
"Kau bilang kau tak akan datang, tapi kenapa malah datang?" ketus Krystal.
Chanyeol hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Hmm aku datang karena hari ini adalah hari ulang tahun putraku"
"Oh"
Krystal sibuk membereskan meja dan lantai yg kotor.
"Ayah.. Malam ini kau tidur disini, kan?"
Krystal membulatkan matanya.
"Hei tidak bisa Yuan, malam dia dia akan pulang. Ya kan, Yeol?"
"Eh itu—"
"Ayah please, malam ini saja"
Chanyeol melirik Krystal.
"Nampaknya ibumu tak suka nak jika ayah menginap disini" sindir Chanyeol.
Krystal melototi Chanyeol.
"Ibu, boleh ya.. Boleh ya?"
Krystal menghela nafas dan terpaksa menganggukkan kepalanya.
"Yes asik.. Ayah ayo kita ke kamar" oceh Yuan dengan riang.
Dia langsung menarik lengan Kai menuju kamarnya.
"Ayah dan anak itu sangat menyebalkan" kesal Krystal.
***
Chanyeol terjaga dari tidurnya saat mendengar suara gaduh di dalam kamarnya. Dia mengerjapkan matanya perlahan dan meneguk salivanya saat melihat pemandangan yg amat menggiurkan. Bagaimana tidak, Krystal baru saja keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk saja dan rambutnya yg basah dibiarkan terurai.
"Hmm dimana ya baju tidurnya" gumam Krystal.
Krystal terus mencari baju tidur di dalam lemarinya.
"Hmm ini dia"
Krystal menoleh sebentar, buru-buru Chanyeol memejamkan matanya.
"Hmm ganti disini saja kali ya, lagi pula Chanyeol dan Yuan juga sudah tidur"
Jantung Chanyeol berdegup semakin kencang, dia kembali membuka matanya.
Terlihat jemari tangan Krystal mulai membuka kaitan handuknya. Dan dengan satu tarikan handuk yg sedari tadi menutupi tubuhnya jatuh ke lantai.
Wajah Chanyeol memerah, dia kembali meneguk air liurnya.
Krystal memakai bajunya dengan cepat dan santai. Tapi sial, rambutnya menyangkut di kancing baju belakangnya.
"Awww" rintihnya.
Chanyeol yg menyadari itu langsung bangkit dan memisahkan rambut Krystal dari kancing.
"Hei kau" ucap Krystal kencang.
Dengan cepat Chanyeol membekap mulutnya.
Krystal membulatkan matanya.
"Hmm"
"Aku akan lepaskan asal kau janji tidak akan berteriak"
Krystal mengangguk.
Chanyeol melepaskan tangan yg menutupi mulut Krystal.
"Apa yg kau lakukan? Jadi kau belum tidur" bisik Krystal.
Chanyeol mengangguk.
"Sejak kapan kau terbangun?"
"Sejak kau berisik mencari pakaianmu di lemari" jawabnya santai.
"What? Jadi kau mengintipku saat mengganti baju tadi?"
"Mengintip? Tidak"
"Yeol kau—"
"Yg benar aku hanya melihat saja, hmm Krystal lekuk tubuhmu masih indah saja seperti dulu" godanya.
"Yeol kau—"
CUPP..
Chanyeol mengecup sekejap bibir Krystal.
"Menikahlah denganku lagi, hm? Kali ini aku janji tak akan menyakitimu lagi" ucapnya dengam memegang erat kedua tangan Krystal.
Krystal menghempaskan tangan Chanyeol dan memutar tubuhnya.
__ADS_1
"Tidak mau, tadi siang kau bersikap kasar kepadaku"
Chanyeol tersenyum, dia mendekap tubuh Krystal dari belakang.
"Maaf, habisnya kau menyebalkan"
"Menyebalkan? Memangnya apa yg sudah aku lakukan padamu?"
"Hmm apa ya?"
"Yeol"
"Sssttt, diamlah dan biarkan seperti ini"
Bibir tipis itu menyapu leher Krystal dan mengecupnya.
Tubuh Krystal menggeliat dia memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir tipis Chanyeol.
"Aku menginginkanmu dear" bisiknya.
Krystal memutar tubuhnya dan memeluk erat tubuh Chanyeol.
"Aku sangat merindukanmu, Yeol. Aku sangat mencintaimu"
Chanyeol mengelus punggung Krystal dan mengecup bahunya.
"Aku lebih mencintaimu dear" balasnya.
Mereka melepaskan pelukannya, tangan Chanyeol menyentuh pipi Krystal. Dia mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir Krystal.
"Ayah ibu kalian sedang apa? Sudah malam tidak tidur juga?" ucap Yuan sambil mengucek kedua matanya.
Mereka terkejut dan menatap ke arah Yuan.
"Nak, kau terbangun?"
Yuan mengangguk.
"Ayah dan ibu berisik sekali sih"
Krystal menyikut perut Chanyeol.
"Aww ada apa?"
"Semua itu karena ulahmu"
"Ya ya.. Aku tau.. Aku selalu saja salah"
Chanyeol menghampiri Yuan dan merebahkan tubuh di sampingnya.
"Ibu juga tidur sini, Yuan ingin tidur di peluk sama kalian"
Krystal tersenyum dan menghampiri mereka. Dia merebahkan tubuhnya di samping kiri Yuan.
Krystal dan Chanyeol saling lirik.
"Ayah akan menikahimu ibumu secepatnya Yuan, ayah janji kita akan selalu tidur bersama seperti ini"
Yuan menatap wajah Chanyeol dengan berbinar.
"Benarkah, ayah?"
Chanyeol mengangguk.
"Yeyy asiikk.. Akhirnya Tuhan mengabulkan impianku untuk mendapatkan keluarga yg utuh"
"Muaacchh, ibu sangat menyayangimu nak"
Mereka tidur dengan saling berpelukan erat.
***
"Kemana Chanyeol? Ini meeting yg sangat penting, kenapa dia sampai terlambat?" geram Baekhyun.
Baekhyun terus melirik jam tangannya dan menatap layar ponselnya.
Sudah puluhan kali dia menelpon Chanyeol tapi tak ada jawaban dan pesan yg dia kirimkan pun tak dibalas.
"Kau kemana sih, Yeol?"
***
KRIIINNGGG...
Mereka mengerjapkan matanya perlahan.
"Berisik sekali sih"
Chanyeol menutupi telinganya dengan bantal.
Krystal membuka matanya perlahan dan menatap jam di nakasnya.
"Astaga sudah jam 10" teriaknya.
Krystal menggoyangkan tubuh Yuan dan Chanyeol.
"Hei bangun! Kita sudah terhambat"
"Ada apa sih Krys, aku masih mengantuk"
"Yeol, sudah jam 10 pagi. Ayo bangun"
__ADS_1
"Apa?"
"Ibu aku masih mau tidur"
"Ck, kalian berdua memang pemalas. Ayo bangun dan mandi kita sudah sangat telat"
Chanyeol masih menguap dan menyipitkan matanya karena kantuk.
"Sudah terlambat juga Krys, hari ini kita tidak akan ke kantor"
"Hei Yeol, tapi Yuan—"
"Ya biarkan saja Yuan bolos hari ini"
"Ck, kau ini"
Chanyeol kembali berbaring dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Ah kalian berdua sungguh menyebalkan"
***
"Ibu yg benar saja? Kita hanya minum susu tanpa makanan?" protes Yuan.
"Ya, semua karena kalian telat bangun. Ini hukuman untuk kalian"
"Hei Krys, apa bahan makanan di kulkasmu habis? Aku sangat lapar"
Chanyeol memegangi perutnya.
"Ya, sayuran habis, beras juga habis. Jadi hanya ini yg bisa kalian nikmati. Minum saja susunya sampai kembung nanti juga kalian tak akan merasa lapar lagi"
Chanyeol mengambil ponsel di saku celananya.
"Yuan, kau ingin makan apa?"
"Pizza"
"Baiklah, kita pesan saja. Kau mau sayangku?"
Krystal memanyunkan bibirnya.
"Tidak mau"
"Ya sudah, kita saja yg makan. Ya kan, Yuan?"
Yuan mengangguk setuju.
"Kalian berdua benar-benar menyebalkan"
***
"Yeol, aku kembali untuk menagih janjimu. Aku harap kau tak melupakannya" ucap seorang wanita berkacamata hitam.
Dia menarik koper dan keluar dari bandara.
***
"Hmm kenyang sekali" ucap keduanya.
Krystal hanya menatap kesal.
"Astaga! Kalian menghabiskan semua pizzanya dan tak menyisakan untukku?"
"Loh, bukannya tadi ibu tidak mau? Ya kan, ayah?"
Chanyeol mengangguk.
"Kalian berdua benar-benar menyebalkan"
"Sayang, jika kau mau pizza aku akan memesankannya lagi untukmu. Kau mau yg mana?"
Chanyeol memperlihatkan menunya di ponsel.
"Hmm"
Bola mata Krystal sibuk memperhatikan layar ponsel hingga ada panggilan masuk di ponsel Chanyeol.
"Seohyun"
Chanyeol langsung menjauh untuk mengangkat ponselnya.
"Ya hallo"
"......"
"Kau ada di Seoul, serius?"
"....."
"Baiklah jangan kemana-mana, tunggu aku disana ya"
Chanyeol langsung bergegas mengambil kunci mobilnya.
"Yeol, kau mau kemana? Kenapa buru-buru?"
Dia tak menoleh dan tak menjawab pertanyaan Krystal.
"Hei Chanyeol" teriak Krystal.
Krystal geram dan membanting pintunya.
__ADS_1
"Seohyun, siapa dia? Kenapa Chanyeol begitu terburu-buru saat mendengar Seohyun ada disini?"
To be continued...