Dewa Pencipta

Dewa Pencipta
Bab 6 - Kaguya


__ADS_3

Dimas menatap Mata Wanita yang sangat cantik di depannya itu, Matanya memiliki warna Emas yang sangat mempesona dan perasaan yang diberikan oleh tatapan itu adalah Penasaran dan kasih sayang.


' Aku tahu itu karena kekuataku membuatnya memiliki rasa cinta kepadaku, Aku merasa seperti seorang Perawan yang Putus Asa... Namun aku memang seperti itu, selain itu aku tidak ingin ada kemungkinan wanita yang menjadi Istriku akan menusukku dari belakang. tidak ada perang ' Dimas menguatkan pikirannya dengan berbagai alasan yang dia pikirkan. Namun dia tahu seberapa banyakpun dia menyangkal tidak bisa megubah fakta bahwa dia menyalahgunakan kekuatannya tersebut.


" Suami..." Suara  yang sangat merdu dan menyenangkan keluar dari Mulut Wanita Rubah tersebut. Dia memiliki perasaan akrab namun juga asing saat dia mengatakan itu dan dia merasakan perasaan yang penuh kasih sayang terhadap Pria di depannya dan ingin selalu dekat dengannya.


Itu adalah perasaan baru baginya dan juga cukup asing karena dia baru saja terlahir beberapa saat yang lalu.


Perkataan Wanita itu memutuskan pertengkaran internal di dalam diri Dimas dan mendapatkan perhatian kepada dirinya.


"Iya, Istri.... Senang kamu akhirnya tersadar " Kata Dimas mengatakan omong Kosong, dia mengutuk dirinya sendiri karena mengatakan perkataan itu.


".... Apakah aku sebelumnya tidak sadarkan diri ?" Tanya Wanita itu dengan wajah Bingung. Dia tahu apa yang dikatakan oleh Dimas seakan dia sudah mengenal kata itu sebelumnya.


" Bisa kamu katakan seperti itu " Kata Dimas dengan Ambigu.


Itu tidak sepenuhnya salah karena sebelumnya dia hanyalah tubuh dan Jiwanya perlu menyesuaikan diri dengan tubuh barunya dan dia berada di dalam keadaan tidak sadar, Walaupun Dimas tahu apa yang dimaksud dengan Wanita itu namun dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Karena itu akan sangat memalukan baginya dan untuk saat ini dia hanya akan menyimpannya saja dengan harapan dia tidak perlu mengatakannya sama sekali.


" Lalu siapa namaku Suami ? Apakah Namaku Istri ? Tapi aku merasa bahwa itu bukanlah namaku " Kata Kaguya dengan ekspresi bingung dan bermasalah mencoba mengingat namun tidak bisa. Dimas ingin mengahajari dirinya sendiri karena melupakan hal yang sangat penting seperti itu dan dia dengan panik memikirkan mengenai Nama yang cocok untuk istrinya tersebut.


"Kaguya.... Namamu adalah Kaguya "Kata Dimas terburu-buru.


"Kaguya, Aku sangat menyukai nama itu entah kenapa " Kata Kaguya.

__ADS_1


"Mungkin karena aku yang memberikan namamu.... Sebelumnya kamu tidak memiliki nama" Kata Dimas dan Kaguya hanya mengangguk menerima perkataan itu dengan sangat mudah.


Dimas menghela nafas lega karena Kaguya menerima dengan sangat mudah mengenai Alasan yang sangat lumpuh tersebut, ini karena sifat Makhluk yang diciptakan akan merasa sangat mengharagai dan senang saat mereka di berikan Nama.


Setelah itu, Dimas mengatakan mengenai kekuatannya dan apa yang bisa dia lakukan , Kaguya menerima hal itu dengan sangat mudah dan mencoba-coba kekuatannya untuk membuat tumbuhan, Pohon dan sebagainya di Planet Titan ini, merupakan planet terbesar di Dimensi Utama  yang mana Tanaman itu saja dari Pengetahuan yang diberikan oleh Dimas kepadanya.


...


Jadi Beberapa waktu selanjutnya adalah membuat Tanaman di seluruh Planet di Alam semesta Utama. Dimas bisa saja menyuruh Yggdrasil untuk itu tapi dia ingin Kaguya terbiasa dengan kekuatannya terlebih dahulu dimana dia perlu mengendalikannya karena dia adalah seorang Dewi maka dia bisa mengendalikan kekuatannya itu dengan sangat cepat.


Namun masih memerlukan waktu untuk dapat mengendalikan Kekuatannya dengan sangat Sempurna dan Pembuatan Tanaman adalah hal yang sangat membantunya apalagi ada Jutaan Jenis Tanaman dimana Dimas menyuruhnya untuk membuat berbagai Jenis Tanaman Tersebut di Dimensi utama.


Sedangkan untuk yang diberikan kepada Yggdrasil hanya beberapa persen Jenis Tanaman ini yang sesuai dengan Jenis Hukumnya. Karena dia ingin membuat Alam semesta Utama terlihat lebih Menarik dan sangat berharga dibandingkan dengan Alam semesta tingkat Rendah.


"Itu akan menjadi yang terakhir " Kata Dimas dengan senyum diwajahnya, mereka berdua tidak merasakan rasa panas dari matahari yang sangat dekat dengan Planet ini.


Planet ini bisa dikatakan adalah Planet terdekat dari matahari dan bahkan lebih dekat dibandingkan dengan Planet di dunia Dimas sebelumnya bahkan Planet ini memiliki Lahar yang mengalir dan Gunung berapi yang terus meletus setiap Jamnya membuat Planet ini akan menjadi sangat berbahaya bahkan untuk Kaguya.


Kaguya yang berada di perlindungan yang dibuat Oleh Dimas  mengangguk, Jika bukan karena bantuan Dimas maka tanaman ini mungkin akan sulit untuk tumbuh di Di Planet yang sangat panas ini.


"Tanaman Ini akan menjadi Magma SunFlower " Kata Kaguya menamakan Tanaman yang sebenarnya bukanlah tanaman aslinya tapi hasil mutasi karena Lingkungan Magma ini. Jika bukan karena Kaguya yang mengeluarkan lebih banyak energi untuk membuat Mutasi terhadap Bunga yang nama sebelumnya adalah Xer Flower  dan karena itu Nama baru diberikan olehnya.


"Nama yang sesuai dengan Planet ini... Jika seperti itu maka Nama Planet ini akan menjadi Madest " Kata Dimas karena selain dirinya atau Dewa Pencipta atau Makhluk yang setara maka Planet ini akan sangat berbahaya untuk makhluk Hidup yang lainnya.

__ADS_1


[ Nama Magma SunFlower dan Planet Madest Sudah terdaftar... apakah Kamu ingin membuat Magma SunFlower hidup di seluruh Bagian Planet, Zero ?]


"Bagaimana Kaguya ?" Tanya Dimas kepada Kaguya karena dia yang memiliki Hak untuk menentukan hal tersebut mengingat dia adalah yang membuat Magma SunFlower.


" Aku ingin melakukannya sendiri agar aku mulai terbiasa untuk menciptakan Magma SunFlower... Tapi aku perlu beberapa waktu untuk memulihkan Kekuatanku, Berbagai Uji Coba menghabiskan banyak sekali Energiku" Kata Kaguya menolak saran yang diajukan oleh Ygddrasil, dia merasakan pencapaian saat membuat Mutasi ini jadi karena itu dia ingin melakukan tugasnya hingga Akhir.


[Baik, Nona Kaguya] kata Yggdrasil sama sekali tidak berdebat karena saat Magma SunFlower ada di Alam semesta maka sudah tersimpan di dalam dirinya dan dia bisa membuatnya kapan saja dengan Izin Dimas.


Dimas juga tidak menolak dan menemani Kaguya untuk membuat Tanaman ini kembali di seluruh Planet namun Kaguya sepertinya ingin mencoba melakukan Uji Coba yang lain agar ada tanaman selain Magma SunFlower.


Dan itu membutuhkan lebih banyak waktu daripada membuat Tanaman yang sudah ada dan dengan itu 3 Tahun berlalu dan Planet ini tidak lagi kosong dan sekarang sudah ada berbagai jenis tanaman karena dikelilingi oleh Magma yang mengalir jadi dan sedikit sekali dataran dan karena itulah kenapa lebih banyak jenis Tanaman yang bisa mengambang di atas Magma Seperti Teratai, Eceng Gondok dan berbagai Jenis tanaman Lainnya.


"Selesai..." Kata Kaguya dengan senyum lebar diwajahnya saat dia membuat tanaman Terakhir yang bernama Teratai Violet.


" Bagus ayo kita kembali, Aku sudah selesai memikirkan mengenai Rumah yang akan aku buat " Kata Dimas dengan santai.


"En" Kata Kaguya sambil mengangguk dan pergi terbang bersama dengan Dimas dari Planet Madest ke Planet Utama, Planet Titan.


...


Lokasi yang dipilih Oleh Dimas adalah Langit dari Planet Titan, Jadi dia membuat Pulau yang memiliki Ukuran Menengah dan Di atas itu membuat Energi Utama yang disebut sebagai Matter Kekacauan yang dapat digunakan oleh siapa saja jadi bukan Jenis energi yang hanya digunakan sesuai dengan Hukumnya, Matter Kekacauan bisa digunakan oleh orang yang memiliki Hukum yang berbeda-beda.


Energi Itu buat karena Alam semesta utama ini akan menjadi Alam semesta dengan Penghuninya adalah memiliki 5 Hukum yang berbeda sesuai dengan Alam semesta Rumah mereka.

__ADS_1


Dan Diatas Pulau itu bisa dikatakan adalah Rumah berukuran sedang, Karena Mereka sama sekali tidak memerlukan Rumah besar karena hanya mereka berdua saja yang menghuninya.


__ADS_2