Dewa Pencipta

Dewa Pencipta
Bab 2 - Inti Alam semesta


__ADS_3

Menakjubkan


Hanya itu yang bisa Dimas pikirkan saat melihat informasi yamg dia dapatkan, walaupun dikatakan dasar tapi bagi Dimas informasi itu sangatlah maju bahkan jutaan tahun ke masa depan dan jika diberikan kebumi maka dipastikan akan terjadi revolusi besar-besaran di semua bidang.


Penjelajahan Alam semesta, membuat Planet buatan, matahari buatan, AI yang melebihi Sky net dll tidak lagi menjadi mimpi. Penyakit dapat dengan mudah disembuhkan, Umur tidak terbatas tidak lagi menjadi khayalan, Sayangnya Dimas tidak bisa membawa itu kembali ke Bumi.


"Jika aku memberikannya ke bumi, aku pasti mendapatkan semua penghargaan dan menjadi orang yang paling besar yang dimiliki Bumi"


[ Tapi itu semua percuma karena kamu sudah menjadi Dewa Pencipta. Kamu akan disembah oleh semua makhluk hidup di dalam Alam semesta ini bukannya mendapatkan penghargaan fana ]


"Aku tahu... Tapi bisakah kamu tidak mengganggu Fantasiku" Dimas menghela nafas karena sekarang Imajinasinya untuk menjadi orang yang superior di Bumi hancur karena suara itu.


Namun dia memiliki ide untuk membuat Bumi yang sama tapi ada perbedaannya. Memikirkan itu, Dimas merasakan bahwa itu adalah pemikiran yang layak dan pantas untuk diwujudkan lagipula dia masih memiliki rasa cinta terhadap Dunianya.


[Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiranmu tapi aku akan memberikanmu sebuah saran, jangan bermain-main dan menganggap enteng urusan Alam semesta. Ini bukanlah sebuah permainan yang bisa ulang dari awal jika hancur tanpa memberikan efek kepadamu]

__ADS_1


Suara itu memiliki nada serius berbeda dengan sebelumnya yang santai bahkan Dimas merasakan bahwa perkataan Suara itu bukan hanya sebuah saran tapi juga sebuah peringatan. ' Ada keberadaan yang bisa melawan dan mungkin membunuhmu dan membuat alam semesta hancur jadi jangan anggap ini sebagai permainan ' Itulah yang maksud dari Suara itu yang dia tangkap.


Memang sebuah keuntungan yang besar jika hanya dia yang mendapatkannya, tapi masih ada Sosok yang beruntung seperti dirinya. Dimas tidak boleh berpuas diri dan menganggap enteng semua ini, mengetahui hal itu dia menghela nafas berat karena dia pikir bahwa dirinya akan dapat menikmati kehidupan barunya namun sepertinya kekuatan yang dia dapatkan memiliki harga dan itu adalah memastikan tidak ada yang menghancurkan Alam semesta maupun dirinya.


[ Aku tidak akan bersamamu, tugasku hanya untuk memberikan Informasi kepada dirimu sudah selesai jadi aku akan pergi sekarang]


"Terima kasih, untuk pengetahuan yang kamu berikan" Dimas berkata dengan tulus dan bersyukur, jika bukan karena Suara itu mungkin dia perlu untuk mencari cara sendiri untuk menggunakan kekuatannya dan membuat Alam semestanya.


Mungkin akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar dan bantuan yang diberikan itu membuat Dimas tidak perlu melewati banyak masalah yang tidak perlu. Suara itu terdiam sejenak tapi kemudian berkata.


"Begitu juga dengan dirimu"


Setelah perpisahan mereka dan Dimas tahu bahwa mereka mungkin akan bertemu bertatap muka di masa depan bukannya dalam keadaan seperti ini. Beberapa saat keheningan, Dimas mendapatkan kembali pikirannya dan mulai memikirkan mengenai alam semesta yang akan dia buat.


Namun sebelum membuat Alam semesta maka dia perlu membuat inti Alam semesta. Inti alam semesta adalah Perangkat yang sangat penting agar dapat menjalankan Alam semesta sebagaimana mestinya, mirip dengan Cpu di dalam Komputer. Jika tidak ada Inti alam semesta maka dia tidak bisa membuat Alam semesta bahkan jika dia memiliki kekuatan Penciptaan.

__ADS_1


Inti alam semesta dapat memiliki berbagai bentuk tapi yang paling umum adalah bentuk Bulat karena Fungsi Inti Alam semesta pada dasarnya sama saja, mungkin ada beberapa tambahan tapi biasa tidak besar dan membantu Dewa Pencipta dalam mengoperasikan Alam semesta sampai batas tertentu. Dimas memikirkan Inti Alam semestanya sebagai orang yang suka membaca Novel dan jenis hiburan lainnya Imajinasinya bisa dikatakan sangay bagus. Dia memiliki perasaan bahwa dia bisa melangkah lebih jauh dengan Inti Alam semesta.


"Apa yang bisa aku lakukan? Inti alam semesta berguna sebagai pondasi dan juga operasi Alam semesya tapi aku ingin lebih aku merasakan aku dapay melakukan itu... Bentuk bulat terlalu sederhana dan fungsinya sangatlah standar, jika aku melakukan perubahan dalam bentuknya aku merasakan aku bisa menambahkan fungsinya dan membuat hal yang paling menakjunkan yang pernah ada"


Dimas menjadi sangat bersemangat saat memikirkan hal itu dan dia mulai memikirkan apa yang bisa dia lakukan, dia menggunakan otaknya secara maksimal dan informasi yang dia dapatkan dengan potensi sepenuhnya. Dia tenggelam ke dalam pikiran tersebut perasaannya terhadap sekitarnya mulai memudar dan dia tidak merasakan berlalunya waktu.


Dia tersentak sadar dari keadaan tenggelamnya dia memiliki wajah gembira dengan senyum lebar diwajahnya.


"Kenapa aku tidak memikirkan hal yang sangat mudah seperti itu... Pohon, sangat mudah. Pohon akan menjadi Inti Alam semesta yang sangat hebat" Dia memikirkan semua hal yang dimiliki oleh Pohon dan dia tidak bisa tidak menjadi sangat bersemangat.


Dimas sama sekali tidak membuang lebih banyak waktu lagi, dia langsung menggunakan kekuatan penciptaannya dan membuat Pohon sebagai Inti Alam semesta.


Dia merasakan kekuatan mengalir dari dalam tubuhnya dan bergerak keluar lalu di depannya sebuah bentuk pohon raksasa mulai terbentuk dari semacam Hologram sebelum akhirnya menjadi lebih pekat dan terlihat semakin nyata. Batang pohon itu memiliki warna yang sama dengan tubuh Dimas membuatnya menjadi pohon Albino tapi warna daunya tetap sama yaitu berwarna Hijau terang namun memiliki semacam Rune yang sangat misterius diseluruh bagian tubuh Pohon dari Daun hingga akarnya.


"Aku akan memanggilnya sebagai Pohon Universal "

__ADS_1


__ADS_2