
Jika ada yang tahu pikiran dari Dimas mereka pasti akan merasa bingung dengan pilihannya.
Kenapa pohon?
Pohon adalah salah satu sumber kehidupan manusia, mereka menghasilkan Oksigen agar manusia bisa bernafas dengan dilakukannya foto sintesis, bukan hanya fotosinstesis menghasilakan Oksigen tetapi juga membuat mereka tumbuh yang dibantu oleh oleh Zat-zat tapi disini akan digantikan oleh Energi Void.
Namun, itu tidaklah sesederhana yang disebutkan, Dimas menambahkan fungsi standar yang dimiliki oleh Inti Alam Semesta tapi dia juga menambahkan fungsi-fungsi tambahan yang dia pikirkan akan sangat cocok untuk Pohon Universal.
Fungsi yang dimiliki oleh Pohon Universal adalah Tumbuh, Perlindungan diri, Multi Dimensi, Kesadaran, Penyimpanan Informasi, multi energi, penyimpanan energi dan Regenerasi. Lalu ada Fungsi dasar dari Inti alam semesta yaitu Penyerapan dan Pondasi alam semesta,sebenarnya ada regenerasi juga tapi kemampuan itu menjadi lebih baik dengan Pohon Universal.
[Kesadaran Pohon Alam semesta menyapamu,Pencipta]
Suara itu berasal dari Pohon Universal yang memiliki suara anak kecil dan juga memiliki rasa hormat di dalam nada suaranya.
Dimas tersenyum saat mengetahui bahwa dia berhasil membuat Kesadaran untuk Pohon Universal. Tidak ada pengetahuan mengenai Kesadaran di dalam Inti Alam semesta jadi dia sedikit khawtir bahwa apa yang dia lakukan gagal.
" Senang bertemu denganmu juga, Yggdrasil. Itu akan menjadi namamu"
Dia mengambil inspirasi dari pohon yamg ada di dalam Mitos Bumi karena menghubungkan seluruh dunia ke alam Nordik, dan Pohon Universal akan memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda.
[Terima kasih atas namanya, Pencipta. Yggdrasil... Aku sangat menyukainya]
Yggdrasil memiliki nada suara yang ceria saat menyebutkan namanya.
"Drasil, akan menjadi nama panggilanmu... Drasil, bagaimana dengan fungsi lainnya apakah mereka berfungsi dengan semestinya? "
[Iya... Fungsiku berfungsi dengan semestinya bahkan mereka berfungsi dalam kondisi terbaik dan akan menjadi selalu begitu, Pencipta]
Dimas menghela nafas lega saat mendengar itu, dia bersyukur kepada dirinya yang seorang dewa karena tidak melakukan kesalahan.
"Syukurlah, aku tidak mengacau... Drasil, mulai menjalankan fungsi pembuatan Alam semesta" Perintah Dimas dengan suara tegas.
__ADS_1
[ Perintah di terima! Memulai pembentukan Alam semesta... Pembentukan Gagal karena tidak ada Hukum Alam semesta]
"Eh, Aku lupa.."
Suasana menjadi canggung bahkan jika tidak ada orang lain selain dirinya dan mungkin Drasil yang bisa dianggap satu karena memiliki kesadaran, Dimas tetap merasakan malu yang sangat besar karena kebodohannya bahkan setelah menjadi seorang dewa.
'Kenapa aku bisa melupakan hal penting itu!'
Dimas tidak bisa tidak mengerang di dalam pikirannya karena kecerobohannya.
Untuk membentuk Alam semesta salah satu persyaratannya adalah untuk membentuk Inti Alam semesta tapi itu saja tidak cukup sama sekali, diperlukan Hukum yang akan memutuskan bagaimana Alam semesta terbentuk, misalnya jika Hukum Fisika maka Dunia akan terbentuk dengan proses yang mirip dengan Bigbang dan menggunakan Energi Void untuk melakukan hal itu.
Hukum Alam semesta lainnya membentuk Alam semesta dengan cara yang berbeda pula, Dimas karena sangat bersemangat dengan Inti Alam semestanya yang dia pikirkan untuk membuatnya menjadi inti Alam semesta yang unik sehingga dia melupakan bahwa dia perlu memasukkannya Hukum Alam semesta ke dalam Inti Alam semesta dan baru setelah itu baru Yggdrasil bisa membentuk Alam semesta.
"Jadi Hukum Alam semesta apa yang akan aku tambahkan? Hukum Fisika adalah suatu keharusan tapi menggunakan Hukum Alam semesta saja tidak cukup sama sekali dan dengan adanya Fungsi Multi Dimensi maka aku bisa menerapkan Hukum Alam semesta yang berbeda di setiap dimensi yang berbeda"
Dimas dengan cepat pulih dari kondisinya yang memalukan karena kesalannya yang bodoh.
Dia sudah memikirkan bahwa dia ingin membuat Alam semestanya bukan hanya menganut satu Hukum saja, jika hanya mengandalkan Hukum Fisika maka dia sudah tahy arah perkembangannya kemana tapi dia khawatir diperlukan waktu yang sangat lama bahkan tidak ada waktu sebelum Musuh menyerang.
Dimas memikirkan semua Hukum yang ada di dalam kepalanya dan mulai menyeleksi mengenai semua Hukum.
"Hukum Tuhan, Hukum Kultivasi, Hukum Mana, Hukum Mutant... Drasil dari keempat hukum itu mana Hukum yang menurutmu sangat cocok untuk menjadi Hukum yang mendampingi Hukun Fisika"
Dia memutuskan untuk berdiskusi dengan Yggdrasil mengenai Hukum, lagipula dia sebelumnya hanyalah seorang Manusia biasa yang masih mengandalkan kedua orang tuanya, menyedihkan tapi itulah kebenarannya.
[Aku sama sekali tidak tahu, Pencipta. Tapi jika kamu bisa memberikan informasi kepadaku maka mungkin aku bisa memberikan sarab yang baik]
"Kamu benar, aku akan memberikan informasi mengenai kelima hukum padamu"
Yerikel mengangguk, dari banyaknya hukum Alam semesta Dimas memilih mereka 4 sebagai pendamping Hukum Fisika karena dia sangay familiar dengan Hukum itu karena banyak Novel yang berada di seputar mereka berempat.
__ADS_1
Dimas membentuk Bola berukuran bola sepak, dengan warna yang berbeda-beda tergantung dengan jenis hukumnya. Setelah itu, dia membuat Bola itu terbang ke Yggdrasil dan bola itu terserap sepenuhnya.
[Informasi sudah diterima, Pencipta... Tolong tunggu sebentar... Simulasi dibentuk]
Dimas mengangguk dan menunggu Pohon Yggdrasil menyelesaikan Simulasinya, dia duduk diatas Cabang Raksasa dari Yggdrasil dan menyandarkan tubuhnya. Dia harus mencerna semua yang terjadi pada dirinya dalam waktu singkat ini dia masih merasakan sulit percaya dengan apa yang terjadi.
'Ini semua nyata, aku harus menerima semua kenyataan bahwa diriku adalah Dewa Pencipta'
Masih sulit untuk percaya tapi dia sangat yakin bahwa hal itu hanyalah masalah waktu saja sebelum dia mulai terbiasa.
Beberapa Jam kemudian...
Yggdrasil sudah selesai mengenai Simulasi hukum yang Dimas berikan diperlukan banyak waktu karena setiap hukum sangatlah kompleks dan memiliki kelebihan dan keunggulannya sendiri belum lagi diperlukan menyesuaikan dengan Hukum Fisika.
[Selesai master, aku menyelesaikan semua Simulasi dan aku menemukan bahwa jika digabungkan secara menyeluruh maka Mereka akan menghasilkan hasil yang bagus]
"Jadi maksudmu semua Hukum yang aku sebutkan dapat beresonansi satu sama lain? " Dimas memiliki mata melebar dan tidak percaya.
[Iya master tapi tidak sepenuhnya, misalnya untuk hukum tuhan. Jika seluruh Hukum tuhan di gabungkan dengan Hukum Fisika maka akan terjadi Saling Menolak satu sama lain karena hukum tuhan adalah Hukum yang berdasarkan terhadap Iman sedangkan Hukum Fisika berdasarkan terhadap Logika yang mana Logika sangat sulit dihubungkan dengan Iman,hal itu juga yang membuat Semua hukum perlu menghilangkan bagian-bagian sehingga membuat mereka tidak lengkap tapi dengan kelima hukum itu akan membuat hukum yang sempurna bahkan bisa aku katakan melebihi Satu Hukum alam semesta yang sempurna]
"Karena pengetahuan yang aku miliki Aku tahu apa yang kamu maksud dan aku rasa kamu benar dan itu juga akan membuat aturan sendiri yang membatasi mereka.. "Dimas mulai merenungkan mengenai hukum itu.
Batasan yang dia katakan itu cukup sulit untuk digambarkan tapi jika ingin diberi contoh maka Hukum Tuhan akan menjadi contoh yang cocok, Jika Hukum Alam semesta Sempurna maka Dewa akan terbentuk dengan sangat mudah selama mereka memiliki kepercayaan yang sama bahkan jika itu makhluk yang tidak berakal seperti binatang karena itu jumlah Dewa yamg muncul akan menjadi beragam dan tidak terhitung jumlahnya sehingga menjadi tidak terkandali, tapi jika tidak sempurna maka persyaratan untuk membuat Dewa akan menjadi sangat keras, binatang yang tidak memiliki akal tidak bisa membuat dewa hanya makhluk yang memiliki Akal yang dapat membuat Dewa tapi itu juga akan membtasi Jumlah dewa namun masih dapat membolehkan Alam Akhirat seperti neraka dan surga.
" Apa yang kamu katakan itu bisa terjadi, aku pikir 3 Hukum akan menjadi hal yang paling Optimal karena kamu mengatakan 5 Hukum dapat melakukan hal itu maka aku akan mempercayaimu.. Karena itu aku pasti tidak akan puas dengan Alam semesta yang biasa saja"
[Aku tidak akan mengecewakanmu, Pencipta]
"Nol.. Kamu bisa memanggilku dengan Nol, aku merasa belum pantas dengan Istilah pencipta jadi karena itu aku ingin Angka Nol menjadi sebutanku sebagai orang yang ada sebelum Alam semesta yang akan buat" Dimas sudah memikirkan sepnuhnya saat dia Cabang Pohon tapi dia merasa belum pantas bahkan dengan kekuatan penciptaannya. Baginya sosok Tuhan dan Dewa adalah sosok yang sangat besar mahatau dan mahakuasa, dia belum pantas menerima gelar itu.
[Baiklah, aku tidak akan mengecewakanmu Nol]
__ADS_1
Dimas tersenyum dan mulai membentuk Bola Hukun, 5 Bola dengan warna yang lebih terang dari ada sebelumnya dengan Hukum yang misterius di dalamnya. Dia memasukkan Bola itu ke Pohon Dunia dan setelah sepenuhnya masuk, Yggdrasil mulai melakukan tugasnya.
[Pembentukan Alam semesta dimulai]