
Planet selanjutnya dari Tujuan Dimas dan Kaguya adalah Planet yang Ditutupi oleh Es, jadi Planet ini adalah Planet Es yang sangat dingin yang setara dengan Planet dimana Ras Draconic sebelumnya berada dan sekarang Dimas ingin membuat Ras yang cocok dengan dengan lingkungan ini.
Selama satu bulan Istirahat itu dia memikirkan mengenai Planet mana yang akan cocok, Karena Ras di Alam Semesta Utama diperlukan untuk menjadi Awal yang hebat dan karena perbedaan waktu yang sangat besar di antara kedua Alam maka Membuat Makhluk dengan Hukum Tuhan bukanlah pilihan karena mengandalkan Jumlah untuk menjadi kuat.
Jadi karena itulah dia hanya memiliki beberapa Pilihan yaitu Makhluk dengan Hukum Mutan tapi sudah ada Draconic jadi tersisa 2 Pilihan yaitu Mana dan Kultivasi. Dia sudah memikirkan Makhluk yang akan Cocok dengan masing-masing dari Kedua Hukum tersebut.
Jadi untuk Planet Es ini dia akan membuat Makhluk yang Cocok dengan Hukum Kultivasi, Inti Kultivasi itu adalah menyerap energi di sekitar untuk membuat diri mereka menjadi lebih kuat. Dan ada sebuah Karakter Animasi dari kehidupan sebelumnya yang dia kira sangat cocok untuk menjadi penghuni planet ini dan Sifat mereka juga sangat cocok dengan Seorang Kultivator yang kebanyakan itu adalah Kejam dan tanpa Belas kasihan.
Setelah mereka sampai, Dimas langsung membuat Ras tersebut. Tidak lama kemudia, tubuh dari Ras itu mulai terbentuk dan membentuk Tubuh Humanoid dengan Tinggi sebesar gunung, memiliki Kulit berwarna Putih seperti Salju dan Mata akan berwarna Merah jika mereka membuka mata mereka. Mereka terlihat seperti manusia tetapi memiliki 4 Tangan dan dua kepala.
Selain itu, dia juga memberikan batasan kepada mereka bahwa mereka hanya bisa melakukan Jenis Kultivasi Tubuh dimana dengan begitu mereka akan kesulitan untuk maju tapi dia memberikan mereka kelebihan Dimana kekuatan mereka saat masih fana tapi setara dengan 2 Tingkat lebih tinggi diatasnya dan tentu saja Umur mereka akan menjadi 3x Umur manusia biasa.
Setelah itu dia mulai membuat berbagai macam jenis makhluk Hidup yang memiliki berbagai Ukuran dari yang terkecil setara dengan Kucing hingga yang memiliki ukuran 2x lebih besar daripada Gunung dan Dimas juga membuat Berbagai jenis Tanaman yang baru, tidak bisa dikatakan baru karena dia hanya membesarkan Ukurannya saja sekitar 100x hingga 1.000x jadi Makhluk-Makhluk Sangat besar bisa menemukan Tanaman karena tidak semuanya adalah adalah Pemakan daging.
Dimas dan Kaguya melanjutkan perjalanannya ke Planet lainnya dan Planet terakhir Dimana lingkungannya adalah Pohon, Dunia ini adalah Dataran tidak ada Air sama sekali dan tidak akan pernah Hujan di dunia ini. Pohon - Pohon ini dapat tumbuh karena mereka adalah Pohon Khusus, dimana pohon-pohon itu tidak perlu air tapi mereka menggunakan Energi untuk dapat bertahan hidup dan karena itulah Kenapa Dimas memilih membuat Ras yang ada di dalam Pikirannya.
Ras yang akan dibuat dinamakan Manusia Pohon, mereka memiliki Ukuran setinggi Pohon dan cara menjadi semakin kuat itu sangatlah mudah dengan hanya terus hidup semakin lama mereka hidup maka semakin kuat mereka jadinya. Umur mereka bisa dikatakan tidak terbatas tetapi kecepatan mereka untuk menjadi cepat sangatlah lambat, selain itu mereka berjalan lambat dan hampir segalanya tentang Mereka lambat.
Namun mereka akan memiliki Memori fotografi agar mereka bisa mengingat setiap Detail dari hidup mereka dan mereka dipastikan akan menjadi Ras Perpustakaan berjalan dimana Mage selalu dikenal dengan pengetahuan mereka yang luas dimana, semakin Banyak pengetahuan mereka maka mereka akan menjadi semakin kuat karena dengan pengetahuan itu mereka bisa memanfaatkan Sihir mereka dengan lebih baik lagi.
Karena mereka akan bertarung dengan waktu mengingat mereka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi kuat bahkan Istilah bakat buruk lebih baik daripada Mereka dan karena itulah Predator tidak diperlukan disini dan Hewan biasa tidak akan bisa hidup tanpa Air dan karena itulah dia memutuskan untuk membuat Hewan yang terbuat dari awan, Mereka dikenal sebagai Cloud Beast. Dimana mereka tidak memerlukan makan biasa dan selama ada Angin di Planet ini maka itu akan menjadi makanan bagi mereka.
Dan setelah selesai, Dimas dan Kaguya segera pergi ke Rumah mereka untuk beristirahat karena dia tidak ingin untuk buru-buru pergi ke Alam semesta yang lebih rendah dan membiarkan Ras-Ras yang mereka buat beradabtasi terlebih dahulu terhadap Kehidupan mereka .
...
Pov Ras Draconic
Setelah mereka di transfer ke Wilayah mereka masing-masih yang sudah di tetapkan oleh Dimas, Kesadaran mulai bangkit namun karena Dimas sudah menetapkan Ingatan palsu kepada mereka sehingga mereka tidak akan merasa bingung dengan identitas mereka dan orang di sekitar mereka dan lingkungan mereka.
Dimas tidak hanya memberikan Ingatan tentang Identitas mereka tapi Juga Keterampilan sederhana dimana sangat berguna untuk Kegiatan sehari hari, seperti berburu, membuat Alat sederhana dan membuat Rumah Kayu. Tidak seperti Ras Titan dimana mereka tidak perlu untuk membangun rumah karena ukuran mereka yang sangat besar bahkan jika Planet mereka adalah Raksasa tapi Mereka perlu untuk menemukan hal itu sendiri karena Kekuatan mereka yang tidak bisa diremehkan.
Sedangkan Untuk Ras Manusia Pohon, mereka tidak memiliki Predator dan mereka bisa tidur sambil berdiri selain itu juga mereka tidak perlu tidur jika mereka ingin karena pohon selalu beraktifitas 24 Jam sehari.
Dengan waktu berlalu jumlah mereka bertambah, Tapi jika dibandingkan dengan masa kehamilan Manusia maka Ras Draconic akan memiliki Masa kehamilan sedikit lebih lama itu dikarena Mereka sedikit lebih kuat dibandingkan Manusia biasa.
Setelah 300 Tahun, Ras Draconic bertambah banyak. Suku A yang dikenal dengan Sebutan One sekarang sudah berjumlah lebih dari 400 dan Suku B yang dikenal sebagai Suku Two sedikit tidak beruntung karena mereka wilayah mereka tidak terlalu Damai seperti yang dimiliki Oleh Suku A.
Suku Two, Jumlah mereka adalah 250, setengah dari Suku One. Mereka memiliki perbedaan besar dibandingkan dengan Suku One, Mereka memberikan perasaan Ganas, Kuat dan memiliki keinginan bertarung yang sangat besar. Ditambah dengan bahaya yang terus mengintai membuat mereka menjadi lebih kuat dibandingkan dengan Suku One dan Makanan Utama mereka adalah Daging dan mereka juga tidak memiliki masalah dengan Memakan daging mentah.
Sedangkan Suku One sudah berkembang dan sudah mengenal apa itu pertanian jadi makanan mereka tidak hanya Daging tetapi juga sayuran.
Di langit sepasang Humaoid dimana Pria itu memiliki Tanduk yang menjulang megah dan ekor Reptil dan Wanita itu memiliki Telinga Rubah dan 9 ekor, Pria itu mirip dengan ras Draconic jika bukan karena tidak memiliki Sisik di tubuhnya.
Mereka berada di ketinggian Ratusan Ribu diatas permukaan tanah dan dengan jarak yang sangat jauh itu, Mereka seakan bisa melihatnya dengan mudah.
" Aku akan turun, Akan aku serahkan Suku One kepadamu, Kaguya" Kata Dimas menatap Kaguya.
Kaguya mengangguk dan berkata " Baik,sampai Jumpa sayang "
__ADS_1
Setelah mengatakan itu dia menghilang, berteleportasi ke Suku One berada yang lokasinya berada di belahan Planet yang lain dan seharusnya butuh ratusan hingga ribuan tahun agar mereka saling bertemu.
Tidak berdiam diri, Jhon langsung menurunkan tubuhnya dengan cepat. Dia memilih untuk turun tidak terlalu jauh dari desa tersebut dan setelah satu meter dia dengan instan berhenti meluncur kebawah seakan ada penghalang namun itu karena kekuatannya dan setelah itu dia langsung berjalan maju menuju Desa, dia tidak lupa mengganti penampilannya tapi dengan pakaiannya, dia terlihat seperti mereka persis namun Perasaan yang diberikan olehnya tidak berubah membuatnya akan dirasakan berbeda dari mereka.
Setelah itu, Dimas menggerakkan Kakinya ke arah Suku Two.
_
Para penjaga gerbang masuk desa memiliki penampilan besar dan memberikan Intimidasi yang besar, rata-rata pemburu Suku Two memiliki penampilan yang mengintimidasi karena pengalaman mereka dan bentuk tubuh mereka yang sangat terlihat seperti seorang Binaragawan ditambah lagi dengan Tombak Batu mereka yang memiliki ketinggian 3 Meter karena mereka memiliki Tinggi rata-rata 2,5 Meter.
Mereka memiliki tatapan malas karena tidak ada seranga selama 2 hari terakhir dari Binatang Buas, tapi mereka perlu bersiap-siap untuk kemungkinan Binatang akan menyerang tapi kegiatan itu membuat mereka merasa bosan.
"Aku Bosan.... Aku sangat ingin pegi berburu dibandingkan dengan Menjadi penjaga gerbang seperti ini " Kata penjaga A sambil menguap.
" Tenang, Besok giliran Kita, Aku juga bosan dengan semua ini "Kata Penjaga B.
Mereka sama-sama Bosan, Selama lebih dari 10 Tahun mereka terus bertarung-bertarung setiap hari walaupun ada waktu istirahat tapi adrenalin mereka akan terus dipacu setiap hari dan dengan Dimas menciptakan mereka dengan Keinginan bertarung yang sudah tertanam ke dalam diri mereka dan akan terpatri ke Generasi selanjutnya karena ini adalah Bawaan Ras mereka.
Jadi bisa dimengerti bagaimana mereka bosan, dengan Keinginan Bertarung Ras mereka ditambah dengan pertarungan setiap hari membuat mereka akan sangat bosan dengan tugas seperti ini. Bahkan Suku One tidak jauh berbeda walaupun Mereka tidak akan menjadi Maniak pertarungan Suku Two, karena Lingkungan mereka lebih aman.
"Lihat! Ada Orang " Kata penjaga B sambil menunjuk ke arah Dimas.
Mereka berdua menyipitkan mata saat melihat Dimas berjalan ke arah mereka.
" Dia mengenakan pakaian yang belum pernah aku lihat, pakaiannya sangatlah bagus. Kita tidak memilki orang yang bisa membuat Pakaian seperti itu jadi dia harus berasal dari Luar Suku" Kata Penjaga A.
"Sama denganku, Aku pikir hanya ada kita dan sepertinya pemikiran Patriak itu benar " Kata Penjaga A dan Penjaga B mengangguk setuju.
Mereka tidak menghampiri Dimas karena terlihat Dimas berjalan menuju mereka dan setelah dia sampai mereka baru menanyakan hal kepadanya.
"Berheti, ada keperluan apa Kamu di Suku Two ?" Tanya Penjaga A.
Merasakan tatapan mereka yang akan menyerangnya jika dia bertindak mencurigakan tidak membuat Dimas merasakan terancaman atau terintimidasi sama sekali.
Dengan ekspresi tenang dan Sopan dia berkata " Salam Tuan, Aku adalah Penjelajah. Aku berasal dari Belahan Planet ini, Tujuanku kemari adalah untuk menyebarkan pengetahuan yang aku miliki kepada Ras Draconic di Planet ini agar bisa memanfaatkan Potensi mereka sepenuhnya "
"..."
Mereka memiliki tatapan curiga terhadap perkataan Dimas dan tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Tapi mereka tidak bisa begitu saja mengusirnya dan memutuskan untuk memberitahukan Pemimpin mereka.
" Apa potensi yang kamu katakan itu ?" Tanya Penjaga B karena dia penasaran.
"Biar aku tunjukkan " Kata Dimas dan mengangkat tangannya kedepan dan Api langsung muncul di atas telapak tangannya membuat mereka tersentak kaget.
" Prajurit Dewa!!! " Teriak Penjaga A dan B secara bersamaan dan memandang Dimas dengan takut.
Mutant disini dikenal dengan sebutan dari Prajurit Dewa karena tidak semuanya memiliki kekuatan seperti itu dan mereka yang membangunkan Kekuatan Mutant beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan Draconic yang belum membangun Kekuatan Mutant mereka.
__ADS_1
Dimas sudah mengetahui hal itu karena dia sudah mengakses Informasi mengenai mereka jadi dia tidak lagi terkejut dengan sebutan Prajurit Dewa itu.
"Tenang, Tuan-Tuan.... Jadi disini, Mutant dikenal sebagai Prajurit Dewa. Nama yang mengejutkan, walaupun aku bisa membayangkan kenapa itu bisa terjadi mengingat Kekuatan Mutan kalian belum terbangun." Dimas berhenti sebentar untuk berpura-pura berpikir sebelum akhirnya berkata kepada mereka.
"Tolong antarkan Aku kepada Pemimpin kalian karena aku memiliki hal yang sangat penting mengenai Prajurit Dewa yang kalian bicarakan itu "
Mereka berdua melihat satu sama lain sebelum akhirnya mengangguk.
"Tunggu sebentar, Tuan yang terhormat karena aku perlu memberitahukan Patriak terlebih dahulu karena aku tidak bertindak seenaknya" Kata Prajurit B.
"Baiklah,Kalau begitu aku akan menunggu disini" Kata Dimas.
Prajurit B pergi meninggalkan Prajurit A dan Dimas di depan Gerbang. Suasana di sekitar mereka menjadi cukup canggung karena Prajurit A tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk Dimas.
" Kalau aku boleh tahu dari mana kamu berasal, tuan Yang terhormat ?" Tanya Prajurit A dengan sangat Sopan berbeda dengan sebelumnya.
" Aku berasal dari kerajaan yang dikenal sebagai Kerajaan Amber, Berada di Benua lain, Itu adalah tempat yang sangat jauh perlu lebih dari satu tahun untuk mencapai tempat itu " Kata Dimas.
Prajurit A memiliki Ekspresi kosong karena dia sama sekali tidak tahu apa yang dikatakan oleh Dimas, Konsep Benua, laut dan kerjaan adalah hal yang belum pernah dia dengar tentu saja dia mengetahui hal itu tapi dia bertindak seperti orang yang tidak mengetahui hal tersebut.
"Itu terdengar tempat yang sangat jauh, tapi apakah ada banyak orang disana ?" Tanya Prajuit A.
Dimas mengangguk dan berkata " Iya, Kerajaan Amber memiliki Total Populasi sebanyak 1 Juta penduduk dan Suku ini ada berapa orang penduduknya ?"
Prajurit itu memiliki wajah yang sulit karena dia tidak tahu mengenai apa yang ditanyakan oleh Dimas karena Saat ini yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah bertarung, Makan dan Hidup itu saja jadi Kebudayaan mereka belum berkembang dengan sangat jauh.
"Maaf, Tuan tapi aku tidak tahu maksud dari pertanyaanmu " Kata Prajurit Adengan tubuh gemetar takut akan hukuman yang akan dia terima.
Melihat bagaimana Prajurit itu beraksi, Dimas memutuskan untuk menenangkannya dan dengan kekuatannya dia bisa melakukan itu tanpa terdeteksi sama sekali dan terlihat bahwa wajahnya menjadi lebih baik dan tubuhnya tidak lagi gemetar tapi dia masih memiliki sedikit takut terhadap Dimas.
"jangan khawatir aku sudah menebak itu karena banyak Suku yang memiliki kondisi sama denganmu... Bisa kamu katakan bahwa jumlah kerajaanku itu sangatlah banyak, lebih banyak daripada Orang-orang sukumu dan bagi kerajaan jumlah anggota Suku ini sangatlah sedikit " Kata Dimas yang mebuat Prajurit A menjadi sangat terkejut saat mendengar itu.
Melihat bahwa prajurit A yang membeku karena terkejut dia memutuskan untuk melanjutkan perkataannya.
"Apakah kamu ingin menjadi Mutan-... Maksudku Prajurit Dewa ?"
"Apakah aku bisa, Tuan ?"
Prajurit itu memiliki mata melebar setelah keluar dari keadaan membekunya.
" Tentu saja, bahkan semua orang di kerajaanku adalah Mutan atau Prajurit Dewa"
"Apa!? "
Prajurit A menjadi terkejut dan berteriak tanpa sadar sebelum dia akhirnya dia sadar dengan apa yang dia lakukan dan segera membungkuk meminta maaf.
"Tolong maafkan saya tuan"
"Tidak masalah, Kembali ke pertanyaanku sebelumnya... Apakah kamu ingin menjadi Prajurit Dewa ?"
__ADS_1
Ini adalah kesempatan seumur hidup dimana, dia tidak akan pernah bisa mendapatkanya dan karena itu Prajurit A tidak perlu ragu dengan hal itu.
"Tentu, Tuan. Aku sangat ingin menjadi prajurit Dewa"