanita yg benar-benar tulus mencintaimu, Yeol. Pasti"
"Semoga saja kak"
'Tapi aku sudah menemukan wanita itu kak, tapi dia tak mencintaiku karena wajah buruk rupaku ini' batinnya.
To be continued......
__ADS_1