
Di dalam kosongan yang luas, disini adalah dimana kehidupan selain Dewa pencipta dan Kehidupan yang terbentuk di dalam kekosongan ini tidak bisa hidup lebih lama disini. Banyak nama untuk tempat ini hanya saja yang paling populer adalah Void yang mana itu sudah ada di dalam ingatan dari para Dewa Pencipta.
Cahaya muncul, Cahaya yang membentang luas tapi tidak sangat luas hingga mencapai seperempat Luas Void. Dari Cahaya itu muncul sesosok manusia namun tidak seperti manusia biasanya, dia memiliki ekor reptil panjang sekitar 2 meter bukan hanya itu saja dia memiliki Dua tanduk di dahinya melengkung ke atas dengan perkasa memiliki panjang 15 Cm tapi yang paling menonjol adalah warna kulitnya yang sangat putih bahkan melebihi Kulti dari seorang Albino.
Selain itu, matanya juga memiliki dua warna yang berbeda satu sama lain yang dikenal sebagai Heterochromia, mata kanannya memiliki warna Putih seperti seorang yang menderita katarak sedangkan mata seblah kirinya memiliki warna hitam sekilas normal tapi jika melihat lebih lama maka kamu akan merasakan bahwa Mata itu terlihat seperti akan menydotnya ke dalam kegelapan sedang mata putihnya akan membawamu ke tempat dimana hanya ada cahaya dan mungkin saja akan membakarmu disana.
Namun yang pasti kedua mata itu terlihat sangat menarik dan mempesona, daya tarik mata itu membuat orang-orang ingin melihatnya lebih lama dan tenggelam ke dalamnya. Kehidupab mulai terlihat di kedua mata yang tidak bernyawa sebelumnya seakan sinar kehidupan yang sudah padam mulai kembali lagi.
"Tiiiidaaakkkk" Pria itu berteriak dengan kencang setelah kesadarannya kembali sepenuhnya. Dia memiliki kejutan dimatanya saat melihat bahwa dia berada di tempat yang berbeda.
Dia melihat bahwa dia berada dimana hanya kegelapan yang sangat Dominan sedangkan warna lainnya hanya menjadi semacam pelengkap saja.
[Selamat datang Dewa Pencipta baru, aku tahu kamu terkejut dan tidak percaya dengan apa yang terjadi tapi aku meyakinkanmu bahwa semua ini adalah kenyataan bukanlah mimpi... Kamu diambil dari Alam semesta karena memenuhi persyaratan untuk menjadi seorang Dewa Pencipta yang bertugas untuk membuat Alam semesta baru dan kehidupan baru di dalamnya]
__ADS_1
"Apa?! Dewa... Pencipta? Aku menjadi entitas yang bisa menciptakan apa saja? " Dimas memiliki campuran berbagai ekspresi dari tidak percaya, terkejut, dan bahagia.
[Iya, yang membatasimu hanya akan menjadi Imajinasimu dan informasi yang kamu miliki mengenai apa yang ingin kamu buat]
Dimas masih sulit percaya tapi perasaan dirinya Terdisotri itu sangatlah alami membuatnya tersadar bahwa apa yang dia alami saat ini adalah nyata dan bukannya mimpi. Namun dia masih sangat terkejut saat mengetahui bahwa dirinya tidaklah mati melainkan menjadi entitas yang berada di puncak yang mana memegang gelar mahakuasa dan mahatau.
"Jadi aku masih perlu tahu cara kerja dari apa yang ingin aku buat? "Dimas merasa sedikit kecewa karena Dewa pencipta yang dia bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan.
[Benar! Kami tidak akan tahu perkataan yang kamu ucapkan jika kamu tidak memahami sebuah bahasa, semacam itu]
"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk membangun Alam semesta? Aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai hal itu" Dimas berkata dengan langsung, berkubang dalam kesedihan dan kekecewaan terlalu lama bukanlah kebiasaannya, dia hanya akan mengabaikan hal itu dan melangkah maju dalam hidupnya.
[Tenang saja, karena itulah keberadaanku disini. Aku akan memberikan pengetahuan yanh akan menjadi dasar bagimu untuk membuat Alam semesta termasuk hukum-hukumnya dan begitu juga dengan kehidupan di dalamnya. Setelah itu kamu hanya perlu melakukan penelitian untuk membuat Alam semestamu menjadi lebih maju]
__ADS_1
Dimas mendengar itu dan mengangguk, dia tidak lagi menaruh banyak harapan tapi perkataan Suara itu setidaknya membangkitkan harapan yang sudah terluka di dalam dirinya.
"Ayo lakukan sekarang" Dimas berkata dengan bersemangat tapi hanya sedikit bersemangat.
Sebagai seorang Dewa Pencipta Emosi adalah hal yang tidak akan menganggu mereka, Emosi mereka akan selalu minimal sehingga membuat mereka terlihat bukan hanya sebagai mesin pencipta. Dimas merasakan bahwa Emosinya seakan hanya datar tapi entah kenapa dia merasakan hal itu adalah hal yang sawajarnya.
'Menjadi Dewa sepertinya bukan tanpa Efek samping'
[Baiklah, Aku akan segera mentransfer pengetahuan ke dalam Otakmu sekarang. Aku yakin kamu akan terkejut dengan informasi yang akan kami dapatkan]
Dimas penuh harapan dengan hal itu, sesaat kemudian dia mulai merasakan sejumlah besar informasi yang masuk ke dalam kepalanya seperti Gelombang Tsunami yang masuk ke dalam kepalanya. Namun, Dimas tidak merasakan perasaan mual ataupun sakit kepala karena otaknya yang berada di peringkat yang berbeda daripada sebelumnya jadi dia bisa menerima Informasi sebanyak apapun tanpa rasa sakit.
Setelah setengah Jam lebih, Informasi itu mulai berhenti mengalir dan dia mulai mengakses informasi itu di dalam kepalanya dan mengatur informasi tersebut.
__ADS_1
Senyum lebar muncul diwajah Dimas saat dia mendapatkan pengetahuan yang melebihi harapan dirinya. Seperti yang dikatakan Suara itu, informasi yang dia terima bahkan melebihi apapun yang pernah bisa dia bayangkan.