
Lima tahun kemudian..
Seorang anak kecil laki-laki sedang bermain bola dengan sekelompok temannya. Dia sangat bersemangat untuk mengejar bola.
"Aaahh kau kenapa menendangnya terlalu jauh" gerutu bocah itu.
Dia langsung mengejar bola itu tanpa melihat sekeliling.
"Yuan, awas" teriak teman-temannya.
Tapi Yuan tak mendengar dengan begitu jelas. Dia terus mengejar bola itu hingga ke tengah jalan.
Sebuah mobil melaju dengan sangat cepat.
"Ya tunggu sebentar lagi, aku akan segera sampai"
Chanyeol menutup ponselnya, dia terkejut saat melihat seorang anak kecil ada di tengah jalan.
"Hei minggir" teriaknya.
Bocah itu menangis ketakutan, Chanyeol membanting stir mobilnya hingga menabrak trotoar jalan.
BRAAAKK..
"Pamaann" teriak bocah itu.
Dia menghampiri mobil dan disusul oleh teman-temannya.
Pelipis Chanyeol mengeluarkan banyak darah, dia hanya tergolek lemah di kursi mobilnya.
"Paman, kau baik-baik saja kan?" tanya bocah itu cemas.
Chanyeol mengangguk pelan dan membuka pintu mobilnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol sambil mengelus pipi bocah itu.
"Paman, maafkan aku"
"Tidak apa-apa, yg penting kau selamat"
Chanyeol merasa pandangannya kabur, kepalanya terasa sangat sakit. Tubuh Chanyeol ambruk di tepi jalan.
"Paman.. Tolong.. Tolong"
***
"Segera siapkan peralatan operasinya" perintah dokter yg baru saja datang.
Dokter itu mulai mengoperasi luka Chanyeol.
Sementara di luar sana bocah kecil itu masih menunggu Chanyeol dengan berderai airmata.
Dia sangat ketakutan, dia berpikir jika dia adalah penyebab kecelakaan yg dialami oleh Chanyeol. Jika Chanyeol tidak membanting stir mobilnya mungkin bisa saja dia yg tertabrak.
"Paman, bertahanlah" isaknya.
"Yuan.. Yuan.. Yuan" teriak Krystal.
Mata Krystal berbinar saat melihat Yuan yg berdiri di depan ruang operasi.
"Yuan (memeluk) syukurlah kau tidak apa-apa nak"
"Ibu, hiks"
"Hei ada apa? Berhenti menangis" ucap Krystal sambil mengusap airmatanya.
"Ibu, paman itu. Dia terluka karenaku, hiks" isaknya.
"Sayang, berhenti menangis. Semua akan baik-baik saja hm?"
Yuan masih saja menangis, dia merasa sangat takut.
Cukup lama dia menangis hingga lampu emergency di ruang operasi itu mati dan suara pintu yg mengayun membuat mereka menatap tajam dokter yg baru saja keluar.
"Dok, bagaimana keadaan pasien di dalam?"
"Kalian keluarga pasien?"
"Bukan"
"Lalu"
Krystal melirik Yuan yg masih menangis.
__ADS_1
"Pria itu adalah orang yg telah menyelamatkan putraku, dok. Jadi bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?"
"Operasinya berjalan dengan lancar, sebaiknya kau menghubungi keluarganya untuk memberi kabar"
"Hmm tapi kami sama sekali tak mengenalnya"
Seorang suster mendatangi mereka.
"Dokter, saya sudah memberitahukan kepada keluarga pasien jika anaknya saat ini sedang dirawat di rumah sakit ini"
"Oke baiklah"
"Dokter, apa boleh aku menemui paman?"
"Yuan"
"Baiklah, tapi kalian jangan mengganggunya"
Yuan mengangguk dan berlari masuk ke dalam kamar itu.
"Hei Yuan, tunggu ibu" teriak Krystal.
Yuan menatap lekat tubuh pria yg masih terbaring lemah di brankarnya.
"Paman, maafkan aku. Karena menolongku kau menjadi seperti ini" ucapnya pelan.
Krystal menatap seksama wajah pria yg sangat familiar baginya. Namun dia segera tepis pikirannya itu.
'Tidak, pasti itu bukan Chanyeol. Wajahnya saja berbeda, tidak ada luka bakar di wajahnya'
"Ibu" panggil Yuan.
"Hmm"
"Yuan boleh ya disini menemani paman sampai paman bangun. Boleh ya? Boleh ya?"
Krystal menghela nafasnya.
"Baiklah, tapi kau jangan kemana-mana sampai ibu menjemputmu kembali, hm?"
Yuan mengangguk setuju.
"Anak pintar. Ingat kau jangan buat keributan disini yah?"
"Ya sudah ibu kembali bekerja dulu, jika kau membutuhkan sesuatu langsung telepon ibu. Kau hafal kan nomor telepon ibu?"
"Ya ibu"
"Baiklah ibu pergi. Jaga dirimu"
Krystal mengecup kedua pipi putranya, lalu menatap sekilas ke arah Chanyeol dan pergi.
Yuan kembali menarik lengan kekar Chanyeol dan memegangnya erat.
"Paman jangan tidur terus, maafkan aku ya paman"
Chanyeol perlahan membuka kedua matanya. Dia mengerjapkan matanya perlahan.
"Paman, kau sudah bangun?"
Bola mata Chanyeol berputar menatap ke arah bocah kecil di sampingnya.
"Kau baik-baik saja, nak?"
Yuan mengangguk.
"Ya paman, paman apakah sangat sakit?" ucap Yuan sambil melirik kepala Chanyeol yg terperban.
"Tidak nak, hanya luka kecil saja sebentar lagi juga pasti akan sembuh"
"Paman maafkan aku, gara-gara aku paman jadi seperti ini"
"Hei, jangan bersedih. Jika aku tidak membanting stir aku pasti tak akan pernah memaafkan diriku sendiri"
Yuan memeluk erat tubuh Chanyeol. Chanyeol merasakan sebuah perasaan yg aneh saat bocah kecil itu memeluknya.
"Siapa namamu?"
"Yuan, Yuan Jung"
"Nama yg bagus dan sangat cocok untukmu. Kau sangat tampan" puji Chanyeol.
"Paman juga sangat tampan"
__ADS_1
Chanyeol tersenyum miris.
"Tampan ya?"
Dia mengelus pipinya.
"Lupakan itu, kemana orang tuamu? Apa dia tak datang?"
Chanyeol celingak-celinguk melirik keluar kamarnya.
"Dia sudah datang, lalu dia pergi lagi"
"Oh kemana? Aku belum sempat melihatnya dia langsung pergi begitu saja?"
"Paman, ibuku itu bekerja nanti bosnya akan marah jika dia tidak masuk kerja"
"Jika ibumu yg bekerja, lalu dimana ayahmu?"
Wajah Yuan berubah murung, dia menundukkan kepalanya.
"Aku tidak punya ayah" ucapnya sendu.
Chanyeol menatap iba dan langsung memeluk bocah itu.
"Jangan bersedih, jika kau mau kau bisa memanggilku ayah"
"Benarkah?"
"Tentu saja"
"AYAAAHH"
Chanyeol merasa senang saat Yuan memanggilnya seperti itu.
***
"Krys, kau bilang anakmu kecelakaan? Kenapa kau malah masuk lagi?"
"Bukan Yuan yg kecelakaan, tapi seorang pria yg menolongnya"
"Apa? Jadi bukan Yuan?"
"Ya bukan, sudah lanjutkan saja pekerjaanmu kalau tidak pak botak itu pasti akan menghukummu"
Suzy manggut-manggut.
"Krys, kau bilang tadi kau izin pulang cepat? Kenapa tidak jadi?"
"Tidak pak, anakku baik-baik saja jadi aku bisa lanjut bekerja"
"Bagus jika seperti itu. Kalian berdua bekerja dengan baik ya. Seharusnya direksi baru kita datang hari ini tapi ada sedikit masalah jadi di undur besok. Dan Krystal, kau aku perintahkan untuk menyambut dia besok. Kau menjadi guide-nya besok. Kau bisa, kan?"
"Siap pak"
"Oke, kerja yg benar jangan mengobrol"
***
"Yeol, kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun yg baru saja datang.
"Kak, darimana kau tau aku disini?"
"Suster yg menelpon, kau baik-baik saja kan? Apa lukanya parah?"
"Tidak kak, tidak ada luka yg serius"
"Paman, aku sudah belikan apa yg paman inginkan. Roti bakar selai cokelat dan jus mangga" oceh bocah kecil yg baru saja datang.
"Yeol, siapa dia?"
"Anakku"
"Anak?"
"Haha.. Dia anak kecil yg aku selamatkan kak"
"Oh aku pikir dia benar anakmu, karena wajahnya sangat mirip denganmu"
"Mirip?"
Chanyeol melihat seksama wajah bocah kecil itu.
"Iya ya kenapa bisa sangat mirip?" gumam Chanyeol dengan mata yg masih menatap lekat wajah Yuan.
__ADS_1
To be continued...