
Menerima tatapan penuh harapan dari Prajurit A, Dimas tidak tergerak sama sekali. Lagipula mereka adalah orang asing yang baru saja bertemu walaupun dia adalah pencipta mereka bukan berarti bahwa dia akan dengan begitu entengnya memiliki perasaan kasih sayang kepada mereka.
Tidak sama sekali, namun dia juga tidak memiliki keinginan untuk menolak karena alasannya datang kemari adalah untuk membantu mereka dalam mendapatkan kekuatan mereka semua.
Dengan pikiran seperti itu, Dimas mengambil keluar Batu yang memiliki tinggi 3 Meter dengan warna Hitam, jika dilihat batu ini tidak memiliki keistimewaan sama sekali dan membuat Wajah Prajurit A menjadi sangat penasaran.
"Batu apa ini, Tuan ?" Tanya Prajurit A.
"Batu ini dikenal sebagai batu kebangkitan, fungsinya adalah untuk melepaskan Kekuatan Mutan milikmu itu atau Kekuatan Prajurt Dewa. " Kata Dimas dan lanjut berkata " Kamu hanya perlu menyentuh batu ini dan kamu akan memasuki sebuah ilusi dimana kamu akan berada di sebuah tempat dimana kamu akan sangat membantumu dalam membangkitakan kekuatanmu"
Prajurit A membuka mulutnya lebar-lebar karena dia tidak pernah berpikir bahwa batu yang terlihat biasa ini bisa membuatnya menjadi sosok yang sangat dia inginkan, kehidupannya akan menjadi lebih mudah dan dia akan dipandang dengan sangat hormat oleh-oleh Penduduk desa.
Keluar dari imajinasinya, pria itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan segera bertanya kepada Dimas mengenai cara untuk menggunakan batu Kebangkitan.
"Bagaimana.... Bagaimana aku bisa menggunakan Batu ini, tuan ? Tolong, aku sangat ingin menjadi prajurit Dewa" Kata Prajurit A bahkan dia akan berlutut jika perlu untuk mendapatkan bantuan itu, tapi Dimas sama sekali tidak memerlukan hal itu.
Jika dia mendengarnya maka dia akan tersenyum melihat Prajurit A itu berlutut namun dia tidak menyuruhnya untuk itu atau melakukan tugas-tugas aneh dan segera memberitahukan caranya kepada Dia.
"Kamu hanya perlu menyentuh batu itu selama sepuluh detik ..." Kata Dimas tapi sebelum dia selesai mengatakan perkataannya Pria itu langsung menyentuh batu itu dengan cepat.
"Tunggu, kamu perlu duduk karena kamu mungkin akan memakan waktu selama beberapa hari jadi kamu perlu duduk agar tidak terlalu lelah dan kita akan melakukannya nanti "
"B-Baik, Tuan" Pria itu menjawab dengan takut dan kecewa saat dia menarik kembali tangannya dan menatap Batu kebangkitan dengan kerinduan.
Dimas merasakan emosi Prajurit A namun dia tidak memperdulikannya dan memasukkannya kembali batu itu ke dalam Dimensi penyimpanannya.
Jadi setelah itu mereka masuk ke dalam suasana sunyi dan tidak butuh waktu lama untuk Prajurit B kembali tapi saat ini dia bersama dengan seorang Pria yang memiliki tubuh lebih besar daripada mereka dengan Tato cakar diwajahnya ditambah lagi dengan suasana yang mengerikan disekitarnya.
Jika itu adalah orang lain pasti akan terintimidasi tapi dihadapan Dimas, Pria itu tidak berbeda dengan seorang anak kecil yang mencoba untuk tampil keras. Berbeda dengan Dimas yang santai saat dia menatap Pria itu sedangkan pria itu memiliki tatapan ketakutan di matanya namun dia mencoba untuk menyembunyikannya.
__ADS_1
' Aku merasakan dia sangatlah berbahaya, Instingku tidak pernah salah karena itu adalah Kemampuan yang aku miliki sejak lahir dan selalu membantuku hingga akhirnya membuatku sampai ke Posisi saat ini' Pikir Patriak Suku Two dengan ekspresi tenggalam.
' Tapi instingku berkata bahwa dia tidak bermaksud jahat dan akan membantu Suku dengan bantuan yang sangat besar '
Mutant memiliki dua jenisĀ yaitu sejak lahir dan dibangkitakan, kualitas kedua itu tetap sama namun kebangkitan sejak lahir akan lebih unggul karena mereka akan melatih kekuatan Mutant mereka sejak lama dan karena itulah kenapa Patriak Suku Two tidak memiliki pikiran bahwa intingnya salah.
Kemampuan Mutant yang dimiliki oleh Patriak suku Two adalah Insting lebih tepatnya [ Insting Super ] Kemampuan ini lebih kuat dibandingkan dengan Insting biasa dan sangat membantu di dalam pertarungan karena akan membuatnya bisa memprediksi pergerakkan atau bahaya dari serangan musuh dan jika di dalam kehidupan sehari-hari akan membantu dalam peningkatan keterampilan dengan sangat cepat dan mungkin akan membantunya dalam perjudian, keputusan yang diambil, Karir yang akan sangat cocok dengannya dan lain-lain.
Bisa dikatakan, Dia sebagai Patriak adalah pilihan yang sangat tepat karena dengan kemampuannya itu akan sangat membantu Suku dalam menghadapi Masa depan.
"Salam Patriak, Aku adalah seorang Musafir dengan tujuan untuk membantu anda" Kata Dimas dan menarik keluar lagi batu kebangkitan.
Tatapan mereka langsung di arahkan kepda Batu tersebut dan [ Insting Super ] Patriak berteriak dengan penuh semangat bahwa batu ini akan sangat berguna untuk Suku tapi juga akan menimbulkan pertikaian.
' Batu ini, aku harus mendapatkannya ' Pikir Patriak karena dengan batu ini dia sangat yakin bahwa Suku akan bisa bertahan lebih lama dan mungkin akan bisa berkembang dengan lebih jauh lagi.
Walaupun [ Insting Super ] Miliknya berteriak bahwa akan terjadi Pertikaian di masa depan dalam Suku namun dia akan mencari cara untuk menghentikan hal itu dan kelangsungan hidup suku adalah yang terpenting untuk saat ini.
"Seharusnya kamu sudah tahu kan Patriak Suku Two..." Kata Dimas menatap langsung ke mata Patriak membuatnya tersentak.
[ Insting super ] Milikinya berkata bahwa dia tidak akan bisa berbohong terhadap Dimas dan lebih baik tidak berbohong sama sekali karena akan sangat buruk akibatnya dan mungkin akan membuatnya tidak mendapatkan Batu kebangkitan tersebut.
" Iya, aku memiliki kekuatan yang disebut [ Insting Super ]" Kata Patriak mengatakan seperlunya.
" Kemampuan yang sangat bagus, di era manapun kemampuan itu akan sangat membantu" Puji Dimas tanpa berlebihan sama sekali.
Karena dia sendiri tahu betapa menakjubjannya keterampilan tersebut dan akan sangat berguna di dalam menghadapi bahkan situasi yang putus asa.Dimas bahkan terkejut akan ada yang bisa mendapatkan keterampilan tersebut karena [ Insting Super ] itu memiliki Probilitas yang sangat rendah untuk di dapatkan.
Namun saat ini, orang yang memiliki kemampuan mutant itu di depannya dan sudah dia amati selama beberapa hari.
__ADS_1
" Tujuanku kemari memiliki 2 Tujuan, yaitu dengan memberikan Batu kebangkitan ini ditambah dengan Cara menemukannya dan Aku ingin membuat perjanjian dengamu, secara pribadi tidak ada sangkut pautnya dengan Sukumu" Kata Dimas membuat Pandangan Patriak menjadi mengeras.
" Kalau boleh tahu apa alasanmu untuk memberikan Batu yang sangat menakjubkannya ini ? Dan apa yang ingin aku lakukan untukmu ?" Tanya Patriak Suku Two.
" Tenang saja aku tidak akan membahayakan Suku kalian, aku tidak bisa memberitahukan alasannya karena kalian belum memiliki Kulaifikasi untuk tahu dan hanya menjadi kuat saja yang tahu alasannya .... Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku akan memberikan kamu kesempatan kedua? Tentu saja itu untuk dimasa depan setelah kamu berada di dalam Kondisi tertentu dan apakah kamu menerima atau tidaknya akan ditentukan sekarang " Kata Dimas memberikan jawaban yang sangat samar.
Patriak Suku Two sedang berkonflik dengan Instingnya karena kesempatan ini akan menjadi sangat besar dan tidak akan datang untuk kedua kalinya, menerima tawaran dimas untuk kesempatan kedua akan menjadi pilihan yang snagat tepat dan menguntungkan baginya sedangkan Untuk Dimas, dia masih tidak tahu apa tujuannya sebenarnya tersebut.
"Bisakah kamu memberikan aku waktu selama beberapa hari ?"
" Maaf, tapi aku memiliki tujuan lain dan aku hanya mampir untuk mengirimkan Batu kebangkitan, cara membuatnya dan bagaimana kamu bisa menggunakannya dan tentu saja batasannnya."
Dimas menggelengkan kepalanya membuat Patriak itu menjadi tertekan.
"Baiklah tapi sebelum itu apakah kamu bisa untuk menjelaskan kepada kami tentang cara menggunakan benda ini ?" Tanya Patriak.
"Tidak masalah"
Dengan itu, Dimas dibawa masuk dan dia menerima tatapan dari penduduk Suku karena penasaran dan dia dibawa ke Tempat dimana dia dan para sesepuh berada lalu setelah itu dia mulai menjelaskan kepada mereka semua.
Dan setelah itu Patriak mulai mencoba kegunaan batu itu, hanya 5 Orang dan mereka masuk ke dalam Ilusi Mimpi Buruk dimana kemampuan Mutant yang dibangunkan hanya bisa dilalui dengan Peristiwa yang sangat Traumatis.
Selain itu, Mereka memiliki Aura di sekitarnya yang menandakan bahwa mereka sedangkan dalam Ilusi.
"Semakin lama mereka berada di dalam kondisi seperti itu maka semakin Kuat kekuatan yang akan mereka peroleh dan Minimal Umur yang bisa menggunakan Batu Kebangkitan adalah 10 tahun " Kata Dimas.
Dia sudah menetapkan batas itu karena betapa mengerikannya dampak dari Ilusi Mimpi Buruk dan jika bukan karena dia membuat Mental dari Ras Draconic yang besar maka dipastikan bahwa dia akan mentapkan lebih tinggi Umur yang bisa menggunakan Batu kebangkitan dari Ras Draconic.
Patriak itu mengangguk dan tahu apa yang dikatakan oleh Dimas itu tidak bohong sama sekali.
__ADS_1
" Untuk pertanyaanmu, Aku memutuskan untuk menerimanya"
"Senang mendengarnya, Kalau begitu aku akan mendatangimu saat waktunya tepat"